banner 728x90

Bau Limbah Hambat Ikon Magetan Kota Pariwisata

Aktivis
Kecam Pembuangan Limbah B3 di Magetan

 

Mearindo
Magetan,
Bau yang menyengat saat melintasi tengah
kota Magetan dari hasil pembuangan limbah bahan berbahaya dan beracun (B3)
merupakan tindakan yang melanggar hukum sebab merusak ekositem lingkungan,
Senin (3/11/2014).  Lilik Abdi Kusuma
salah satu pegiat Front Aktifis Lintas Sektoral atau FALS ini mengatakan bahwa
pembuangan limbah B3 sembarang tempat melanggar Undang-undang Nomor 32 Tahun
2009, tentang lingkungan hidup. 

“Pelakunya harus
diproses, karena sudah melanggar dan merusak ekosistem lingkungan. Sekarang
juga harus dihentikan,” kata Lilik panggilan akrab Lilik Abdi Kusuma,
kepada  Mearindo Online saat dihubungi
melalui telepon selulernya. Langkah terbaik yaitu, Pemkab Magetan harus serius
masalah limbah khususnya limbah B3 sebab banyak industri yang berkembang di
Magetan khususnya industri pengolah kulit di Lingkungan Industri Kecil (LIK)
dan Pabrik Kulit Carma Wira Jatim salah satu BUMD milik provinsi Jawa
Timur. 

“Kami sarankan
dan tekankan Magetan harus ada tempat pembuangan limbah B3 sendiri sehingga
pembuang limbah ilegal dapat mudah terpantau. Jika dibiarkan dampaknya jangka
panjang akan merusak lingkungan Magetan sendiri. Aparat dan Pemkab harus tegas
jangan kong-kalikong dengan pembuang limbah,” imbuhnya. 

Diketahui,
limbah yang dibuang di Kelurahan Magetan, Kecamatan Magetan ada tempat
pembuangan limbah B3 ilegal sejenis sisa pengolahan pembuatan kulit. Warga
Kelurahan Magetan, Kelurahan Kepolorejo, Kelurahan Bulukerto, Kelurahan Tambran
dan beberapa kelurahan dan desa yang dilalui aliran Kali Gandong merasa
terganggu karena pembuangan limbah tersebut tanpa sepengetahuan warga dan
Lurah. 

“Kami berharap
kepada Badan Lingkungan Hidup (BLH) Kabupaten Magetan untuk melakukan pembinaan
terhadap pengusaha kulit di LIK dan Pabrik Kulit Milik BUMD Provinsi itu, agar
menguji ke laboratorium limbah tersebut” pungkasnya. (Lak/Red)
banner 468x60

No Responses

Tinggalkan Balasan