banner 728x90

Relawan Oi CC Magetan Dikukuhkan, Siapkan Tim Pengurangan Resiko Bencana Bersama SRPB Magetan

Relawan Oi CC Magetan Dikukuhkan, Siapkan Tim Pengurangan Resiko Bencana Bersama SRPB Magetan

Jawa Timur, Magetan – Sejumlah relawan kemanusiaan dan Kebencanaan dari Ormas Oi Magetan mengikuti pengukuhan kepengurusan Oi Crisi Centre yang di gelas oleh Badan Pengurus Kabupaten (BPK) Oi Magetan, Pada Minggu, 22 Nopember 2020 bertempat di Pendopo Distrik Maospati, Magetan, Jawa Timur.

Pengukuhan dan pelantikan kepengurusan Oi Crisis Centre pereode 2020 – 2023 tersebut dilakukan oleh Sutrisno selaku Ketua BPK Oi Magetan, dengan membacakan Surat Keputusan yang diterbitkan oleh pengurus OCC Pusat Jakarta Dihadapan anggota dan pengurus OCC Magetan.

Dalam sambutanya, Sutrisno Ketua BPK Oi Magetan yang akrab disapa Gotris Al Jawi berharap OCC kedepan dapat memberikan pengabdian untuk kemanusiaan dan turut memberikan edukasi kepada masyarakat terhadap pentingnya kesadaran kepedulian Pengurangan Resiko Bencana.

Kegiatan pengukuhan relawan tersebut juga dihadiri dari organisasi relawan mitra SRPB (Sekber Relawan Penangguan Bencana) Kabupaten Magetan diantaranya : Magetan Unit rescue – BAMPRAM – TIDAR ERME dan komunitas organisasi lainya.

Palih Setiadi selaku Koordinator SRPB Magetan menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Pasalnya dimasa sekarang ini sangat sulit mencari orang orang yang memiliki hati yang Tergugat untuk berkumpul berserikat dalam tujuan yang mulia yakni kemanusiaan dan dalam rangka upaya membantu masyarakat dalam pengurangan resiko bencana.

“Kondisi cuaca ekstrim akibat fenomena LA-LINA dimusim penghujan ini berpotensi bencana seperti angin puting beliung, banjir, banjir bandang dan longsor. Menghadapi bencana tersebut dibutuhkan sikap, pemikiran dan perilaku tangguh dan Kesiapsiagaan menjadi elemen penting sebagai bentuk tangguh menghadapi potensi bencana”, ujar Palih yang juga aktif di MRU serta Tagana Magetan.

Sementara itu, Syifaul Anam pendiri dan Ketua pertama OI Magetan pereode 2003 dan mantan ketua Propinsi jawa Timur pereode 2008 – 2012 menyampaikan tentang sejarah yang melatar belakangi pendirian OCC.

“Pasca Tragedi bencana Aceh, Kurang lebih dari satu tahun setelah meneliti, mengkaji dan pada akhirnya tercetuslah suatu pemikiran penting untuk membentuk suatu wadah yang berbentuk lembaga otonomi khusus yang bertugas menangani hal tersebut maka terbentuklah OCC ( Oi Crisis Center ) pada tanggal 16 Agustus 2006”, ulas Anam yang juga pendiri BAMPRAM Jatim dan TIDAR ERME.

Anam menambahkan, “Dan ditindaklanjuti pada MUSYAWARAH NASIONAL ( MUNAS ) Oi ke III di Bandung, bahwa OCC dijadikan lembaga otonomi yang sah dan memiliki garis koordinasi hanya dengan ketua umum Oi dan melaporkan kegiatan-kegiatan OCC kepada anggota MUNAS Oi ( Musyawarah Nasional ). Oi Crisis Center sebagai lembaga otonomi khusus non-departemen adalah merupakan bagian dari organisasi massa Oi”, terang Anam

Dalam kesempatan itu juga disampaikan pentingnya semua anggota OCC segera untuk mengambil peran dalam Pengurangan Resiko Bencana (PRB) dengan berbagai bentuk dan sesuai yang menjadi keahlian skill masing masing keanggotaan dengan fleksibel lugas menjunjung tinggi kearifan lokal memberikan wawasan, mengajak dan meberikan contoh perilaku PRB.

Berikut merupakan langkah-langkah memberikan pemikirian, sikap dan perilaku di masyarakat luas yang telah disusun oleh tim SRPB Magetan dalam rangka mewujudkan masyarakat Magetan yang tangguh bencana.

1. Waspada Puting Beliung.
Jika kita melihat tanda-tanda akan terjadi angin puting beliung Maka ;

  • ¬†Perhatikan pohon, tiang listrik, papan reklame, baliho dan tiang
    penerangan jalan umum yang berpotensi tumbang.
  • Saat terjadi hujan jangan berteduh di bawah pohon, tiang listrik, papan reklame, baliho dan tiang penerangan jalan umum yang berpotensi tumbang.
  • Laporkan/sampaikan kepada pihak terkait terhadap pohon yang sudah lapuk, dan pemangkasan pohon yamg lebat dan tinggi,papan reklame, baliho, dan tiang penerangan jalan umum yang berpotensi tumbang.

2. Waspada Banjir Bandang dan Luapan.
Di musim penghujan, banyak sekali saluran air yang tersumbat sampah baik itu sampah organik maupun non organik. Hal itu merupakan salah satu penyebab banjir, untk itu kita perlu melakukan upaya pencegahan diantaranya :

  • Tidak membuang sampah di saluran air, sungai, selokan dan got.
  • Menghidupkan budaya gotong-royongmembersihkan sampah di lingkungan, sungai, selokan , got dan saluran air lainya.
  • Jika terjadi banjir \, segera cari titik aman.
  • Segera ambil Tas Siaga Bencana untuk menyelamatkan dokumentasi, bahan makanan sementra dan surat-surat penting lainya.

3. Waspada Tanah Longsor
Saat terjadi hujan dengan intensitas tinggi selama lebih dari 2 jam, tetap waspada dan perhatikan tanda-tandanya :

  • Keluarnya mata air pada lereng secara tiba-tiba.
  • Muncul retakan dan amblasnya tanahg di perbukitan.
  • Tembok/bangunan/pondasi tiba-tiba retak.
  • Air Sumur & mata air tiba-tiba keruh.
  • Pohon-pohon dan tiang berubah menjadi miring.
  • Waspadai bila menemukan rembesan air tidak di tempat biasanya & longsoran kecil
  • Jika terjadi pergerakan tanah. segera tinggalkan tempat dengan mebawa surat-surat penting & cadangan makanan.

4. Waspada Kebakaran Konsleting Listrik 
Dalam keadaan hujan, bukan berarti tidak akan terjadi kebakaran. Berikut yang harus kita waspadai agar tidak terjadi kebakaran saat musim hujan :

  • Waspadai jaringan listirk yang berdekatan dengan pohon.
  • Waspada dan perhatikan jaringan listrik dalam rumah yang berpotensi menimbulkan konsleting listrik.
  • Sampaikan laporan kepada pihak terkait, umtuk menebang pohon dan memangkas pohon yang lebat dan tinggi ataupun lapuk, papan reklame, baliho dan tiang penerangan jalan numum yang berpotensi mengakibatkan konsleting
    pada jaringan listrik.

Kontributor : GESANG

banner 468x60

No Responses

Tinggalkan Balasan