banner 728x90

Kasus Carik Joketro "Sanksi Inspektorat Bagi PNS Judi Dadu Nunggu Proses Hukum Polisi"

Carik Joketro dan dua temannya saat di Relis di Polres
Magetan
Magetan – Surat Tembusa dari kepala desa
Joketro ke pada Camat Parang sudah sampai di Inspektorat tentang Cariknya yang
PNS ketangkap tangan saat berjudi Dadu. Pemeriksaan oknum PNS Carik yang
tertangkap saat berjudi Dadu masih menunggu hasil proses hukum yang dilakukan
oleh polisi, kata Kepala Ispektorat Pemerintah kabupaten Magetan Mey
Sugiartini, SH. kepada Mearindo.com, Minggu (15/1/2017).
“Kalau proses hukum sudah selesai
dan yang bersangkutan memang dinyatakan terbukti terlibat, selanjutnya jelas
akan kami proses,”katanya.
Kepala Inspektorat Pemkab Magetan Mey
mengemukakan hal ini menanggapi adanya oknum PNS Carik  Desa Joketro Kecamatan Parang Kabupaten
Magetan Heru Sayuti, yang tertangkap petugas Gabungan Kodim 0804 dan Polres
Magetan, karena menjadi pemasang judi Dadu.
Perangkat Desa sebagai Carik yang sudah
PNS ini, Heru Sayuti tertangkap petugas Kodim 0804 dan anggota Reskrim Polres
Magetan bersama temannya Suyono
(penjaga), Bowo (pedagang rokok) Bongkring (Bandar) dan Gareng di
salah satu rumah warga Desa Joketro dalam sebuah penggerebakan.
Dari tangan tersangka, Pada saat itu Polisi juga menyita
sejumlah barang bukti berupa 3 Mata dadu, 1 buah tatakan dadu, 1 buah tempurung
kelapa, 1 buah beberan dari plastik, 3 unit sepeda motor, uang tunai Rp.
939.000,-
PNS Carik Heru Sayuti Adapun kronologis kejadiannya pada
hari Senin tanggal 2 Januari 2017 sekitar pukul 17.30 WIB. anggota Satuan
Reskrim Polres Magetan mendapatkan informasi dari masyarakat bahwa di Desa
Joketro Kecamatan Parang Kabupaten Magetan ada judi dadu, kemudian buser Polres
Magetan langsung meluncur ke lokasi dan di Tempat kejadian Perkara benar
terdapat perjudian dadu kopyok dan langsung dilakukan penangkapan dan penyitaan
barang bukti.
Untuk mempertanggung jawabkan
perbuatannya, kedua tersangka judi togel ini dijerat dengan pasal 303 Kitab
Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) dengan ancaman hukuman 7 tahun dan atau denda
Rp25 juta rupiah.
Menurut Kepala Ispektorat Mey, kasus
tindak pidana kriminal yang melibatkan oknum PNS Carik Joketro di lingkungan
pemkab Magetan tentunya Inspektorat dalam menentukan pemberian sangsi bagi PNS
yang melakukan Indisipliner Pegawai harus melalui pemeriksaan dulu karena hal
itu untuk membuat bobot kesalahan yang dilakukan perlu pertimbangan yang
meringankan dan yang memberatkan.

“Untuk itu dari
sisi pidana biar kepolisian yang melalukan proses hukumnya sedang dari PNS nya
juga harus ada proses, ini akan di koordinasikan dengan Camatnya dan kalau
sudah keluar dilanjutkan ke Bapak Bupati,” pungkas Mey Sugiartini. (lak)

banner 468x60

No Responses

Tinggalkan Balasan