banner 728x90

Rakor Tim Terpadu Penanganan Konflik Sosial di Kabupaten Magetan Tahun 2020


Magetan, Rakor Tim terpadu penanganan konflik sosial diwilayah Kabupaten Magetan yang diadakan di ruang rapat Ki Mageti Jalan Basuki Rahmat Timur no. 1 Magetan. Kamis, (9 Juli 2020)

Rapat di ikuti sekitar 80 Orang yang hadir Bupati Magetan Dr. Drs Suprawoto, SH. MS, Wakil Bupati Magetan Dra.Hj.Nanik Endang Rusminiarti,MPd, Sekretaris Daerah Kab Magetan Ir. Hergunadi,MT, Komandan Kodim 0804/Magetan diwakili oleh Mayor Inf Edy Sunarko, S. Sos, Kapolres Magetan AKBP Festo Ari Permana, S.I.K, Kajari diwakili Suparno, Kepala Bakesbangpol Kab. Magetan Drs. Iswahyudi Yulianto,MSI, BIN Wil Mataraman Edy Karyanto, Perwakilan OPD dan Forkopimca Kab Magetan Camat, Danramil, Kapolsek. Dan Anggota Tim terpadu penanganan konflik sosial diwilayah Kab.Magetan.
Drs. Iswahyudi Yulianto,MSI

Kepala Bakesbangpol Kab. Magetan mengatakan, dasar penyelengaraan dengan adanya meningkatnya konflik sosial yang besar di Indonesia.

“Perlunya sinergi TNI POLRI dan Pemkab Magetan dalam menangani Covid 19 dan menciptakan rasa aman di lingkungan masyarakat Kab. Magetan,”ucap Yuli.

Komandan Kodim 0804 diwakili Mayor Inf Edy Sunarko, S. Sos mengatakan, mohon maaf Dandim 0804/Magetan tidak bisa hadir karena ada kegiatan di Lanud Iswahyudi tentang Kunker Panglima TNI. “Kondisi di Wilayah Magetan umumnya masih aman dan kondosif,”ucap Eddy.

Kapolres Magetan AKBP Festo Ari Permana, S.I.K mengatakan, Perkembangan Covid 19 pada fase New Normal terjadi perubahan perilaku masyarakat terlalu abai terhadap protokol kesehatan.

“Peningkatan pasien positif sejak dibukanya lokasi wisata 21 juni 2020 yaitu dari 93 menjadi 166. Untuk penambahan pasien sebagai besar dari luar daerah dampak pasca dicabutnya PSBB di Surabaya, sidoarjo dan Gresik sehingga berkunjung ke Magetan.,”ucap AKBP Festo.

Sedangkan Penolakan RUU HIP oleh GUIB Magetan hari Minggu (5/7/2020) kemarin, dan ormas lainnya di Surabaya dan bentuk apel akbar gerakan umat islam tolak komunis.
“Keberadaan Kelompok Radikal dan Eks Napiter sangat banyak ini akan menjadi perhatian serius. Adanya penyebaran berita di Medsos tentang kebangkitan PKI,”terang Festo.

Antisipasi tentang setelah dibukanya New Normal tempat rekreasi, tempat umum dan sebentar lagi ada hajatan masyarakat nikahan harus ada panitia protokol kesehatan.
“Untuk izin keramain dari Polri belum ada pemberitauan dari Polda atau Mabes Polri,”ucap Festo.

Lanjut Kapolres Magetan, terkait pembayaran gaji PT Bintang Inti Karya masih ada penunggakan belum dibayarkan. Tentang pengilingan pabrik tebu yang pekerjanya kebanyakan dari luar daerah ada 1 orang yang reaktif dan di pulangkan ke Blora. Pasca gugatan perdata PSHT perlu dicermati biasanya adu domba kebanyakan dr medsos ini pemberitaan tidak benar, kita tidak mengharapkan perpecahan antara warga PSHT. Pelantikan bulan Juli 2020 dari PS Cempaka Putih dan tidak menetup kemingkinan dari luar daerah perlu dicermati dan antisipasi. Agenda tahunan bulan Agustus dr PSHT akan dilaksanakan pengesahan diranting masing-masing dan ziarah makam di Ringgin Agung. Agenda tahuan PSAW Suran Agung bulan Agustus. Agenda tahuan pengesahan PS IKS dan baru kemarin ada penolakan tempat latihan di IKS di Bogem Sukomoro. Dugaan ajaran dari Ahad Nugroho yayasan Darul hikmah Magetan alamat Jalan Tripandita no. 04 Kel. Sukowingun. Penolakan bau dan limbah dari penyamaan kulit di LIK dari warga di sekitar LIK yang mencemari sungai.Penolakan dari Warga Banjarrejo Ngariboyo trhd sekdes yang melakukan pencurian kotak amal di Ngawi dengan tuntutan di copot. Desa Sidowayah kecamatan Panenan penyimpangan dana desa perlu dicermati.
“Semua menjadikan agenda khusus dari pihak kepolisian untuk selalu siapa turun tangan apa bila terjadi yang tidak diinginkan,”terang Festo.

Bupati Magetan Dr. Drs Suprawoto, SH. MSI mengatakan, Kondisi Magetan umumnya Kondosif tapi untuk kondisi konflik cukup besar contoh perguruan pencak silat. Nasionalisme idiologi modern yang berusaha untuk menjelaskan ketaatan individu pada negara dan bangsa dengan meninggalkan kepentingan lainnya.

“Tujuan kita bernegara melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia dan untuk memajukan kesejahteraan umum,mencerdaskan kehidupan bangsa dan ikut melaksanakan ketertipan dunia yang berdasarkan kemerdekaan perdamaian abadi dan keadilan social,”terang Bupati Suprawoto.
Konflik itu bukan ada di dunia nyata tapi juga sering banyak di dunia maya contohnya di Medsos.

“Ditengah pandemi Covid 19 ini kita harus mematuhi protokol kesehatan dan saling gotong royong serta memperbaiki revolusi mental,”pungkas Suprawoto. (Nurbaya)

banner 468x60

No Responses

Tinggalkan Balasan