banner 728x90

Gunungan Menggungat III, Blokade Jalan Transportasi Material Tol Sampai Tuntutan Warga Dikabulkan

Warga Desa Gunungan memblokade jalan sejak 27/3/2017 sampai dengan 30/3/2017 untuk mendapatkan keputusan dari dereksi Waskitakarya.
Magetan – Mearindo.com, Sejumlah Warga di Desa Gunungan, Kecamatan Kartoharjo, Kabupaten Magetan, memblokade proyek pembangunan jalan tol Solo – Kertonoso (Soker) di desa tersebut, sejak Senin (27/3/2017) hingga Kamis (30/3/2017). Mereka beralasan jalan rusak dan saluran irigasi yang mengaliri sawah di desa tersebut tidak berfungsi karena proyek jalan tol.
Pantauan Mearindo.com di lokasi, Senin siang, sejumlah petani di desa tersebut memasang palang berupa kayu di jalan yang menjadi akses utama menuju proyek jalan tol. Aktivitas pengerjaan proyek jalan tol tersebut terlihat berhenti total karena ada pemblokadean itu.
Seorang Ketua Rt 13 Desa Gunungan, Parni Hadi (54), mengatakan warga sengaja memasang kayu untuk memblokade jalan tersebut sebagai bentuk protes terhadap pengerjaan proyek jalan tol di desa itu. Pemasangan kayu dilakuka agar kendaraan proyek tidak bisa masuk.

Parni menyampaikan sejak proyek jalan tol itu dikerjakan tahun 2016, jalan penghubung desa rusak dan saluran air di areal persawahan ditutup. Sehingga jalan penghubung antara Desa Jeruk, Kecamatan Kartoharjo, dan Desa Gunungan , Kecamatan Kartoharjo, jalan rusak berat karena terkena dampak tol.

Selain itu, ungkap dia, saluran air dan sumur untuk pengairan di areal persawahan juga tertutup total. Sehingga, petani hampir setahun ini tidak bisa memanfaatkan irigasi dan sumur untuk pengairan sawah.

“Sejak pembangunan jalan tol itu, kami tidak bisa mengaliri sawah. Kami mengambil air di aliran lain,” jelas dia.
Parni mengaku sebenarnya warga tidak menolak pembangunan jalan tol tersebut. Namun, Warga berharap akses jalan dan irigasi pertanian di desa tersebut bisa diperbaiki lagi, penyiraman sering dilakukan karena debu, warga menuntut kompensasi biaya kesehatan kanena terjangkit Ispa sebanyak 25%. “Warga hanya membutuhkan jalan dan pengairan di perbaiki,” kata dia.
Parni mengancam kalau jalan penghubung antar desa tidak segera di perbaiki dan biaya kesehatan tak segera di kabulkan atau tidak segera direalisasikan, warga akan terus memblokade akses masuk tol. Bahkan, jumlah warga yang akan memblokade jalan tersebut semakin banyak.
Warga lain Sugeng Riayadi (55), mengatakan sejak pembangunan jalan tol tersebut dikerjakan, ada sekitar 80 kepala keluarga terdampak terutama warga yang tinggal dipinggir jalan dan beberapa hektare sawah terdampak. Jalan jadi rusak petani bingung mau bekerja karean alat-alat pertanian dan pengairan lahan rusak.

“Ini ada sekitar beberapa hektare yang tidak bisa dialiri air. Karena sumur di sawah itu tidak bisa mengalir,”jelas dia.(lak)
banner 468x60

No Responses

Tinggalkan Balasan