banner 728x90

Dampak Kekeringan, Warga Kecamatan Pitu Alami Krisis Air Bersih

Kekeringan terjadi di dusun ngrowo desa cantel  kecamatan pitu kabupaten ngawi. Masuk musim kemarau tahun ini kurang lebih 200 KK , di dusun tersebut mengalami kelangkaan air bersih. Dikarenakan sumur – sumur dirumah warga yang menjadi sumber air saat musim kemarau seperti ini juga kering tidak ada airnya.
Dampak dari kekeringan yang rutin setiap tahun di rasakan warga tersebut, membuat warga  harus mengonsumsi air resapan sungai yang sebenarnya tidak layak konsumsi. Sedang untuk kebutuhan lain seperti mandi, mencuci dengan terpaksa warga harus menggunakan air sungai yang keruh dan berwarna hijau.
Dengan jarak tempuh yang cukup jauh kurang lebih 1,5 KM, warga harus berjalan menelusuri jalan setapak naik turun untuk sampai ke sungai yang ada airnya, terutama air bersih untuk masakdan minum.
“Mau bagaimana lagi, untuk memenuhi kebutuhan masak dan minum, kami di sini harus nekat mencari sumber air bersih, yang ada di (belik) di pinggir sungai, itu pun harus jalan jauh dan antri dengan warga dusun lain yang juga mengalami hal yang sama” terang Sri Wahyuni.
“Sampai hari ini juga belum juga ada pasokan air bersih, yang dikirim dari pemerintah, kalau tidak seperti ini bagaimana untuk masak dan minum warga disini” tambah Sri Wahyuni.
Harapan warga agar pemerintah segera memperhatikan dan mengirimkan bantuan air bersih untuk warga di desa tersebut. Krisi air bersih di musim kemarau kali ini sangat dikeluhkan para warga di desa tersebut.
Untuk droping air bersih akan terus dilakukan oleh pemerintah kbupaten ngawi untuk wilayah yang mengalami krisis air bersih karena dampak kekeringan di kabupaten Ngawi terang  Eko Heru Cahyono selaku Kepala BPBD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah). ag

banner 468x60

No Responses

Tinggalkan Balasan