banner 728x90

TRADISI PERANG NASI BERKAT, SERU DAN UNIK

Ngawi, 24 September 2014

Perang
antar warga terjadi di ngawi, jumat  siang. Namun perang tersebut tidak
saling melukai karena senjata yang di gunakan adalah nasi berkat. Warga saling
lempar nasi dan lauk yang telah di doakan dalam sebuah tradisi syukuran
selamatan.


Beginilah
serunya tradisi perang nasi berkat yang digelar warga desa plang lor, kecamatan
kedunggalar, Kab.Ngawi. Ratusan warga saling serang dengan menggunakan nasi dan
lauk yang telah di kumpulkan sebelumnya.

Meski
terkena wajah, dan bagian tubuh lain, tidak ada warga yang emosi, apalagi
terluka. Mereka justru tertawa senang, ketika senjata lawannya, yang berupa
nasi mengenai tubuhnya. Nasi dan lauk yang yang mengani tubuh tersebut dipercaya
sebagai rizki yang akan mendatangi dan akan di terimanya, di masa mendatang.

Menurut
kepala sesepuh desa plang lor, suyadi, tradisi perang nasi berkat merupakan tradisi
turun menurun. Sesuai kalender jawa biasanya di lakukan di jumat legi di musim
panen ke dua. Selain itu juga bentuk syukur atas melimpahnya hasil panen warga,
pada musim panen kedua beberapa waktu lalu.

Usai perang nasi berkat, warga ada yang memakan
nasi dan lauk secara langsung di tempat dan ada yang mengumpulkanya untuk di
bawa pulang. Tradisi ini di sebut perang nasi berkat karena memang terjadi
perang antar warga. Sementara dalam peperangan tersebut, peluru atau senjata
yang di gunakan adalah nasi berkat atau nasi lengkap dengan lauk pauknya yang di
bungkus daun pisang dan sudah di doakan dalam selamatan di dalam hutan desa.(Ags)

banner 468x60

No Responses

Tinggalkan Balasan