banner 728x90

Aura Firdauzy Qalda Juara Satu Fishion Show Batik Magetan


Mearindo, Magetan – Diujung akhir tahun 2013 Primadona Porvoresen mengadakan Even Fishion Show Batik Magetan 2013, menjadikan Batik Sebagai Warisan Leluhur Bangsa, Menuju Generasi yang Berbudaya, selain itu Magetan mempunyai potensi wisata yang bisa di handalkan seperti Telaga Sarangan ternyata juga mempunyai Batik Asli Khas Magetan. Orang menyebutnya Batik Sidomukti / Batik Pring, karena memang motif dari batik yang satu ini adalah bambu (pring = dalam bahasa jawa). Pengrajin Batik Sidomukti ini bertempat di Dusun Papringan, Desa Sidomukti, Kecamatan Plaosan, Kabupaten Magetan. Sebuah perkampungan di bawah lereng Gunung Lawu.
 
Wasis Ketua Panitia Fishion Show Batik Magetan, mengatakan kepada Majalah Merista Minggu (22/12/2013) ketepan pas Hari Ibu, Primadona Porvoresen merupakan even yang kedua, kami sengaja mengangkat Batik Magetan sebagai tema karena semua orang itu tidak paham terhadap batik, termasuk para pejabat Magetan juga belum tentu paham apa rtinya batik ? Batik itu yang asli itu adalah yang mengunakan malem baik tulis maupun cetak asal yang menggunakan malem baru namanya batik tidak seperti yang saya pakai saat sekarang ini kelihatanya batik namun ini adalah printing, apapun yang terjadi baiknya atau dilihat jelek sejatinya batik yang ditulis itu merupakan roh dari penulis batik.
 
“Acara Fishion Swoh ini terdiri dari empat katagori A 4 – 8 tahun sebanyak 25 peserta, Katagori B 9 – 15 tahun sebanyak 25 peserta, Katagori C 16 – 25 tahun sebanyak 10 peserta, dan katagori D diatas 25 tahun 10 peserta” terang Wasis.
Salah satu peserta di even ini putri dari Ghofurrur Rochim dan Lellyani Arum Wati yang tidak pernah absen setiap kali even Fishion Show selalu mengikut sertakan anaknya semata wayang Aura Firdauzy Qalda.
 
Dalam wawan cara eklusif dengan Majalah Merista di kediamannya di Sarangan Lellyani mengatakan kami berdua bersama suami sengaja pingin anak kami Aura mempersembahakan yang terbaik buat keluarga dan berguna bagi agama nusa dan bangsa natinya apa bila bisa go pablik.
“Semenjak dari usia lima Aura masih duduk di bangku Play Grup kami melihat ada bakat menjadi modeling dengan niat untuk anak, kami tidak pikir panjang lagi langsung menyekolahkan modeling, ternyata menuaikan hasil yang luar biasa” ujar Lellyani
 
Ditambahkan Ghufurrur, setiap kali Aura mengikuti even selalu mendapatkan juara contohnya 19 kali ikut even 17 kali mendapat juara hanya sekali kami merasa kecewa seingat saya even di Sarangan yang mengadakan Disparbudpora Magetan tidak dapat juara sama sekali sedangkan Aura merupakan modeling yang diperhitungkan di Karesidinan Madiun.
 
“Belum lama ini Aura pada tanggal 8 April 2012 nendapat juara satu Top modeling harapan 3 dan foto model juara 1 favorit pemirsa di Timbul Jaya Plaza Madiun dan sebelumnya dari Shoppi Paris 4 piagam dan 4 piala sedang yang lainya 9 piala dan piagam di minta Sekolahannya Aura di SD 2 Plaosan Magetan kelas 3, ini setidak – tidaknya mengangkat nama Sekolahan SD 2 Plaosan Magetan dan Kabupaten Magetan pada umunya” ucap Ghufurrur.
 
Mengingat pada even Fishion Show Batik Magetan 2013, menjadikan Batik Sebagai Warisan Leluhur Bangsa, Menuju Generasi yang Berbudaya, Minggu (22/12/2013) yang lalu tidak menyangka kalau Aura bisa mendapat juara Satu Katagori B 9 – 15 tahun menyingkirkan 24 peserta yang tidak bisa dianggap enteng karena rata-rata dari peserta katagori B merupakan peserta yang sudah terdidik dari sekolahan modeling yang ternama, untuk itu dengan akemengan ini merupakan beban yang berat bagi Aura dan kami sebagai orang tua selalu mengingatkat Aura jangan sombong sebagai pemenang dan jangan bersedih apa bila tidak dapat kesempatan jadi juara ujar Lellyani yang di percaya menjadi Manager di salah satu Hotel di Sarangan.
 
