Bantuan Bibit Tanaman Keras dari BLH Kabupaten Magetan Terkesan Asal – Asalan
Saat
Mulyadi meneliti bantuan bibit di Desa Getasanyar
Mulyadi meneliti bantuan bibit di Desa Getasanyar
Mageta-Mearindo.Koordinator Infestigasi LSM Walidasa wilayah
Kabupaten Magetan Mulyadi mengatakan,
hasil infestigasi kinerja tenaga pemberi Bantuan Bibit Tanaman Keras penahan
sumber air seperti Beringin, LO, Gayam, Duwet, Nangka, Bulu dan Pucung dari Badan
Lingkungan Hidup (BLH) di daerah Kecamatan Lembeyan : Desa Tapen 455 bibit dan
Desa Krowe 455 bibit, Kecamatan Ngariboyo : Desa Banyudono 665 bibit, Kecamatan
Panekan : Desa Jabung 455 bibit, Kecamatan Plaosan : Desa Dadi 455 bibit,
Kecamatan Sidorejo : Desa Sidomulyo 455 bibit, Desa Sumber Sawit 455 bibit,
Desa Getasanyar 455 bibit total semua 3.850
bibit itu masih sangat mengecewakan, karena selama ini pemberian bantuan
dinilai asal-asalan.
Kabupaten Magetan Mulyadi mengatakan,
hasil infestigasi kinerja tenaga pemberi Bantuan Bibit Tanaman Keras penahan
sumber air seperti Beringin, LO, Gayam, Duwet, Nangka, Bulu dan Pucung dari Badan
Lingkungan Hidup (BLH) di daerah Kecamatan Lembeyan : Desa Tapen 455 bibit dan
Desa Krowe 455 bibit, Kecamatan Ngariboyo : Desa Banyudono 665 bibit, Kecamatan
Panekan : Desa Jabung 455 bibit, Kecamatan Plaosan : Desa Dadi 455 bibit,
Kecamatan Sidorejo : Desa Sidomulyo 455 bibit, Desa Sumber Sawit 455 bibit,
Desa Getasanyar 455 bibit total semua 3.850
bibit itu masih sangat mengecewakan, karena selama ini pemberian bantuan
dinilai asal-asalan.
“Dari hasil Infestigasi Elektronik
pengadaan Bibit tersebut dari Dana Alokasi Khusus tapi di Rencana Umum
Pengadaan (RUP) tahun 2016 tidak muncul dan hasil Infestigasi di 5 Kecamatan
untuk 8 Desa yang kami lakukan selama ini, menunjukkan bahwa Kontraktor yang
ditunjuk untuk mengadakan bibit tanaman di
samping masih rendahnya pengalaman dalam pengadaan bibit tanaman juga saat
mengantar ke desa yang diberi bantuan waktunya sore hari tidak ada petugas atau
pamong desa yang menerima, bibit diletakkan di halaman balai desa seperti
barang tak bertuan,”terang Mulyadi yang akrab dipanggil Jenggot
Padahal, sambung Jenggot, peran pemborong atau pengadaan barang dan jasa tenaga
seharusnya bibit yang diadakan sudah siap tanam karena kalau menurut kontraknya
tinggi sekitar 1,5 samapai dengan 2 meter namun kenyataan barang yang ada ada
yang tingginya tidak sampai satu meter dan lucunya untuk bibit tanaman LO hanya
batang pohon LO yang dipotong sebelah rantingnya lalu di kasih tanah sepertinya
hasil cangkokan.
Hariyanto warga masyarakat Getasanyar saat di
mintai keterangan Miarindo.com mengatakan saat bantuan bibit tanaman datangnya
sekitar pukul 18.00 Wib dan barang tersebut hanya ditaruh di depan balaidesa
itupun tanpa minta tanda terima dari perangkat desa dan jumlahnya berapa
kami tidak tahu, Senin (2/1/2017).
mintai keterangan Miarindo.com mengatakan saat bantuan bibit tanaman datangnya
sekitar pukul 18.00 Wib dan barang tersebut hanya ditaruh di depan balaidesa
itupun tanpa minta tanda terima dari perangkat desa dan jumlahnya berapa
kami tidak tahu, Senin (2/1/2017).
“Sejak bantuan itu ditaruh di depan balai desa
kurang lebih ada tiga minggu ini bibit tersebut masih ada di depan balai desa
tidak langsung ditanam karena kami tidak tahu maksudnya mengenai bantuan ini
karena tidak ada penyuluhan dari BLH,” ucap Hariyanto.(lak)
kurang lebih ada tiga minggu ini bibit tersebut masih ada di depan balai desa
tidak langsung ditanam karena kami tidak tahu maksudnya mengenai bantuan ini
karena tidak ada penyuluhan dari BLH,” ucap Hariyanto.(lak)



No Responses