banner 728x90

Pandawa Sakti Teladan Sasar Lokasi Banjir Minim Bantuan Bersama TIDAR-ERME

Jawa Timur – Mearindo.com, Satu hari pasca surutnya air banjir yang menggenangi beberapa wilayah di Kabupaten Ngawi masyarakat yang terdampak akhirnya sudah meninggalkan posko-posko pengungsian dan kembali kerumah masing – masing. (10/3/2019)

Warga korban bencana banjir dengan ketinggian air mencapai 1.2 meter ini memulai aktifitasnya dengan membersihkan barang barang rumah tangga yang terendam air sejak tanggal 07 sampai 09 Maret 2019. Ratusan warga terdampak yang berada di Kecamatan kwadungan dan Kecamatan Geneng Kabupaten Ngawi mengeluhkan banyaknya simpanan bahan makanan yang rusak akibat terendam air.

Tidak sedikit warga mengeluhkan minimnya bantuan yang diterima sampai berita ini diterbitkan lantaran daerahnya terisolir oleh air dengan arus deras. Meskipun sebagian keluarga mereka ikut diposko pengungsian namun banyak yang memilih bertahan dirumah dengan tidur diatas meja maupun kursi demi menjaga harta benda mereka agar tidak ikut hanyut terbawa arus banjir.

Bencana banjir di Kabupaten Ngawi, beberapa daerah yang mengalami kekurangan bantuan diantaranya korban banjir di wilayah Desa Purwosari Kecamatan Kwadungan dan Desa Kasreman Kecamatan Geneng.

Keluhan warga terdampak banjir tersebut direspon Karang Taruna Pandawa Sakti Desa Teladan dan Relawan Independen Magetan dengan melakukan penyaluran bantuan sejumlah 500 lebih Paket bantuan berisi peralatan mandi dan sembako serta nasi bungkus.

Ratusan paket bantuan tersebut disalurkan secara langsung dengan berkoordinasi dengan perangkat desa setempat agar bantuan menyasar pada warga yang membutuhkan. Di Desa Purwosari Kecamatan Kwadungan, Ngawi para relawan didampingi perangkat desa dan pemuda setempat membagikan bantuan dari rumah ke rumah warga yang masih minim menerima bantuan.

Medalia, Warga Desa Tulung Kecamatan Kawedanan bersama Jaringan Relawan Independen Magetan TIDAR-ERME sengaja melakukan droping bantuan agar bisa bertemu dengan masyarakat korban banjir dan melakukan asesmen berbagai masalah akibat bencana tersebut.

“Kami ingin bantuan untuk korban bencana banjir ini bisa diterima masyarakat dengan cepat dan merata, sehingga daerah-daerah pelosok yang saat banjir tidak dapat dijangkaupun dapat menerima bantuan untuk meringankan beban mereka,” terang Meda.

Sementara itu Ribut Ari Setyawan dari Karang Taruna Pandawa Sakti Desa Teladan Kecamatan Kawedanan, Kabupaten Magetan mengaku bantuan yang saat ini disalurkan merupakan hasil penggalangan pemuda dan masyarakat Desa Teladan yang dikordinir oleh Kartar Pandawa Sakti untuk didistribusikan kepada masyarakat korban bencana dengan prioritas daerah terisolir.

“Kali ini bantuan masyarakat Magetan kami salurkan kepada masyarakat korban banjir di Dusun Rejosari/Glebeg Desa Kasreman Kecamatan Geneng yang kami dapatkan informasi sebelumnya bahwa mereka minim sekali mendapatkan bantuan. Berbeda dengan lokasi banjir yang dekat dengan akses jalur raya dan posko yang menjadi tempat penyaluran bantuan dari luar”, kata Arif

Sebelumnya banjir yang terjadi di Kabupaten Ngawi pada Rabu pagi tanggal 7 Maret 2019 air mulai menggenangi pemukiman penduduk akibat meluapnya Sungai Bengawan Madiun itu merendam rumah warga sebanyak 4.490 KK di 18 Desa, 6 Kecamatan di Kabupaten Ngawi dengan ketinggian 50 – 120 cm. (Gesang)

banner 468x60

No Responses

Tinggalkan Balasan