Jalur Lawu Masih Rawan, Bupati Magetan Siagakan Posko di Panekan
Magetan, Mearindo.com – Perjuangan tanpa kenal lelah melawan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di lereng Gunung Lawu akhirnya membuahkan hasil. Berdasarkan laporan terbaru Rabu (17/9/2026), titik api yang sempat melalap kawasan hutan di wilayah administratif Kabupaten Magetan akhirnya dinyatakan padam sepenuhnya.
Menyambut perkembangan baik ini, Bupati Magetan Nanik Endang Rusminiarti atau yang akrab disapa Nanik Sumantri, terjun langsung meninjau Posko Lapangan (Poslap) Karhutla yang berpusat di Desa Ngiliran, Kecamatan Panekan, Rabu (17/9). Kunjungan ini dilakukan guna memantau perkembangan situasi terkini sekaligus memberi dukungan moril kepada petugas yang terus berjaga.
Dalam kunjungannya, Bupati Nanik mengutarakan rasa syukur namun tetap mengingatkan pentingnya kewaspadaan.
“Alhamdulillah untuk wilayah Magetan api sudah tidak ada lagi, tapi masih perlu terus kita pantau dan waspadai,” ujar Bupati Nanik di lokasi.
Bupati Nanik Sumantri menjelaskan, kendati titik api di Magetan sudah nihil, pergerakan api kini terpantau bergeser ke wilayah Kabupaten Ngawi, tepatnya di Petak 41 dan 42D.
Sikap waspada ini sangat beralasan. Arah angin di pegunungan yang bisa berubah sewaktu-waktu berpotensi membawa api kembali menjalar ke Magetan. Oleh karena itu, Pemkab Magetan memutuskan tetap menyiagakan penuh Posko Desa Ngiliran sebagai garda depan pemantauan dan antisipasi.
Keberhasilan memadamkan api yang melalap lahan sekitar 9 hektare di Petak 50 Desa Jabung serta 8 hektare di Petak 66 RPH Bedagung ini tak lepas dari kerja keras personel gabungan. Tim yang terdiri dari BPBD, TNI, Polri, Perhutani, komunitas relawan, hingga masyarakat desa setempat bahu-membahu naik ke lereng gunung membuat ilaran atau sekat bakar untuk memutus rambatan api. Hingga Rabu (17/9), panjang sekat bakar manual yang dibuat telah mencapai sekitar 2,7 kilometer, membentang dari kawasan Watu Gede hingga Racekangin.
Ke depan, upaya pemadaman tidak hanya bertumpu pada jalur darat. Menurut Bupati Nanik Sumantri , Kabupaten Ngawi telah mengajukan permohonan bantuan water bombing kepada Pemprov Jawa Timur untuk menggempur api di wilayah Ngawi. Mengingat hamparan hutan Magetan dan Ngawi berada di lokasi yang sama, bantuan tersebut juga akan mengamankan Magetan.
“Jadi kalau yang dapat bantuan water bombing itu Ngawi, Magetan juga dapat manfaatnya,” tambah Bupati Nanik.
Kalaksa BPBD Kabupaten Magetan turut mengimbau warga untuk bersama-sama menjaga alam dengan tidak membuka lahan pertanian dengan cara dibakar, tidak membuang puntung rokok sembarangan, serta tidak menyalakan perapian di area rawan.
“Mari kita jaga kelestarian Gunung Lawu, salam tangguh dan salam kemanusiaan.” ajaknya. (G.Tik)


No Responses