RSUD Sayidiman Magetan Datangkan Alat Baru “Holter ECG”, Siap Layani Deteksi Gangguan Jantung 24 Jam Nonstop
Magetan, Mearindo.com – Kabar baik untuk warga Magetan dan sekitarnya. Rumah Sakit Daerah Sayidiman (RSDS) Magetan baru saja mendatangkan alat kesehatan terbaru bernama Holter ECG. Alat ini dijadwalkan aktif 1-2 minggu lagi dan siap jadi “CCTV jantung” bagi pasien dengan keluhan berdebar, pusing, hingga pingsan tiba-tiba.
Kedatangan Holter ECG melengkapi alat jantung yang sudah ada seperti treadmill dan EKG 12 lead. Dengan begitu, layanan jantung di RSUD Sayidiman naik kelas.
dr. M. Muzakky, Sp.JP, dokter spesialis jantung RSUD Sayidiman Magetan, menjelaskan fungsi utama alat ini dengan bahasa sederhana.
“Holter ECG ini alat untuk merekam jantung selama 24 jam penuh. Fungsinya mendeteksi kelainan listrik atau irama jantung yang sering datang tiba-tiba,” ujar dr. Muzakky, Jumat (26/6/2026).
Masalahnya, gangguan irama jantung atau aritmia sering “sembunyi”. Pasien datang ke RS, jantungnya normal lagi, jadi penyebab pusing atau pingsan nggak ketahuan. Padahal bisa berbahaya.
“Kalau ada pasien yang tiba-tiba pusing, nyeri dada, keringat dingin, berdebar, lalu pingsan sebentar dan sadar lagi tanpa sebab jelas, itu paling sering bisa kita diagnosis pakai Holter ini,” jelasnya.
Dr. Muzakky memberi contoh kasus atlet bulu tangkis yang tiba-tiba pingsan meninggal saat main. Itu salah satu akibat kelainan listrik jantung yang tidak terdeteksi sebelumnya.
Prosesnya tidak ribet. Pasien cukup datang ke RSUD Sayidiman. Petugas akan menempelkan beberapa sensor di dada, lalu diikat dengan sabuk kecil. Setelah itu pasien boleh pulang dan beraktivitas normal selama 24 jam.
“Yang penting jangan kena air karena ini alat elektronik. Besoknya pasien balik lagi bawa alatnya, nanti data rekaman jantung dibaca pakai komputer,” kata dr. Muzakky.
Biar analisisnya makin pas, pasien juga diberi buku catatan kecil. Setiap kali merasa berdebar, pusing, atau tidak nyaman, tinggal catat jam berapa dan keluhannya apa. Nanti dokter tinggal mencocokkan catatan itu dengan rekaman irama jantung di jam yang sama.
Kalau dari hasil Holter ketahuan jantung terlalu lambat di bawah 60x/menit, pasien bisa disarankan pasang “baju jantung” atau pacemaker. Rujukan akan diarahkan ke RS tipe A yang lebih lengkap.
Kalau jantung terlalu cepat, ada dua pilihan: terapi obat untuk menata irama jadi normal, atau tindakan ablasi untuk penyembuhan total bagi yang tidak mau tergantung obat terus.
“Sementara kita fokus diagnostik dulu pakai Holter. Untuk tindakan ablasi butuh fasilitas cath lab yang masih dalam proses,” tambah dr. Muzakky.
Saat ini RSUD Sayidiman baru mendatangkan 1 unit Holter ECG. Jika animo masyarakat tinggi, rumah sakit berencana menambah unit lagi.
Dengan adanya alat ini, warga Magetan tidak perlu lagi jauh-jauh ke Surabaya atau Malang untuk deteksi awal gangguan irama jantung. Deteksi lebih cepat, penanganan lebih tepat. (G.Tik)


No Responses