banner 728x90

Jamasan Pusaka Kabupaten Ngawi

Mearindo Ngawi – Jamasan pusaka meliputi dua buah tombak , Kyai Singkir dan Kyai Songgolangit
serta dua payung yakni Tunggul Wulung dan Tunggul Warono, berlangsung khidmat
yang mengambil tempat di Pendopo Wedya Graha yang merupakan agenda tahunan
jelang peringatan Hari jadi Kabupaten Ngawi yang ke- 655, (3/7/13).

Ritual ini langsung dipimpin oleh Bupati Ngawi Ir Budi
Sulistyono dan diikuti oleh para Unsur Pimpinan Daerah (Unspinda) serta para
staf dilingkungan Pemkab Ngawi dengan memakai pakaian adat kejawen yang
berlangsung dengan khidmat.

Jamasan pusaka yang merupakan warisan para pendiri
Kabupaten Ngawi pada masanya itu dilakukan oleh sesepuh agung yang sudah cukup
popular di bumi orek-orek yakni Ki Suharno Ilham.

Satu persatu pusaka yang cukup memiliki filosofi ini
disiram dengan beberapa rupa kembang dan sesaji lainya dengan diikuti dengan
kalimat mantra dari Ki Suharno Ilham yang didampingi para sesepuh yang
tergabung dalam peguyuban Permadani (Persatuan Masyarakat Budaya Nasional
Indonesia) Cabang Kabupaten Ngawi.

Sebelumnya pusaka Kabupaten Ngawi ini diboyong dari
plangkanya yang ada didalam Pendopo Wedya Graha dengan dikawal oleh lima
sesepuh yang dipimpin oleh Ki Sugito yang merupakan Ketua Permadani Cabang
Ngawi.

Suasana di Pendopo Wedya Graha makin bertambah sakral
ketika lantunan gending pakurmatan tengah mengiringi jamasan pusaka khususnya
Ketawang Ngawiyat dan Gending Boyong Basuki yang ditabuh oleh para pengrawit.

Seusai jamasan, ke empat pusaka diboyong lagi ke tempat
semula seperti diketahui kedua tumbak dan dua payung tersebut konon peninggalan
para adipati yang memegang kekuasaan di era zaman Majapahit.

“Memang setiap tahunya dilakukan jamasan pusaka milik
kabupaten ini dan perlu diketahui bersama setiap lima tahun sekali pasti
diadakan kirab pusaka menuju Ngawi Purba menuju Pendopo Wedya Graha seperti
tahun lalu,” terang Ki Sugito.

Selain itu dirinya menambahkan, jamasan pusaka merupakan
bagian dari wujud melestarikan budaya Jawa yang adiluhung sehingga kedepanya
para generasi muda akan tahu kebudayaan yang diwariskan oleh para leluhurnya.

Dan dihari sebelumnya Selasa (2/7) Bupati Ngawi beserta
wakilnya dan para staf melakukan ziarah ke makam leluhur yang tidak lain para
Adipati yang memegang pemerintahan di Ngawi.

Ada beberapa makam yang diziarahi seperti makam Raden
Tumenggung Poerwodiprojo yang ada di belakang Masjid Jamii Baiturrahman Ngawi,
makam Patih Pringgo Koesoemo di Ngawi Purba, makam Raden Adipati Kertonegoro di
gunung Sarean Kecamatan Sine dan di akhiri ke makam Raden Patih Ronggolono dan
Putri Cempo di Desa Tawangrejo, Kecamatan Ngrambe.

Sementara nuansa Kota Ngawi menjelang peringatan hari
jadinya tampak dipenuhi berbagai agenda kegiatan yang dilaksanakan pihak Pemkab
Ngawi.(Lin)

banner 468x60

No Responses

Tinggalkan Balasan