Kenaikan tarif PDAM Magetan yang Menjadi Tumbal Masyarakat

Magetan – Jawa Timur
Memang terasa sejuk bila mendengar kabar bahwa para tetangga kita saling berlomba dalam mensejahterakan masyarakatnya melalui berbagai program dan konsep dengan memaksimalkan kantong – kantong potensi daerah dengan harapan Pendapatan Asli Daerah (PAD) nya meningkat.
Sejak mulai di diskusikan wacana penyesuaian harga tariff harga air minum atas amanat undang – undang dan Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri ) nomer 71 tahun 2016 melalui media cetak dan elektronik khususnya di Kabupaten Magetan.
Ketua Lembaga Edukasi (LE) Swastika, Rudi Setiawan menyikapi atas pemberitaan tersebut bahwa memang kesejahteraan dan kemandirian masyarakat sangat tergantung pada kreatifitas olah pikir pejabat pemerintah.
“Berbekal kewenangan dan undang-undang, pihak pemerintah mestinya sangat tidak ada kesulitan untuk berkreasi melakukan berbagai terobosan yang senantiasa bermuara pada kesejahteraan masyarakatnya,”kata Rudi Setiawan kepada Mearindo.com, Rabu (16/8/2017).
Lanjutnya, cirri-ciri daerah berkembang dan maju antara lain adalah mudahnya akses informasi, mudah dan murah serta cepatnya pelayanan public, juga rendah dan sedikitnya tarikan atau pungutan yang dilakukan pemerintahnya terhadap masyarakatnya. Yang berarti, bahwa pejabat daerahnya menggunakan nurani dan bertanggungjawab penuh terhadap pemenuhan kebutuhan masyarakatnya.
“Terkait wacana kenaikan tarif PDAM Kabupaten Magetan, menjadi berbanding terbalik dengan semangat yang diusung oleh para tetangga kita. Dengan berbagai dalih dan berdasar serta mengatas namakan undang – undang bahwa kenaikan tarif bertujuan untuk bla bla bla yang pada intinya pasti indah di dengar,”ucap Rugos panggilan akrab Rudi Setiawan.
Namun lagi lagi, untuk sesuatu yang indah didengar mengapa rakyat harus menjadi tumbalnya. Apakah tidak ada cara lain selain selalu merepotkan masyarakatnya.
“Masyarakat harus menanggung beban untuk sesuatu yang tidak deketahuinya. Ya… Masyarakat memang selalu tidak pernah diberitahui soal tetek bengeknya PDAM melalui informasi tentang indeks kepuasan masyarakat sebagai pelanggan, dan akhirnya, beri kami informasi mengenai PDAM Magetan, agar kami menjadi lebih sayang pada PDAM LAWU TIRTA,”pungkas Rugos. (lak)


No Responses