banner 728x90

Cegah Potensi Konflik, Bakesbangpol Magetan Adakan Sosialisasi ATHG

Jawatimur – Magetan – Mearindo.com – Guna meminimalisir potensi konflik sosial di tengah masyarakat, Pemkab Magetan melalui Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) mengadakan sosialisasi kewaspadaan dini masyarakat terhadap potensi ancaman, tantangan, halangan dan gangguan terutama di bulan Muharram, 1444 H.

Sosialisasi yang di gelar di gedung Korpri pada, Selasa (2/8/2022) ini diikuti oleh perwakilan dari pengurus FKUB Magetan, Organisasi Pencak Silat, KNPI, Karang Taruna, Relawan dan Komunitas, dengan menghadirkan nara sumber dari Polres Magetan, Kodim 0804/Magetan, Kejaksaan Negeri Magetan.

Kepala Bakesbangpol Magetan, Chanif Tri Wahyudi menyampaikan, sejak bergulirnya era reformasi, semangat kebangsaan mayoritas bangsa Indonesia mengalami penurunan, rasa kebangsaan sebagai bangsa Indonesia mulai memudar, ungkapnya

“Setiap komponen bangsa sibuk dengan kepentingan masing – masing dan berupaya untuk selalu mengutamakan kepentingan kelompok dan golongannya diatas kepentingan bangsa dan negara,” terang chanif

Saat kondisi ekonomi belum sepenuhnya pulih, lanjut Chanif, “gangguan keamanan datang silih berganti. Meningkatnya aksi terorisme dan radikalisme, meningkatnya kasus penyalahgunaan narkoba sampai dengan konflik horisontal maupun vertikal,”

Dengan rentannya masalah tersebut, sangat dibutuhkan strategi pemerintah dalam menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban di masyarakat, melalui beberapa langkah yang sangat penting yaitu,
dengan meningkatkan peran tokoh agama, tokoh masyarakat dan pemuda dengan secara aktif memberikan informasi kepada aparat penegak hukum terkait kondisi kamtibmas di lingkungan masing – masing.

Mengaktifkan kembali sistem keamanan swakarsa guna mencegah terjadinya aksi kriminalitas. Menjalin kerja sama dan komunikasi dengan babinsa dan babinkamtibmas guna menginventalisir berbagai potensi gangguan sekaligus mencari solusinya dan menekan secara dini di wilayah, tidak mudah terpancing dengan isu – isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya, serta terus berupaya meredam agar isu tersebut tidak meluas dan tidak menyebarkan berita hoaks, cek dan periksa dahulu informasi tersebut.

Bulan muharram adalah penanda awal tahun baru islam. Masyarakat jawa mengenal bulan ini dengan sebutan “Bulan Suro”, sehingga tak mengherankan, apabila pada bulan yang dianggap keramat itu, berbagai kegiatan ritual dan tradisi pun digelar.

Di Magetan, bulan Suro identik dengan kegiatan tradisi akbar yang dikenal dengan nama “Suroan” dan “Suran Agung” atau kegiatan kearifan lokal dari perguruan pencak silat yang ada di Kabupaten Magetan.

Chanif menambahkan, selain kegiatan tradisi bulan Suro, juga bertepatan dengan peringatan bulan Agustus yang juga terdapat agenda nasional yaitu Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke – 77 yang mana rangkaian acara baik dari insitusi pemerintah maupun agenda acara dari masyarakat dalam menyemarakkan HUT RI dengan tema “Pulih Lebih Cepat, Bangkit Lebih Kuat”.

Maka dari itu, “diperlukan sinergisitas, koordinasi dan peran seluruh komponen masyarakat dalam mencegah konflik sosial, deteksi dini, cegah dini dan mengantisipasi setiap perkembangan, karena berbarengan dengan agenda bulan suro dan HUT Kemerdekaan, baik agenda nasional, hiburan, pengesahan perguruan pencak silat dan agenda kearifan lokal lainnya.” pungkasnya. (G.Tik)

banner 468x60

No Responses

Tinggalkan Balasan