banner 728x90

Korban KPPS Bertambah, 225 Wafat Dan 1.470 Sakit. Rakyat Menyebutnya Bencana Pemilu 2019

Mearindo.com – Jumlah petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) yang meninggal dunia kembali bertambah. Kini jumlah petugas KPPS yang meninggal berjumlah 225 orang, sementara yang masih dalam keadaan sakit 1.470 orang. (27/4/2019)

“Bertambah, jumlah anggota wafat sebanyak 225 diantaranya terdapat 81 Ketua KPPS yang wafat, sedangkan data yang sakit sebanyak 1.470,” terang Komisioner KPU Viryan Aziz saat konfrens pers, Kamis (25/4/2019).

Data yang dihimpun hingga petang ini, total petugas KPPS baik yang meninggal dunia dan maupun yang sakit berjumlah 1.695 orang.

“Total tertimpa musibah sebanyak 1.695 orang. Ini data per pukul 18.00 WIB,” tambah Viryan.

Jumlah anggota KPPS meninggal dunia dari laporan sebelumnya sampai saat ini bertambah sebanyak 81 orang. Sedangkan jumlah anggota KPPS sakit bertambah sebanyak 587 orang sejak pendataan pada Rabu (26/4) petang.

Sementara itu menanggapi kejadian ini, Ormas Orang Indonesia Bersatu turut berbela sungkawa atas musibah yang diakibatkan pelaksanaan Pemilu 2019, baik dari petugas KPPS maupun meninggal dan sakit dari pihak Saksi Caleg yang tidak terekspos dimedia.

Selain itu disampaikan oleh Ketua Ormas OI Bersatu Sifaul Anam Peristiwa ini merupakan bencana Pemilu pasalnya baru kali ini Indonesia melewati pesta demokrasi yang terburuk hingga memakan korban ratusan nyawa dan ribuan lainya menderita gangguan kesehatan. Ironisnya dibawah ratusan petugasnya meninggal dan ribuan sakit namun justru KPU menuai berbagai kritikan akibat menjamurnya temuan kecurangan KPU dalam menghitung hasil suara Pilpres 2019.

Anam juga mengatakan pihaknya bersama elemen dan ormas lain sudah melayangkan surat pernyataan bersama ke KPU Pusat berisi petisi agar kejadian ini menjadi catatan penting untuk menjadi bahan evaluasi guna menyusun program kerja perangkat Pemilu tanpa efek samping yang fatal.

“Kami pikir ini pasti ada yang salah dengan sistem maupun bentuk simulasi kerja dan tugas tanggung jawab petugas KPPS maupun lainya, hingga mengakibatkan terampasnya 225 keluarga karena kehilangan salah satu anggota keluarganya meninggal dunia akibat kerja Pemilu dan juga lebih dari 1.470 orang harus menderita sakit dan mengeluarkan beban biaya berobat akibat kelelahan selama proses pemilu 2019 ini”, sesal Anam

Ormas OI Bersatu juga berharap bahwa semua petugas yang meninggal maupun yang sakit akibat dalam rangka menunaikan tugas-tugas Pemilu 2019 ini diperhatikan oleh pemerintah dan mendapat santunan maupun bantuan berupa lainya. Sebelumnya Ormas Orang Indonesia Bersatu juga melayangkan Surat kritikan ke Ketua KPU Pusat agar Arief Budiman mundur dari jabatannya karena dinilai gagal.

Ketua KPU Dituntut Mundur

Menanggapi berbagai masukan terkait korban meninggal dan sakit, KPU melalui Sekjen KPU Arif Rahman Hakim kepada media mengaku pihaknya sudah berkoordinasi dengan Kementerian Keuangan (Kemenkeu) untuk memberikan dana santunan bagi keluarga korban petugas KPPS yang meninggal. KPU mengatakan saat ini pihaknya masih menunggu besaran santunan dari Kemenkeu.

“Mengenai pembayaran KPU masih menunggu penetapan Standar Biaya Masukan Lainnya (SBML) oleh Menkeu, sehingga pada prinsipnya pemberian santunan bagi penyelenggara pemilu di badan ad hoc KPU (PPK, PPS dan KPPS) yang meninggal atau sakit prinsipnya sudah disetujui,” ujar Sekjen KPU Arif Rahman Hakim saat dihubungi, Kamis (25/4).

Arif juga mengatakan bahwa rencana pembayaran dana santunan nantinya akan diberikan dari optimalisasi anggaran KPU. Dia menyebut Kemenkeu menjanjikan besaran santunan tersebut akan diberikan pekan ini. (Sin/Lam/Red)

Forum Jurnalis Bersatu

banner 468x60

No Responses

Tinggalkan Balasan

two × 1 =