banner 728x90

8.5 M Lebih Penting Mana? Perbaikan Jalan Rakyat atau Proyek Videotron dan Mobil Dinas Camat

Magetan, Mearindo.com – Rencana pengadaan videotron dan mobil dinas untuk para camat oleh Pemerintah Kabupaten Magetan terus jadi sorotan. Sementara itu, infrastruktur dasar milik rakyat seperti jalan justru rusak parah dan seolah luput dari perhatian.

Pantauan awak media di salah satu ruas jalan desa di Kecamatan Parang memperlihatkan kondisi memprihatinkan. Aspal sudah tidak ada. Yang tersisa hanya hamparan batu, kerikil, dan tanah yang mengeras.

“Aspalnya sudah hilang terkikis waktu hujan dulu. Hingga kini belum jelas kapan mau diperbaiki,” kata salah seorang warga Parang di lokasi, Kamis (28/8/2026).

Bagi warga Parang, jalan bukan sekadar akses. Jalan adalah urat nadi ekonomi. Hasil pertanian, sayur, dan kebutuhan pokok bergantung pada kelancaran transportasi.

Ironisnya, kerusakan ini terjadi di tengah wacana Pemkab yang ngotot mengalokasikan anggaran untuk hal-hal seremonial. Pengadaan videotron dan mobdin untuk camat menjadi salah satu item yang dipertanyakan publik.

Kondisi semakin miris karena di saat yang sama, dana desa dari pusat juga dipangkas habis-habisan. Akibatnya secara otomatis tidak ada pembangunan di desa. Padahal perbaikan jalan lingkungan dan jalan usaha tani selama ini banyak bergantung pada dana desa.

Dalam pembahasan KUA-PPAS 2027 yang baru disepakati DPRD dan Pemkab, tema besarnya adalah “Penguatan Infrastruktur Ekonomi untuk Peningkatan Kesejahteraan yang Merata”.

Namun realita di lapangan justru berbanding terbalik. Jalan rusak di salah satu desa di Parang menjadi bukti bahwa pemerataan belum benar-benar dirasakan.

“Kalau memang tujuannya mensejahterakan, harusnya infrastruktur dasar didahulukan. Jangan sampai anggaran habis untuk hal yang tidak langsung dirasakan masyarakat,” ujar warga lainnya.

Sebelumnya diberitakan terkait bola panas pro kontra rencana anggaran pengadaan Videotron Rp 3,5 Milyar dan Mobil Camat Rp 5 Milyar semakin tampak ngotot diperjuangkan oleh Pemerintah Kabupaten Magetan Jawa Timur

Kritikan tidak hanya datang dari aktifis ormas tokoh masyarakat dan DPRD, namun juga datang dari warga Magetan yang menyayangkan ambisi Pemkab Magetan belanja mobil dan vidiotron dibanding memperbaiki jalan aspal yang rusak.

Sebelumnya diberitakan tentang Pemkab Magetan yang berencana mengadakan videotron senilai Rp 3,5 miliar di kawasan Pasar Sayur, Rencana tersebut mendapat sorotan Banggar DPRD.

Anggaran Rp 8,5 miliar untuk dua rencana belanja Pemkab Magetan menuai kritik dari parlemen. DPRD Magetan mempertanyakan urgensi pengadaan videotron Rp 3,5 miliar dan mobil operasional camat Rp 5 miliar yang diusulkan dalam Perubahan APBD (P-APBD) 2026.

Perhatian dan kritikan tajam diarahkan pada rencana Pemkab Magetan dalam hal pengadaan videotron Pasar Sayur Magetan. Badan Anggaran (Banggar) DPRD menilai nilai pengadaan tidak sebanding dengan potensi penerimaan pajak reklame yang dihasilkan daerah.

Dalam wawancara dengan sejumlah awak media, Anggota Banggar DPRD Magetan dari Fraksi Golkar Didik Haryono menyebut potensi pendapatan pajak reklame videotron di Magetan hanya sekitar Rp 245 juta per tahun.

Kini bola panas ada di tangan Pemkab dan DPRD Magetan. Apakah anggaran 2027 nanti benar-benar berpihak pada rakyat, atau kembali mengulang pola yang sama: mendahulukan citra di atas kebutuhan dasar? (G.Tik)

banner 468x60

No Responses

Tinggalkan Balasan