banner 728x90

Reaksi FPI Atas Terorisme Terhadap Jemaah Mesjid Di Selandia Baru

Mearindo.com – Beredar di media sosial video penangkapan teroris penembakan di Masjid di Selandia Baru. berdasarkan pengamatan redaksi, Jumat (15/3/2019) pukul 19.00 WIB video tersebut telah tersebut di beberapa Whatsapp Group. Tidak dijelaskan penangkapan ini terjadi pada penembakan di Masjid Deans Ave atau Masjid Linwood.

Kepolisian Christchurch, Selandia Baru telah mengkonfirmasi. Bahwa korban meninggal akibat serangan teroris sadis di dua masjid pada hari Jum’at siang tadi sebanyak 49 orang. 41 orang meninggal di Masjid Deans Ave dan 7 lainnya di Masjid Linwood. Satu orang meninggal ketika di rumah sakit.

Seorang pria berkebangsaan Australia, Brenton Tarrant berusia 28 tahun telah ditahan atas tuduhan melakukan aksi terorisme ini. Dua lainnya masih diperiksa.

Aksi terorisme terhadap umat Islam di masjid ini merupakan peristiwa pembunuhan dengan korban terbanyak dalam sejarah Selandia Baru.

Sementara itu, Menyikapi insiden memilukan tersebut Ormas Front Pembela Islam memberikan pernyataan sikap yang diumumkan secara resmi oleh KH. Ahmad Shabri Lubis, S.PdI selaku Ketua Umum didampingi Sekretaris Umum H. Munarman, SH, :

Sikap FPI Atas Aksi Terorisme Terhadap Jemaah Mesjid Di Selandia Baru
No. 015o/SS/DPP-FPI/III/2019

FPI mengecam keras tindakan terorisme tersebut. Jelas sekali bahwa sang teroris telah merencanakan secara matang tindakan pembantaian terhadap jemaah yang sedang menunaikan ibadah di dalam mesjid. Tindakan keji dan bar bar tersebut jelas merupakan perwujudan kebencian terhadap Islam dan Umat Islam.

Teroris dan aksi terorisme yang selama ini selalu dinisbatkan kepada umat Islam, pada faktanya justru Islam dan Umat Islam menjadi korban. Baik menjadi korban pembunuhan dan pembantaian maupun korban stigma dan labeling.

Negara sekuler kapitalis maupun negara sekuler sosialis komunis dan negara musyrik lainnya, selama ini selalu mengarahkan telunjuknya ke umat Islam sebagai pelaku. Padahal apa yang terjadi di Selandia Baru ini adalah merupakan bukti yang nyata bahwa umat Islam di seluruh dunia sedang dijadikan target oleh non state actor teroris maupun state actor teroris.

FPI menyerukan kepada seluruh umat Islam untuk bangkit dan melakukan perlawanan terhadap para pelaku terorisme terhadap umat Islam.

Terhadap pelaku, wajib dilakukan qishas. Dan terhadap negara Selandia Baru diserukan untuk segera mengambil tindakan dan tidak membiarkan dan memberikan peluang kepada para teroris tersebut berkeliaran di negaranya.

Pemerintah Selandia Baru harus mengikis habis anasir anasir dari jaringan teroris yang telah membantai jemaah masjid di selandia baru tersebut. (Fpi/Lana)

banner 468x60

No Responses

Tinggalkan Balasan