banner 728x90

Lombok Kembali Diguncang Gempa Tektonik M5,8. 40 Wisatawan Terkena Longsor Dan Tidak Berpotensi Tsunami

Lombok Kembali Diguncang Gempa Tektonik M5,8. Tidak Berpotensi Tsunam

Mearindo.com – Wilayah Kabupaten Lombok Timur kembali diguncang gempabumi tektonik berkekuatan M=5,8 pada Minggu, 17 Maret 2019, pukul 14.07.26 WIB. Gempabumi terletak pada koordinat 8,47 LS dan 116,55 BT, atau tepatnya berlokasi di darat pada jarak 20 km arah utara Kota Selong, Kabupaten Lombok Timur, Propinsi Nusa Tenggara Barat pada kedalaman 19 KM dan tidak berpotensi Tsunami.

Tidak lama setelah gempa tersebut selang berjarak dua menit kemudian pada pukul 14.09.19 WIB juga terjadi gempabumi susulan dengan M=5,1 pada 8,51 LS dan 116,49 BT dengan kedalaman 10 km.

Menurut Kepala Pusat Gempabumi dan Tsunami BMKG, Rahmat Triyono, S.T., Dipl. Seis, M.Sc menerangkan setelah memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenter, tampak tampak bahwa gempabumi ini termasuk dalam klasifikasi gempabumi dangkal akibat aktivitas sesar lokal di sekitar Gunung Rinjani. Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempabumi ini dipicu oleh penyesaran turun (normal fault).

“Guncangan tersebut berdadarkan hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempabumi tidak berpotensi tsunami”, kata Triyono.

Foto Humas Pro KLU

Hingga pukul 15.00 WIB, Hasil monitoring BMKG menunjukkan adanya 7 aktivitas gempabumi susulan (aftershock), Kepada masyarakat dihimbau agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.

Sementara itu dampak bencana gempa berkekuatan 5,8 SR yang terjadi pada pkl. 15.07 Wita tersebut mengakibatkan beberapa kerusakan dan menimbulkan korban sebagaimana disampaikan Humas Pro Setda KLU diantaranya :

  1. Terjadi longsor akibat adanya gempa di Kawasan Air Terjun Tiu Kelep Senaru Bayan Kabupaten Lombok Utara.
  2. Terdapat kurang lebih 40 orang wisatawan terkena longsoran di sekitar kejadian. Korban dominan berasal dari wisatawan Malaysia dan domestik.
  3. Sementara itu, pihak BPBD dan Dikes Pemda KLU telah menerjunkan 4 Ambulans ke lokasi kejadian bersama personil dan paramedis. Baru bisa dievakuasi 5 orang, 2 orang meninggal dunia dan sejumlah lainnya luka-luka, 1 orang dirawat di Puskesmas Bayan.

BNPB juga menghimbau kepada masyarakat untuk waspada dan tenang dalam menghadapi situasi seperti ini. (STP/Lih)

banner 468x60

No Responses

Tinggalkan Balasan