banner 728x90

BBM Belum Naik, Sejumlah Tengkulak Nekat Menaikkan Harga Cabe Dan Tomat

Mearindo Magetan – Rencana kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) membuat
sejumlah komoditas di pasaran mengalami kenaikan dratis. Kondisi itu,
seperti yang terjadi pada harga cabe rawit yang sebelumnya hanya seharga
Rp 27.000 sampai Rp 30.000 per kilogram naik menjadi Rp 40.000 per
kilogram. Tidak hanya itu, kenaikan juga terjadi pada komoditas tomat
dari sebelumnya seharga Rp 3.000 per kilogram naik menjadi Rp 5.000 per
kilogram. 

Dipastikan jika kenaikan BBM diumumkan secara resmi, maka bakal
mengdongkrak harga kebutuhan pokok lainnya seperti beras, minyak goreng,
dan sejumlah kebutuhan pokok lainnya. Ini menyusul, BBM belum dinaikkan
harga cabe rawit dan tomat sudah mengalami kenaikan lebih dahulu.
Kenaikan harga cabe dan tomat itu, salah satunya terjadi di pasar
Sayur/ pasar penampungan Kabupaten Magetan.
Menurut seorang konsumen cabe
rawit, sepekan lalu harga cabe rawit masih berkisar Rp 18.000 per
kilogram, akan tetapi pertengahan pekan kemarin sudah naik menjadi Rp
27.000 hingga Rp 30.000 per kilogram. 
“Sekarang sudah menjadi Rp 40.000 per kilogram. Kalau hanya gagal panen
karena musim kemarau tak mungkin naiknya drastis, kami tetap menduga
kenaikan besar harga cabe karena rencana kenaikan BBM itu,” terang
Sriatun (39) warga Polorejo, Kecamatan Magetan, Kabupaten Magetan kepada Mearindo, Sabtu (8/11/2014).
Sedangkan salah seorang pedagang cabe rawit, Ny Suprihatin (42) mengaku
jika kenaikan harga cabe itu akibat dampak rencana kenaikan BBM. Kondisi
itu, diyakini juga bakal mengdongkrak harga kebutuhan pokok lainnya.
Buktinya sebelum BBM dinaikkan sudah mendongkrak harga cabe rawit.
 “Harga cabe rawit dua pekan kemrin hanya Rp 12.000 sampai Rp 18.000 per
kilogram. Kemudian melonjak lagi naik menjadi Rp 30.000 per kilogram dan
sekarang naik lagi menjadi Rp 40.000 per kilogram,” ungkap pedagang
sayur ini.

Selain itu kata Suprihatin menguraikan dampak rencana kenaikan BBM
memicu sejumlah kebutuhan pokok dan komoditas di pasar tradisional
harganya semakin semrawut. Kondisi itu, membuat pedagang semakin resah.
Apalagi, sebelum kenaikan BBM sejumlah komoditas sudah mengalami
kenaikan harga.
“Kalau harga naik dan tak tentu itu membuat dagangan makin tak laku dan
permintaan menurun. Kenaikan sayur tidak hanya pada cabe rawit, akan
tetapi tomat juga ikut naik. Jika sebelumnya hanya seharga Rp 3.000 per
kilogram sekarang naik menjadi Rp 5.000 per kilogram. Kalau cabe tak
laku masih bisa dikeringkan, tetapi kalau tomat tak laku pasti
membusuk,” ucapnya.
Suprihatin memastikan kenaikan besar harga cabe bukan hanya disebabkan
kemarau panjang, akan tetapi paling vital rencana kenaikan BBM itu.
“Memang kenaikan harga awal cabe itu karena petani kesulitan air. Tapi
sekarang karena isu kenaikan BBM itu,” pungkas Suprihatin.(Eka/lak)
banner 468x60

No Responses

Tinggalkan Balasan