“Untuk itu saya sebagai mama dari Aura sekalian mempromosikan dimana Batik Asli Magetan seandainya mau pergi ke Perkampungan Pengrajin Batik ini dari kota Magetan membutuhkan waktu kurang lebih 1 jam. Dari pertigaan Pasar Plaosan, terdapat pertigaan, kemudian masuk ke arah kiri (ada dua jalan, pilih yang paling kiri bukan yang ke atas). Kita akan melewati jalan setapak yang lumayan sudah di aspal, disepanjang jalan itu terdapat banyak peternakan ayam di sebelah kiri dan kanan jalan. Kurang lebih 2 Kilometer terdapat pertigaan kecil, dan disebelah kiri jalan nanti ada papan yang bertuliskan ”SENTRA BATIK” kemudian belok ke kanan, kira-kira 30 meter dari situ kita akan masuk ke perkampungan Sidomukti. Dipintu masuk perkampungan ini terdapat juga patung seorang ibu yang sedang membatik”.
 
Di perkampungan tersebut terdapat satu kelompok pengrajin batik yang bernama ”MUKTI RAHAYU“. Disamping rumah tersebut terlihat ibu-ibu yang sedang membatik. Mereka banyak mendapatkan pesanan dari sekolah, instansi ataupun dari daerah dari luar Magetan. Perlu diketahui juga bahwa batik sidomukti ini juga sebagai seragam para PNS di lingkungan Kabupaten Magetan terang Lellyani
 
“Sebagai warga Magetan sudah sepatutnya kita mencintai dan memakai produk sendiri, seperti Batik Sidomukti ini. Kita juga patut berbangga Magetan mempunyai Batik Sidomukti ini. Semoga batik sidomukti ini mendapatkan perhatian khusus dari Pemerintah Daerah” pungkasnya. (lak)

Mearindo, Magetan – Diujung akhir tahun 2013 Primadona Porvoresen mengadakan Even Fishion Show Batik Magetan 2013, menjadikan Batik Sebagai Warisan Leluhur Bangsa, Menuju Generasi yang Berbudaya, selain itu Magetan mempunyai potensi wisata yang bisa di handalkan seperti Telaga Sarangan ternyata juga mempunyai Batik Asli Khas Magetan. Orang menyebutnya Batik Sidomukti / Batik Pring, karena memang motif dari batik yang satu ini adalah bambu (pring = dalam bahasa jawa). Pengrajin Batik Sidomukti ini bertempat di Dusun Papringan, Desa Sidomukti, Kecamatan Plaosan, Kabupaten Magetan. Sebuah perkampungan di bawah lereng Gunung Lawu.
 
Wasis Ketua Panitia Fishion Show Batik Magetan, mengatakan kepada Majalah Merista Minggu (22/12/2013) ketepan pas Hari Ibu, Primadona Porvoresen merupakan even yang kedua, kami sengaja mengangkat Batik Magetan sebagai tema karena semua orang itu tidak paham terhadap batik, termasuk para pejabat Magetan juga belum tentu paham apa rtinya batik ? Batik itu yang asli itu adalah yang mengunakan malem baik tulis maupun cetak asal yang menggunakan malem baru namanya batik tidak seperti yang saya pakai saat sekarang ini kelihatanya batik namun ini adalah printing, apapun yang terjadi baiknya atau dilihat jelek sejatinya batik yang ditulis itu merupakan roh dari penulis batik.
 
“Acara Fishion Swoh ini terdiri dari empat katagori A 4 – 8 tahun sebanyak 25 peserta, Katagori B 9 – 15 tahun sebanyak 25 peserta, Katagori C 16 – 25 tahun sebanyak 10 peserta, dan katagori D diatas 25 tahun 10 peserta” terang Wasis.
Salah satu peserta di even ini putri dari Ghofurrur Rochim dan Lellyani Arum Wati yang tidak pernah absen setiap kali even Fishion Show selalu mengikut sertakan anaknya semata wayang Aura Firdauzy Qalda.
 
