banner 728x90

Bupati Madiun Tunggu Hasil Penyidikan dari Polisi Mengenai Keterlibatan PNS Madiun Kasus Penipuan Berkedok Penerimaan CPNS

Bupati
Madiun Mutarom
Madiun
Mearindo.com – Muhtarom Bupati Madiun, menunggu hasil penyidikan tim Saber
Pungli Kabupaten Madiun dan Polres Madiun mengenai keterlibatan salah satu PNS
Pemkab Madiun yang diduga menjadi calo penerimaan CPNS. Kalau terbukti, PNS
tersebut akan dikenai sanksi berat sesuai aturan yang berlaku.
Salah
satu terduga calo penerimaan CPNS yang ditangkap Polres Madiun yaitu berinisial
M yang merupakan PNS di Kecamatan Geger, Madiun.
“Akan
kita tindak tegas oknum PNS yang menjadi calo CPNS itu. Tapi kami menunggu
hasil penyidikan dari tim Saber Pungli dan Polres dahulu,” kata Dia kepada
Mearindo.com, Sabtu (28/1/2017).
Mutarom
menyayangkan di era modern saat ini masih ada orang yang tertipu untuk menjadi
CPNS. Padahal, saat ini sistem seleksi CPNS sudah berbasis komputer dan tidak
bisa diubah begitu saja oleh oknum calo.
Dia
meminta masyarakat Madiun juga jangan menunjukkan kebodohannya untuk tertipu
iming-iming menjadi CPNS. Menurut dia, saat ini penerimaan PNS prosesnya sangat
ketat dan tidak bisa menggunakan sistem titipan.
Selain
itu, saat ini Pemkab Madiun juga belum membuka perekrutan CPNS maupun tenaga
honorer untuk mengisi beberapa posisi. “Kalau ada rekrutmen CPNS itu kan
informasinya dari Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi
Birokrasi. Memang ada informasi akan ada rekrutmen CPNS, tapi tidak tahu
kapannya,” jelasnya.
Lebih
lanjut, Mutarom menilai calo penerimaan CPNS bersifat spikulan dan memanfaatkan
ketidaktahuan masyarakat. “Masyarakat harus cerdas, jangan percaya sama
calo,”kata Dia.
Seperti
diberitakan sebelumnya aparat Polres Madiun menangkap dua orang pelaku yang diduga
terlibat dalam penipuan berkedok penerimaan CPNS di salah satu warung makan di
Saradan, Madiun. Salah satu pelaku yang ditangkap yaitu berstatus sebagai PNS
di Kecamatan Geger. 

Namun, proses hukum kasus ini tidak akan
dilanjut karena hingga kini tidak ada korban yang melaporkan kasus ini secara
resmi ke Polres Madiun.(lak)

banner 468x60

No Responses

Tinggalkan Balasan