banner 728x90

Jalan Rusak Dibiarkan, 8.5 Milyar Uang Rakyat Dihamburkan Demi Beli Mobil Camat dan Vidiotron

Jalan di Duwet Plaosan Magetan

Magetan, Mearindo.com – Bola panas pro kontra rencana anggaran pengadaan Videotron Rp 3,5 Milyar dan Mobil Camat Rp 5 Milyar semakin tampak ngotot diperjuangkan oleh Pemerintah Kabupaten Magetan Jawa Timur

Kritikan tidak hanya datang dari aktifis ormas tokoh masyarakat dan DPRD, namun juga datang dari warga Magetan yang menyayangkan ambisi Pemkab Magetan belanja mobil dan vidiotron dibanding memperbaiki jalan aspal yang rusak.

Sebelumnya diberitakan tentang Pemkab Magetan yang berencana mengadakan videotron senilai Rp 3,5 miliar di kawasan Pasar Sayur, Rencana tersebut mendapat sorotan Banggar DPRD.

Anggaran Rp 8,5 miliar untuk dua rencana belanja Pemkab Magetan menuai kritik dari parlemen. DPRD Magetan mempertanyakan urgensi pengadaan videotron Rp 3,5 miliar dan mobil operasional camat Rp 5 miliar yang diusulkan dalam Perubahan APBD (P-APBD) 2026.

Perhatian dan kritikan tajam diarahkan pada rencana Pemkab Magetan dalam hal pengadaan videotron Pasar Sayur Magetan. Badan Anggaran (Banggar) DPRD menilai nilai pengadaan tidak sebanding dengan potensi penerimaan pajak reklame yang dihasilkan daerah.

Dalam wawancara dengan sejumlah awak media, Anggota Banggar DPRD Magetan dari Fraksi Golkar Didik Haryono menyebut potensi pendapatan pajak reklame videotron di Magetan hanya sekitar Rp 245 juta per tahun.

Sementara ditempat terpisah, kabar Pemkab Magetan yang berambisi menghabiskan uang 8.5 Milyar untuk mobil camat dan vidiotron tersebut juga menjadi pembahasan meluas ditengah masyarakat.

Yahmin (40 tahun) warga Plaosan menyayangkan niat Pemkab menghambur hamburan anggaran milyaran rupiah demi program yang dinilai jauh dari keterlibatan pada rakyat.

Warga Plaosan yang kesehariannya bekerja sebagai pedagang sayur keliling tersebut berharap Bupati Magetan lebih memikirkan kepentingan yang menjadi kebutuhan dasar rakyat Magetan dan manfaatnya lebih dapat dirasakan masyarakat seperti perbaikan jalan maupun membangun sarana pendukung pertanian.

Jalan di Duwet Plaosan Magetan

“Situasi saat ini ekonomi sulit, kalau di TV banyak diberitakan perintah evisiensi dana agar lebih digunakan untuk kepentingan rakyat, tapi di Magetan denger (dengar) kok pemerintahnya mau pakai uang rakyat untuk beli mobil sama papan reklame yang tidak ada gunanya bagi wong cilik (rakyat kecil)”, keluh Yahmin

Yahmin juga menunjukkan beberapa ruas jalan sebagai akses vital dilewati transportasi warga setiap harinya dalam keadaan rusak memprihatinkan. Ia berharap Bupati lebih memprioritaskan perbaikan jalan rusak, saluran pertanian, sarana usaha lainya.

“Coba lihat mas Magetan masih banyak jalan aspal yang sudah rusak dan kalau dilewati sepeda motor rasanya bikin perut mual, kasihan kalau ibu hamil dibonceng lewat jalan seperti itu mestinya sakit perutnya”, kata Yahmin.

“Mas Kalau Bupati ini peka dan pejabatnya punya nurani harusnya keliling Magetan pakai Motor mas, lihat di Parang jalan Kabupaten tidak layak banyak. Diberbagai Kecamatan seperti jalan raya Bendo juga rawan kecelakaan, suruh mikir pejabatnya,” Pungkas Yahmin. (G. Tik)

banner 468x60

No Responses

Tinggalkan Balasan