banner 728x90

Petugas Gabungan PT. KAI Madiun Adakan Swuping Penumpang Bonek

Ilustrasi Keret Api dan Para penumpang di
Stasiun Madiun Kota
Madiun
Media Online Mearindo.com – Petugas gabungan PT Kereta Api Indonesia Daerah
Operasional VII Madiun memeriksa penumpang dari kalangan suporter Persebaya
Surabaya atau yang dikenal dengan sebutan Bonek di Stasiun Kota Madiun, Jumat
(6/1/2017) kemarin.
Dari
hasil pemeriksaan, tidak ada yang membawa senjata tajam dan seluruh anggota
Bonek memiliki tiket. Pemeriksaan ini dilakukan PT KAI Daops VII selama dua
hari, Kamis-Jumat (5-6/1/2017). Pemeriksaan dilakukan secara intensif menjelang
Kongres PSSI di Bandung, Minggu (8/1/2017).
Manajer
Humas PT KAI Daops VII Madiun, Supriyanto, mengatakan pemeriksaan suporter
Persebaya ini dilakukan untuk memastikan mereka tidak membawa barang-barang
yang membahayakan. Selain itu, PT KAI memastikan keselamatan para anggota Bonek
selama berada di kereta api.
“Kami
melarang mereka untuk mengeluarkan atribut keluar gerbong karena itu
berbahaya,” tutur Supriyanto, kepada Media On Line Mearindo.Com via phone,
Sabtu (7/1/2017).
Supriyanto
menuturkan pemeriksaan dilakukan sepuluh menit selama kereta api berhenti di
Stasiun Madiun. Sebelumnya, PT KAI telah mengetahui ada ratusan anggota Bonek
yang menumpang KA Pasundan dari Surabaya menuju Bandung.
PT KAI Daops VII Madiun menerjunkan
delapan anggota Brimob, empat anggota Polres Madiun Kota, dan 12 anggota
Polsuska untuk memeriksa ratusan Bonek tersebut. Tidak ditemukan senjata dan
semua penumpang membawa tiket, berlaku tertib, dan tidak merokok selama berada
kereta.(lak)

banner 468x60

No Responses

Tinggalkan Balasan