banner 728x90

“Kalau KAMI Tujuanya Baik Maka Yang Menolak Dan Mengecam Itu Mungkin Pengkhianat” Anam OI Bersatu

Mearindo.com – Adanya fenomena kontroversi pasca Deklarasi Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia atau disingkat KAMI dijakarta pada pada Agustus 2020 lalu memunculkan dua sikap yakni sikap dukungan dari lapisan masyarakat yang menginginkan Indonesia lebih adil Makmur dan Beradab dan sikap penolakan yang entah apa maksudnya menolak kegiatan baik tersebut mendapat respon dari ketua Ormas Orang Indonesia Bersatu. (7/9/2020

Ketua Ormas Orang Indonesia Bersatu Sifaul Anam mengatakan, pada dasarnya KAMI yang dideklarasikan di Jakarta itu bagian dari demokrasi berbangsa yang melihat kemunduran kepemimpinan arah bangsa di berbagai bidang, sendi kehidupan, sesuai apa yang mereka sikapi.

Publik sudah pandai dna tau visi misinya bagus KAMI itu kok,… Maka aneh jika ada elemen bangsa masyarakat kok menolak kelompok yang punya tujuan kebaikan pada Indonesia, maka jangan jangan merekalah pengkhianat bangsa yang tidak ingin Indonesia Adil Makmur. Atau bisa juga kehadiran KAMI dirasakan dapat mengganggu kenyamanan praktek jahat mereka yang berlindung dibawah ketiak partai, organisasi agama, budaya ada juga yang dompleng di sektor keamanan dan menjarah uang negara”ucap Anam.

Sekarang Kalau KAMI itu punya tujuan baik maka yang menolak dan mengecam tujuan baik itu mungkin kan pengkhianat, sebab yang membenci kebaikan itu hanyalah orang-orang yang punya niat jahat” dan Ormas Orang Indonesia Bersatu mendukung keberadaan KAMI yang bertujuan memperbaiki bangsa ini selama semua visi misinya dijalankan sesuai koridor hukum konstitusi di Indonesia,”kata Anam.

Anam menambahkan bahwasanya Ormas Orang Indonesia Bersatu, siap mewalan siapapun yang menghalangi upaya dan cita-cita luhur dan baik dari masyarakat. Mengingat KAMI bukan gerakan sparatis ataupun gerakan yang ingin merubah Idiologi negara Indonesia namun menurutnya KAMI lahir dari lapisan elemen anak bangsa yang melihat ketidak benaran yang mesti dibenahi untuk kebaikan masa depan Indonesia.

“Magetan selama ini aman – aman saja meskipun sudah ada aktifis yang banyak bergabung dalam KAMI karena mereka melihat kebusukan pejabat yang semakin meluas terkait perilaku korup dan kolusinya, bisa juga yang gerah dengan adanya aktifis KAMI itu punya niat jahat menggarong uang APBD atau APBD”tegas Anam.

Lanjut Anam, kenapa KAMI ditakutkan, sebab yang hanyalah pejabat negara yang punya perilaku buruk terhadap rakyat. Sebab disisi lain misi KAMI itu mengkritisi anggaran negara yang banyak tidak tepat sasaran program. Dan disinyalir dugaan adanya penjarahan anggaran negara melalui praktek KKN. Maka wajar pejabat bejat tidak akan medukung berdirinya KAMI.

“KAMI adalah wujud demokrasi yang tidak bisa dibendung sebab bukan organisasi terlarang dan tidak membahayakan. Justru yang membahayakan adalah Partai Pengusung RUU HIP. Sebab bisa jadi kalau RUU HIP tidak ditolak maka Pancasila tinggal Eka Sila,” tambah Anam

Anam juga mengingatkan agar waspada terhadap cara cara perilaku komunis gaya baru yang kerap membentuk benturkan elemen masyarakat dengan masyarakat lain dengan memprovokasi seperti mungkin akan ada gerakan dari tokoh tokoh mengatasnamakan organisasi agama ataupun politik Bergerilya menghasut masyarakat untuk melakukan aksi PENOLAKAN TERHADAP WADAH KOMUNITAS GERAKAN YANG MEMPUNYAI VISI MISI BAIK. “Maka aneh jika hal baik kok dikecam dan ditolak” .

“Saran saya, orang orang yang menggalang kekuatan melakukan penolakan terhadap perjuangan elemen masyarakat yang baik itu untuk sadar agar tidak malu dikemudian harinya. Sebab bisa juga upaya memecah belah bangsa tolak tolak an itu adalah siasat Komunis. Apalagi Rancangan Undang Undang Haluan Idiologi 0abcasika yang disinyalir dapat Memeras Pancasila menjadi TRI SILA dan EKA SILA susah mendapatkan perlawanan. Maka para simpatisan komunis bisa saja membuat gerakan baru memprovokasi ummat,” Pungkas Anam. (Altec)

banner 468x60

No Responses

Tinggalkan Balasan