banner 728x90

Berikut Profil dan Perjalanan Karier Wali Kota Madiun Maidi Sebelum OTT KPK

Madiun, Mearindo.com – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan operasi tangkap tangan (OTT) di Kota Madiun, Jawa Timur, dan mengamankan 15 orang, termasuk Wali Kota Madiun, Maidi. Penangkapan ini terkait dugaan korupsi fee proyek dan dana Corporate Social Responsibility (CSR) di wilayah Kota Madiun.

Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, membenarkan penindakan tersebut dan menyatakan 9 orang dari 15 yang diamankan dibawa ke Jakarta untuk pemeriksaan lebih lanjut. Barang bukti berupa uang tunai senilai ratusan juta rupiah juga disita.

KPK masih mendalami kasus ini dan belum menetapkan status hukum pihak-pihak yang diperiksa. OTT ini menambah daftar kepala daerah yang terjerat kasus hukum di awal tahun 2026. KPK terus berkomitmen memberantas korupsi dan memastikan transparansi dalam pemerintahan.

Maidi, lahir di Desa Dadi, Kecamatan Plaosan, Kabupaten Magetan, pada 12 Mei 1961. Harta kekayaan Maidi tercatat sekitar Rp16,9 miliar menurut Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) yang disampaikan kepada KPK pada 2 April 2025. Kekayaan ini terdiri dari:

  • Tanah dan Bangunan: sekitar Rp16,07 miliar, tersebar di Kota Madiun, Kabupaten Madiun, Magetan, dan Ngawi,
  • Alat Transportasi dan Mesin: sekitar Rp647 juta, termasuk mobil dan sepeda motor.
  • Kas dan Setara Kas: sekitar Rp1,4 miliar
  • Harta Bergerak Lainnya: sekitar Rp95,8 juta

Total harta Maidi mencapai sekitar Rp18,22 miliar, dengan utang sekitar Rp1,29 miliar, sehingga nilai kekayaan bersihnya tercatat sekitar Rp16,93 miliar. Kekayaan Maidi menunjukkan tren peningkatan dalam lima tahun terakhir, dari Rp12,66 miliar pada 2021 menjadi Rp16,93 miliar pada 2025.

Maidi, Wali Kota Madiun, adalah seorang politikus dan mantan birokrat Indonesia yang menjabat sebagai Wali Kota Madiun untuk periode 2025-2030 bersama Bagus Panuntun dengan meraih suara terbanyak. Maidi – Panuntun unggul di 3 Kecamatan dengan diusung 11 partai politik (PSI, Nasdem, Demokrat, Gerindra, PKB, PKS, PAN, Prima, Gelora, PBB, dan PPP). Sebelumnya, ia juga menjabat sebagai Wali Kota Madiun pada periode 2019-2024.

Berikut Latar Belakang Pendidikan Maidi:

  • Sarjana Pendidikan Geografi dari IKIP Surabaya (1985)
  • Sarjana Hukum dari Universitas Merdeka Madiun (1996)
  • Magister Manajemen dari Universitas Satyagama Jakarta (1999)
  • Magister Pendidikan dari Universitas PGRI Adi Buana Surabaya (2002)
  • Doktor Administrasi Publik dari Universitas Terbuka Surabaya (2023)

Karier:

  •  Guru Geografi di SMAN 1 Madiun (1989-2002),
  • Kepala SMAN 2 Madiun (2002),
  • Kepala Bagian Tata Usaha Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Madiun (2002),
  • Penjabat Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Madiun (2003),
  • Kepala Dinas Pendapatan Daerah Kota Madiun (2005),
  • Sekretaris Daerah Kota Madiun (2009-2018),
  • Wali Kota Madiun (2019-2024, 2025-2030).

Program Saat Menjabat Wali Kota Madiun:

  • Pancakarya: Madiun Kota Pintar, Madiun Kota Melayani, Madiun Kota Membangun, Madiun Kota Peduli, dan Madiun Kota Terbuka,
  • Pengembangan destinasi kuliner melalui program Peceland,
  • Peluncuran ikon Madiun sebagai Kota Sejuta Bunga,
  • Program Pendekar Obat dan Pendekar Waras untuk penanganan pandemi COVID-19,
  • Pembangunan infrastruktur perkotaan, termasuk pengembangan kawasan Pahlawan Religi Center (PRC),
  • Pembagian laptop gratis bagi siswa dan guru. (G.Tik)
banner 468x60

No Responses

Tinggalkan Balasan