banner 728x90

11 Tahun Hari Santri, Magetan Tegaskan Peran Vital Santri Penjaga Moral Bangsa

Magetan, Mearindo.com – Pemerintah Kabupaten Magetan menggelar Apel Peringatan Hari Santri Nasional Tahun 2026 di Alun-Alun Magetan, Rabu (22/10/2026).

Apel berlangsung khidmat dengan mengusung tema nasional “Santri Menguatkan Negeri Menuju Indonesia Emas”.

Apel Hari Santri Nasional ke-11 ini merupakan agenda rutin tahunan sejak ditetapkannya 22 Oktober sebagai Hari Santri oleh Presiden RI Ir. Joko Widodo melalui Kepres Nomor 22 Tahun 2015.

Bertindak sebagai Pembina Apel, Wakil Bupati Magetan Suyatni Priasmoro, S.H., M.H., yang mewakili Bupati Magetan Hj. Nanik Sumantri. Dalam kesempatan tersebut, Wabup membacakan amanat Menteri Agama RI.

Dalam amanatnya, Menteri Agama menegaskan Hari Santri merupakan momentum untuk mengenang perjuangan ulama dan santri dalam merebut dan mempertahankan kemerdekaan. Resolusi Jihad yang dimaklumatkan Hadratussyekh KH. Hasyim Asy’ari pada 22 Oktober 1945 menjadi pemantik perlawanan rakyat yang puncaknya pada 10 November 1945.

“Peristiwa tersebut mengajarkan bahwa santri bukan hanya penjaga nilai-nilai agama, melainkan juga bagian penting dari perjalanan bangsa,” ujar Wabup saat membacakan amanat Menteri Agama.

Tema tahun ini, lanjut Wabup, mengandung pesan penting bahwa jika dahulu santri menguatkan negeri dengan angkat senjata mempertahankan kemerdekaan, maka hari ini santri harus menguatkan negeri dengan ilmu pengetahuan, teknologi, inovasi, dan akhlak mulia.

Menuju Indonesia Emas 2045, Indonesia membutuhkan SDM unggul yang menguasai iptek dan berakhlak mulia. Di sinilah santri harus mengambil peran.

“Santri tidak boleh merasa kecil dan tidak boleh membatasi diri. Santri bisa menjadi apa saja, mulai dari ulama, ilmuwan, pendidik, pengusaha, hingga pemimpin bangsa, selama terus belajar dan mengabdikan ilmunya,” tegasnya.

Pesantren memiliki kekuatan besar dalam membangun karakter bangsa. Di pesantren, ilmu diajarkan, akhlak dibentuk, kemandirian ditumbuhkan dan pengabdian ditanamkan.

Pada kesempatan tersebut juga disampaikan bahwa di masa pemerintahan Presiden Prabowo Subianto, Kementerian Agama kini memiliki Direktorat Jenderal Pesantren. Kehadiran Ditjen Pesantren menjadi wujud komitmen pemerintah untuk memberikan perhatian lebih besar kepada pesantren.

Diharapkan pesantren semakin optimal menjalankan tiga fungsi utamanya, yakni fungsi pendidikan, dakwah, dan pemberdayaan masyarakat, sehingga menjadi kekuatan penting dalam mewujudkan Indonesia Emas 2045.

“Hari Santri bukan hanya milik santri dan pesantren. Hari Santri bukan hanya milik umat Islam. Hari Santri adalah milik seluruh bangsa Indonesia yang menghargai perjuangan, menjunjung persatuan, dan mencintai tanah airnya. Hubbul Wathan Minal Iman,” pungkasnya. (G.Tik)

banner 468x60

No Responses

Tinggalkan Balasan