banner 728x90

Madiun Sasaran Empuk Imigran Gelap. Bantu Sembunyikan Bisa Dipidanakan?

Madiun – Mearindo.com. Madiun salah
satu kota yang menjadi sasaran empuk imigran gelap dari negeri China, terbukti
dengan tertangkapnya dua WNA ilegal yakni Xiangxin (29) dan Yiquan (30) yang
sudah diamankan di Kantor Imigrasi Kota Madiun dan dilakukan intrograsi
beberapa waktu lalu ternyata masih menyisakan pekerjaan lain, Pasalnya masih
diendus terdapat sedikitnya dua WNA ilegal yang belum berhasil ditangkap
pegawai Imigrasi Madiun. (13/01/17)
Xiuji atau dikenal dengan sebutan
Mr.Suji adalah salah satu diduga WAN ilegal yang berhasil meloloskan diri saat
pencarian petugas imigrasi Kota Madiun, Xiuji menurut warga madiun yang bekerja
sebagai tenaga ahli di perusahaannya adalah Bos pabrik distributor es krim yang berada di  Jl.Kapten Tendean Kelurahan Kecamatan
Tamanan, Madiun, Jawa Timur dengan menunjuk Darmi, perempuan asal Kaibon
sebagai Manager perusahaanya untuk wilayah Madiun dan sekitarnya.
Menurut Salah satu karyawan Joko
(nama samaran yang identitasnya minta dirahasiakan) menuturkan dirinya sudah
bekerja selama kurang lebih dua bulan menjadi sales dan mengirimkan barang es
krim ke agen – agen madiun. Awalnya ia mencurigai pengiriman alat alat frezer dan sebagainya yang dikirim dari jakarta maupun luar negeri ditujukan ke rumah Sudarmi dan pengiriman dengan truk yang ditulisi Sembako dan sebagainya. 
“Bos Xiuji itu tidak bisa bahasa
Indonesia, dia pakai penerjemah, dan mempercayakan perusahaan es madiun ke Saudari Sudarmi, saya kira sudah pabrik resmi, tapi saya kaget ternyata setelah baca koran kata dinas Imigrasi
bos saya bermasalah” ujar Joko
Sementara itu menurut Sigit
Roesdianto, Ka.Kantor Imigrasi Klas II A Madiun, kaburnya dua imigran tersebut
diduga rencana penggrebegan sudah bocor, sebagaimana disampaikan kepada awak media
Sedangkan ditempat lain, Sifaul Anam
ketua Ormas Orang Indonesia Bersatu yang eksis melakukan gerakan anti komunis
dan TKA ilegal ini menyayangkan atas lemahnya pengawasan dan pembinaan aparat
hukum di wilayah Madiun. Menurutnya kasus imigran gelap ini adalah rata menjadi perhatian khusus di Indonesia,
tentunya perlu adanya sosialisasi kepada masyarakat Madiun agar waspada dan
segera melapor bilamana ada aktifitas baru, atau pendatang yang ingin tinggal,
berusaha atau menetap di wilayahnya.
“Sekarang tinggal hukum ini mau
dibawa kemana? Mau dibuat apa? Wong sudah jelas untuk imigran pidananya diatur
dalam uu no.09 tahun 1992 jo uu.37 tahun 2009 tentang keimigrasian” tanggap
Anam
Lebih lanjut, Anam menegaskan bahwa
siapapun yang terlibat membantu aktifitas baik menyembunyikan, memberikan tumpangan
bagi WAN yang masih ilegal maka bisa diduga membantu tindak pidana kejahatan. Hal
ini tidak boleh diaggap remeh karena ini subtansinya adalah kedaulatan NKRI
serta menyangkut kewibawaan hukum di Indonesia.
“Sudarmi atau siapapun yang membantu
menyembunyikan imigran gelap bisa dikenakan pidana tersebut sesuai pasal
54  dengan ancaman pidana kurungan
penjara dan atau dendan 25 juta” tambah Anam


Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 9 Tahun 1992
Tentang Keimigrasian
Pasal 54
Setiap orang yang dengan sengaja menyembunyikan, melindungi,
memberi pemondokan, memberi penghidupan atau pekerjaan kepada orang asing yang
diketahui atau patut diduga : 

  1. pernah diusir atau dideportasi dan
    berada kembali di wilayah Indonesia secara tidak sah, dipidana dengan pidana
    penjara paling lama 6 (enam) tahun dan/atau denda paling banyak Rp. 30.000.000,
    – (tiga puluh juta rupiah); 
  2. berada di wilayah Indonesia secara
    tidak sah, dipidana dengan pidana penjara paling lama 5 (lima)  tahun dan/atau denda paling banyak Rp.
    25.000.000, – (dua puluh lima juta rupiah); 
  3. izin keimigrasiannya habis berlaku, dipidana
    dengan pidana penjara paling lama 1 (satu) tahun atau denda paling banyak Rp.
    5.000.000, – (lima juta rupiah).
Sementara itu pabrik distributor es
krim yang diduga belum berizin sesuai UU/23/2014 sudah menjadi target tindakan
oleh Dinas Ketenaga Kerjaan Madiun untuk dilakukan pembinaan karena juga status
Xuji sebagai tenaga Ahli atau mempekerjakan warga asing. Sudarmi selaku manager
wilayah Madiun ketika dikonfirmasi melalui nomor selulernya 
081334009369 – 085735854990 hingga berita ini diterbitkan belum
memberikan tanggapan. (Lih)
banner 468x60

No Responses

Tinggalkan Balasan