Dalam wawan cara eklusif dengan Majalah Merista di kediamannya di Sarangan Lellyani mengatakan kami berdua bersama suami sengaja pingin anak kami Aura mempersembahakan yang terbaik buat keluarga dan berguna bagi agama nusa dan bangsa natinya apa bila bisa go pablik.
“Semenjak dari usia lima Aura masih duduk di bangku Play Grup kami melihat ada bakat menjadi modeling dengan niat untuk anak, kami tidak pikir panjang lagi langsung menyekolahkan modeling, ternyata menuaikan hasil yang luar biasa” ujar Lellyani
 
Ditambahkan Ghufurrur, setiap kali Aura mengikuti even selalu mendapatkan juara contohnya 19 kali ikut even 17 kali mendapat juara hanya sekali kami merasa kecewa seingat saya even di Sarangan yang mengadakan Disparbudpora Magetan tidak dapat juara sama sekali sedangkan Aura merupakan modeling yang diperhitungkan di Karesidinan Madiun.
 
“Belum lama ini Aura pada tanggal 8 April 2012 nendapat juara satu Top modeling harapan 3 dan foto model juara 1 favorit pemirsa di Timbul Jaya Plaza Madiun dan sebelumnya dari Shoppi Paris 4 piagam dan 4 piala sedang yang lainya 9 piala dan piagam di minta Sekolahannya Aura di SD 2 Plaosan Magetan kelas 3, ini setidak – tidaknya mengangkat nama Sekolahan SD 2 Plaosan Magetan dan Kabupaten Magetan pada umunya” ucap Ghufurrur.
 
Mengingat pada even Fishion Show Batik Magetan 2013, menjadikan Batik Sebagai Warisan Leluhur Bangsa, Menuju Generasi yang Berbudaya, Minggu (22/12/2013) yang lalu tidak menyangka kalau Aura bisa mendapat juara Satu Katagori B 9 – 15 tahun menyingkirkan 24 peserta yang tidak bisa dianggap enteng karena rata-rata dari peserta katagori B merupakan peserta yang sudah terdidik dari sekolahan modeling yang ternama, untuk itu dengan akemengan ini merupakan beban yang berat bagi Aura dan kami sebagai orang tua selalu mengingatkat Aura jangan sombong sebagai pemenang dan jangan bersedih apa bila tidak dapat kesempatan jadi juara ujar Lellyani yang di percaya menjadi Manager di salah satu Hotel di Sarangan.
 
“Untuk itu saya sebagai mama dari Aura sekalian mempromosikan dimana Batik Asli Magetan seandainya mau pergi ke Perkampungan Pengrajin Batik ini dari kota Magetan membutuhkan waktu kurang lebih 1 jam. Dari pertigaan Pasar Plaosan, terdapat pertigaan, kemudian masuk ke arah kiri (ada dua jalan, pilih yang paling kiri bukan yang ke atas). Kita akan melewati jalan setapak yang lumayan sudah di aspal, disepanjang jalan itu terdapat banyak peternakan ayam di sebelah kiri dan kanan jalan. Kurang lebih 2 Kilometer terdapat pertigaan kecil, dan disebelah kiri jalan nanti ada papan yang bertuliskan ”SENTRA BATIK” kemudian belok ke kanan, kira-kira 30 meter dari situ kita akan masuk ke perkampungan Sidomukti. Dipintu masuk perkampungan ini terdapat juga patung seorang ibu yang sedang membatik”.
 
Di perkampungan tersebut terdapat satu kelompok pengrajin batik yang bernama ”MUKTI RAHAYU“. Disamping rumah tersebut terlihat ibu-ibu yang sedang membatik. Mereka banyak mendapatkan pesanan dari sekolah, instansi ataupun dari daerah dari luar Magetan. Perlu diketahui juga bahwa batik sidomukti ini juga sebagai seragam para PNS di lingkungan Kabupaten Magetan terang Lellyani
 
“Sebagai warga Magetan sudah sepatutnya kita mencintai dan memakai produk sendiri, seperti Batik Sidomukti ini. Kita juga patut berbangga Magetan mempunyai Batik Sidomukti ini. Semoga batik sidomukti ini mendapatkan perhatian khusus dari Pemerintah Daerah” pungkasnya. (lak)
banner 468x60

No Responses

Tinggalkan Balasan