Gencarkan Vaksin Dan Sosialisasi, Disnakan Magetan Berhasil Tekan Penyebaran PMK
Magetan, Mearindo.com – Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) pada hewan ternak di Magetan yang sempat merebak di awal tahun 2025 lalu, Pemkab Magetan melalui Dinas Peternakan dan Perikanan (DIsnakan) gencar lakukan vaksinansi dan sosialisasi kepada masyarakat.
Deteksi dini dan pencegahan terus dilakukan Disnakan, mulai dari edukasi masyarakat tentang PMK dan cara pencegahan seperti desinfeksi peralatan kandang dan lingkungan sekitar, pemeriksaan pada hewan ternak, hingga pengawasan dengan tujuan dapat mengurangi resiko penyebaran PMK dan menjaga kesehatan hewan.
Hal itu di benarkan Kepala Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Magetan, Nur Haryani saat di konfirmasi melalui Kepala Bidang Kesehatan Hewan, Drh. Budi Nur Rohman, Rabu (19/11/2025).
“Untuk pencegahan PMK, kami masih melakukan vaksinasi. Setiap tahun kita melaksanakan program nasional bulan vaksinasi yang dilaksanakan 2 kali dalam 1 tahun di periode pertama ada di bulan Januari sampai dengan Maret periode 2-nya di bulan Juli sampai dengan September,” katanya.
Budi mengatakan, apabila masyarakat tidak sempat melakukan vaksinasi di bulan tersebut, masih bisa mengikuti vaksinasi atau meminta vaksinasi di Disnakan melalui kader-kader yang di sebar di setiap RT.
“Jadi bisa melapor lewat RT atau nomor call center kami yang ada di 0811 338 5000,” jelasnya.
Selain itu, setiap hari Jumat Disnakan mempunyai program ‘JUMALI’ (Jumat mubeng vaksinasi) dengan menerjunkan petugas lapangan untuk melakukan vaksinasi hewan ternak di Desa-desa.
“Termasuk kita juga melakukan desinfeksi di pasar-pasar hewan di tiga pasar besar yang ada di Kabupaten Magetan yaitu pasar hewan Nggoranggareng, Plaosan, dan Parang,” terang Budi.
Ditanya terkait efektifitas vaksin PMK, Budi menjelaskan, dari pengalaman dan pengamatan lapangan sejak kejadian PMK yang sudah berjalan hampir 3 tahun, mulai tahun 2002, 2023, 2024, keberadaan vaksinasi PMK ternyata sangat efektif menghambat penyebaran virus PMK di lapangan.
“Dari sekian banyak kegiatan yang kami lakukan, ternyata vaksinasi ini sangat efektif untuk mencegah penyebaran PMK,” ungkapnya.
Untuk itu, pihaknya menghimbau masyarakat khususnya para peternak, untuk pencegahan selain vaksinasi juga menjaga kebersihan kandang, bisa menggunakan biosecurity atau penyemprotan desinfektan dan memastikan ketika membeli ternak baru untuk dipisah terlebih dulu dari ternak yang lama.
“Perlu di ingat, sebelum membeli ternak baru, harus dipastikan ternak yang lama status vaksinnya belum lebih dari 6 bulan, sehingga masih punya daya tahan,” tutupnya. (G.Tik/ADV)


No Responses