Antisipasi Kewaspadaan Jelang Muharam, Bakesbangpol dan Forkopimda Paparkan Peta Kerawanan Konflik Wilayah Kabupaten Magetan
Magetan, Mearindo.com – Memasuki triwulan dua, Bakesbangpol Magetan gelar rakor bersama Forkopimda. Rakor yang di gelar di Ruang Jamuan Pendopo Surya Graha, Kamis (19/6/2025) juga dihadiri oleh perwakilan dari FKUB, FPK, IPSI, anggota Kominda serta awak media.
Plh Kepala Bakesbangpol Magetan, Benny Adrian dalam sambutanya menyampaikan bahwa situasi secara umum di Kabupaten Magetan aman dan kondusif, namun tetap waspada terhadap potensi perpecahan atau konflik sosial, terutama menjelang bulan Muharram 1447 Hijriah/Tahun 2025 ini yaitu agenda pencak silat dan potensi-potensi lainnya.
Benny menyebut, Menjelang Tahun Baru Islam atau bulan Muharram 1447 H, banyak agenda keagamaan dan kearifan lokal di Desa dan acara rutin pencak silat yang berpotensi menimbulkan gesekan, khususnya antar perguruan silat.
“Kewaspadaan pasca-bentrok antar perguruan pencak silat di Desa Madigondo, Kecamatan Takeran menjadi pelajaran penting, agar tidak terjadi konflik berulang,” ungkapnya.
Disisi lain, penyebaran hoaks, provokasi, dan ujaran kebencian di media sosial semakin kompleks dan dapat memicu keresahan bahkan konflik horizontal. Untuk itu, literasi digital, patroli siber, dan kerja sama dengan tokoh masyarakat, tokoh agama, serta media lokal harus terus diperkuat.
Benny mencontohkan, beberapa minggu yang lalu banyak pesan berantai melalui WhatsApp yang menawarkan proposal dan bantuan abal-abal kepada takmir masjid, kelompok yayasan atas nama pejabat daerah baik dari Pemda, TNI, Polri dan Kejaksaan Negeri semacam phising/ penipuan.
Selain itu, Benny menyampaikan, Kabupaten Magetan saat ini berada dalam zona merah radikalisme. Magetan termasuk 6 besar penyumbang exs napiter di Indonesia (data BNPT RI). Masih terdapat eksistensi mantan narapidana terorisme (napiter) dan keluarganya yang perlu dipantau dan dibina secara terus-menerus.
“Ini menjadi peringatan bagi kita semua untuk meningkatkan kewaspadaan dan memperkuat upaya deradikalisasi di tingkat masyarakat. Diperlukan pendekatan humanis, edukatif, dan berkelanjutan untuk mencegah penyebaran paham radikal yang mengancam kehidupan berbangsa dan bernegara serta terus mengedukasi masyarakat tentang bahaya radikalisme dan terorisme,” tegasnya.
Pada tahun ini, lanjutnya, akan dilaksanakan pilkades. Sementara ada 10 Desa yaitu, Desa Bangunsari Kecamatan Barat, Desa Patihan Kecamatan Karangrejo, Desa Kiringan Kecamatan Takeran, Desa Soco Kecamatan Bendo, Desa Dukuh Kecamatan Lembeyan, Desa Banjar panjang Kecamatan Ngariboyo, Desa Bogem dan Desa Garon Kecamatan Kawedanan, Desa Mategal Kecamatan Parang, Desa Temenggungan Kecamatan Karas dan Desa Ngariboyo dalam proses hukum.
“Kita harus memperkuat sinergi antara pemerintah daerah, aparat keamanan (TNI-Polri), dan masyarakat untuk menghindari konflik antar pendukung di tingkat desa,” tutupnya.
Bupati Magetan, Nanik Endang Rusminiarti dalam sambutanya menyampaikan apresiasi kepada anggota Forkopimda yang telah memberikan pengarahan mengenai potensi kerawanan konflik sosial di Kabupaten Magetan yang memuat isu-isu ideologi, politik, sosial-budaya, ekonomi, dan keamanan.
“Rapat ini merupakan forum strategis untuk melakukan deteksi dini, pemetaan, dan antisipasi berbagai potensi kerawanan dan konflik yang dapat terjadi di wilayah Kabupaten Magetan yang memerlukan perhatian serius,” terang Bunda Nanik, sapaan akrab Bupati Magetan.
Dalam menghadapi berbagai isu, Bunda Nanik mengajak seluruh komponen anggota tim kewaspadaan dini untuk meningkatkan koordinasi dan sinergi antar instansi dalam menangani isu-isu strategis dan kerawanan yang ada. Memperkuat kolaborasi dengan masyarakat dan stakeholder terkait lainnya untuk memastikan bahwa setiap kebijakan dan program yang dijalankan dapat dirasakan manfaatnya oleh seluruh lapisan masyarakat.
Bunda Nanik menekankan pada upaya pencegahan dalam penanganan konflik sosial, dengan langkah-langkah selalu memperkuat kelembagaan masyarakat yang telah ada, seperti tim terpadu penanganan konflik sosial, FKUB, FPK, tim kewaspadaan dini daerah, serta lembaga sosial lainnya untuk memperkokoh kerukunan sosial dan menjaga suasana kondusif dan nyaman di wilayah masing-masing.
“Mari kita perkuat kolaborasi lintas sektor, pemerintah, tokoh agama, tokoh masyarakat, perguruan pencak silat, dan elemen masyarakat lainnya. karena menjaga kedamaian Magetan bukan hanya tugas satu pihak, tetapi tanggung jawab kita bersama,” ajak Bunda Nanik.
Mengakhiri sambutannya, Bunda Nanik mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menyatukan tekad dan langkah dalam menjaga keutuhan dan kemajuan daerah sesuai Visi Misi dan menjadikan Magetan Nyaman, Maju dan Berkelanjutan. (G.Tik)


No Responses