banner 728x90

Brigade Anti Komunis Kecewakan Penghapusan Larangan Keturunan PKI Jadi Anggota TNI

Brigade Anti Komunis Indonesia (BAKI) Kecewa Panglima TNI Hapus Larangan Keturunan PKI Jadi Anggota TNI

Jawatimur – Magetan – Mearindo -Panglima Brigade Anti Komunis Indonesia (BAKI), Gus Imam mengaku kecewa dengan pernyataan Panglima TNI, Jenderal Andika Perkasa yang menghapus larangan keturunan Partai Komunis Indonesia (PKI) menjadi Anggota TNI.

“Kebijakan ini adalah keberpihakan HAM dan Moderasi yang sangat tidak tepat. Apalagi ini sudah menyentuh soal nasib pertahanan dan keamanan negara Pancasila, Indonesia Tercinta. Terus terang saya sangat kecewa atas pernyataan Panglima TNI,” ujar Gus Imam, usai menghadiri acara diskusi kebangsaan dan keummatan di Takeran, Magetan, Kamis (31/03/2022).

Menurutnya, bangsa yang besar adalah bangsa yang tidak pernah mengabaikan sejarahnya. “Terlalu pahit kalau kita bicara sejarah berdarah PKI di masa silam. Perih rasanya hati ini, kalau mengingat para Ulama’, Kyai, Santri, Anggota Banser, dan Tokoh-Tokoh Islam disembelih, dianiaya dan dihabisi oleh PKI. Ummat Islam dahulu bahu membahu dengan TNI untuk memberangus PKI tapi kenapa sekarang justru malah mendukung PKI?, Pertanyaan saya ADA APA DENGAN BAPAK PANGLIMA, apa sudah lupa sejarah Indonesia?. Berapa banyak Jenderal TNI yang sudah syahid, dibunuh oleh PKI?,” ungkapnya.

Komunisme yang pernah mengejawantah ke dalam PKI telah terbukti melakukan makar, baik terhadap ideologi Pancasila maupun kekuasaan pemerintahan yang sah namun moderasi demi moderasi terhadapnya melalui kebijakan publik makin terasa. Jika kita tidak waspada, pasti ideologi yang jelas bertentangan dengan sebagian besar anak bangsa Indonesia ini akan bangkit kembali melalui kebijakan publik yang makin menguatkan posisinya. lanjutnya

Bangsa ini pun telah mengalami pahit getirnya kehidupan akibat sering melupakan sejarah, tidak mengambil pelajaran darinya dan membiarkan sejarah pilu terus berulang. “Jangan lengah, jangan tertipu dengan mereka. Karena sejatinya PKI memerangi Agama dan Pancasila,” tukas Gus Imam.

Meninjau fakta sejarah, Gus Imam melanjutkan, Ideologi Komunis memang tidak akan pernah mati, sekali pun ideologi itu tidak bersesuaian dengan fitrah manusia dan nilai-nilai ilahiyah. Gus Imam memandang adanya Perkembangan Pesat Perjuangan Ideologi Komunis akhir akhir ini, eksistensinya untuk menguji seberapa tangguh bangsa Indonesia memahami, mematuhi serta mengadaptasikan ideologi bangsa yang dianutnya yakni Pancasila.

“Kita tahu bahwa Pancasila adalah mahakarya umat Islam, ulama, dan kaum nasionalis. Saat inilah semestinya Pancasila kembali dijadikan tameng perlawanan membendung upaya laten kaum komunis untuk bangkit kembali di negri yang sudah hijau royo royo ini, Kami siap bersama Pancasila. Kami Bangga Menjadi Musuh PKI,” tegasnya.

Mengakhiri penuturannya Gus Imam mengajak semua anak bangsa khusunya para generasi muda Islam untuk sadar, bahwa musuh bersama bangsa ini adalah komunisme dengan segala pengejawantahannya, bukan Islam yang sering dipojokkan dengan sematan radikal atau teroris.

“Saya berharap Panglima TNI berbesar hati mencabut pernyataannya itu. Bukankah TAP MPRS XXV Tahun 1966 masih berlaku, bukankah kita masih Pancasila? bukankah kita masih Indonesia?,” pungkasnya. (red)

banner 468x60

No Responses

Tinggalkan Balasan