banner 728x90

Polres Ngawi Adakan Simulasi Pengamanan Pilgub Jatim

Mearindo
Ngawi
– Ratusan massa dari kubu calon Gubernur
terus merangsek kantor Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Kabupaten Ngawi.
Massa kian beringas hingga berujung pengerusakan lantaran kecewa aksi orasinya
dihentikan oleh pihak panwaslu. Inilah gambaran dari simulasi pengamanan dalam
rangka operasi bersandi “Mantap Praja Pilgub Jawa Timur 2013”. (9/10/13).

Masih dalam simulasi pengamanan ini, digambarkan, saaat
pasangan Paidi dan Jarkoni melakukan orasi kampanye yang di hentikan Panwaslu.
Menurut Panwaslu sendiri kampanye yang dilakukan Paidi
didepan ratusan pendukungnya bersifat provokatif terhadap kandidat lain
sehingga pihaknya berhak untuk menghentikan.

Tidak hanya itu, beberapa pendukung Paidi merangsek masuk
kantor KPUD setempat dan langsung merusak peralatan kantor.


Suasana makin memanas, ketika ratusan massa berulah
kembali dengan melakukan penghadangan terhadap petugas yang membawa hasil
penghitungan suara menuju kantor KPUD Kabupaten Ngawi. Dalam adegan selanjutnya pihak Polres
Ngawi langsung menerjunkan satuan pengendali massa untuk menghentikan aksi yang
mengarah ke tindakan anarki.

Petugas terpaksa mengeluarkan tembakan peringatan dan gas
air mata saat massa mulai melempari petugas dengan berbagai benda. Tidak lama
pihak Satserse Polres Ngawi berhasil menangkap beberapa orang yang dianggap
sebagai provokator.

Sesuai keterangan AKP Lilik Sulastri Kabag Humas Polres
Ngawi dalam simulasi ini diterjunkan 638 personel. Terdiri 618 personel dari
berbagai jajaran serta dari 17 Polsek yang ada diwilayahnya selain itu ditambah
10 personel Kodim 0805 dan 10 petugas dari Satpol PP Kabupaten Ngawi.

Ditempat yang sama Kapolres Ngawi AKBP Eddy Junaedi SIK
mengatakan dalam simulasi ada 7 sampai 8 adegan pengamanan Pilgub Jawa Timur
yang digelar 29 Agustus 2013. Dan terkait suasana politik di Ngawi selama ini
jelasnya masih terpantau cukup kondusif.
“Kalau
kita rasakan dan melihat sendiri bahwa situasi di Ngawi ini sangat kondusif dan
menghimbau kepada seluruh lapisan masyarakat secara bersama dan bersinergi
dengan aparat keamanan bagaimana menciptakan kamtibmas pada saat Pilgub nanti,”
terang AKBP Eddy Junaedi SIK.

Namun demikian Kapolres Ngawi juga tidak mengelak pada
saat tahapan Pilgub sendiri semuanya berpotensi terjadinya kerawanan. “Maka
kita berusaha mencegah agar kerawanan tidak terjadi makanya kita siapkan
simulasi pengamanan ini agar semua anggota yang terlibat siap pada waktu
pelaksanaanya nanti,” demikian tegas Kapolres Ngawi. (Lin)
banner 468x60

No Responses

Tinggalkan Balasan