banner 728x90

Kemendikdasmen Dorong SMSI Jatim Aktif Sosialisasikan Program Pendidikan ke Daerah

Jakarta, – Mearindo.com, Pengurus Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Provinsi Jawa Timur melakukan kunjungan silaturahmi ke Kompleks Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) di Jalan Sudirman, Senayan, Jakarta, Jumat (28/8).

Rombongan SMSI Jatim diterima langsung oleh Direktur Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Nonformal dan Informal, Gogot Suharwoto, S.Pd., M.Ed., Ph.D, di ruang kerjanya.

Pertemuan tersebut membahas peluang kerja sama antara SMSI Jatim dan jajaran Kemendikdasmen untuk mendukung kemajuan pendidikan dasar di Indonesia, khususnya di Jawa Timur.

Ketua SMSI Provinsi Jawa Timur, Sokip, SH,MH, mengatakan kunjungan tersebut merupakan bagian dari upaya mempererat hubungan antara insan pers dengan pemerintah, khususnya dalam bidang pendidikan.

“Kami silaturahmi untuk mempererat kerja sama di kemudian hari. Kami berharap ada program-program yang bisa dikerjasamakan untuk ikut memajukan pendidikan Indonesia, khususnya pendidikan dasar,” kata Sokip.

Menurut Sokip, pers memiliki tanggung jawab sosial untuk ikut mendukung pembangunan pendidikan. Media tidak hanya menjalankan fungsi penyebaran informasi, tetapi juga dapat menjadi mitra strategis pemerintah dalam menyampaikan berbagai program pendidikan kepada masyarakat.

“Kami insan pers juga bertanggung jawab terhadap kemajuan pendidikan di Indonesia. Karena itu, media harus ikut mengambil bagian dalam menyebarluaskan informasi dan mengedukasi masyarakat,” ujar Sokip yang juga CEO PT Petisi Pancarkan Nasional, pengelola media online petisi.co.

Kunjungan SMSI Jatim ke jajaran Kemedikdasmen tersebut merupakan kali kedua. Pertemuan lanjutan ini menunjukkan adanya komunikasi yang terus dibangun antara organisasi perusahaan media siber dengan institusi pemerintah yang menangani pendidikan dasar.

Sokip berharap komunikasi tersebut tidak berhenti pada kegiatan silaturahmi, tetapi dapat dikembangkan menjadi program nyata yang memberikan manfaat bagi dunia pendidikan.

Menurut dia, perkembangan teknologi digital membuat media memiliki jangkauan yang semakin luas. Informasi mengenai kebijakan, program, inovasi, maupun praktik baik di bidang pendidikan dapat disebarluaskan secara cepat melalui media siber.

Karena itu, kerja sama antara institusi pendidikan dan media dinilai penting untuk memastikan masyarakat memperoleh informasi pendidikan yang benar, mudah dipahami, dan dapat dipertanggungjawabkan.

Sementara, Gogot Suharwoto mengapresiasi kunjungan pengurus SMSI Jawa Timur. Ia menilai keberadaan media sangat penting dalam membantu pemerintah menyosialisasikan berbagai program pendidikan kepada masyarakat, termasuk hingga ke daerah.

“Sosialisasi program-program Kemendikdasmen ke daerah harus dibantu pers. Kebetulan kami aktif berkomunikasi dengan SMSI Jatim,” tegas Gogot.

Menurut Gogot, tantangan pembangunan pendidikan bukan hanya terkait penyusunan kebijakan dan pelaksanaan program, tetapi juga bagaimana informasi mengenai program tersebut dapat diketahui dan dipahami oleh masyarakat.

Dalam konteks tersebut, media memiliki posisi strategis sebagai penghubung antara pemerintah, satuan pendidikan, guru, orang tua, peserta didik, dan masyarakat.

Media juga dapat membantu mengangkat berbagai praktik baik pendidikan dari daerah sehingga dapat menjadi inspirasi bagi wilayah lainnya. Di sisi lain, pemberitaan yang berimbang dapat menjadi bagian dari kontrol sosial terhadap pelaksanaan program pendidikan.

Dalam pertemuan tersebut, Gogot menjamu jajaran pengurus SMSI Jatim. Ikut mendampingi Sokip adalah Tarmuji S.Pd, M.Ikom, Sekretaris, Yuristiarso SIP, MH, Wakil Ketua Bidang Organisasi, Makruf SIP, MIkom, Wakil Ketua Bidang Riset, Makin Rahmad Ketua Forum Pimred dan Budiono Setiawan Seksi IT.

Pertemuan kemudian dilanjutkan dengan pembicaraan mengenai rencana program kerja baru SMSI yang berpotensi dikerjasamakan dengan Kemendikdasmen.

Meski bentuk program kerja sama masih dalam tahap pembicaraan, kedua pihak memiliki kesamaan pandangan mengenai pentingnya keterlibatan media dalam mendukung kemajuan pendidikan.

“Intinya kami menyambut baik kerja sama yang memajukan pendidikan Indonesia,” ujar Gogot.

Kerja sama tersebut diharapkan dapat menjadi ruang kolaborasi antara dunia pendidikan dan industri media, terutama dalam memperluas penyebaran informasi pendidikan, meningkatkan literasi masyarakat, serta memperkenalkan berbagai inovasi dan praktik baik pendidikan dasar.

Bagi SMSI Jatim, kolaborasi tersebut juga menjadi bagian dari komitmen media siber untuk tidak hanya menjalankan fungsi jurnalistik, tetapi turut memberikan kontribusi konstruktif terhadap pembangunan sumber daya manusia.

Melalui sinergi pemerintah dan pers, informasi mengenai pendidikan diharapkan tidak hanya berhenti di tingkat kebijakan, tetapi dapat sampai kepada masyarakat secara luas dan mendorong keterlibatan publik dalam meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia.(redsmsmi)

banner 468x60

No Responses

Tinggalkan Balasan