banner 728x90

Lewati Banjir Setinggi 120 CM Relawan Magetan Salurkan Bantuan

Banjir Setinggi 1.20 CM Relawan Magetan Salurkan Bantuan

Jatim, Mearindo.com – Ratusan warga yang rumahnya terendam air banjir bandang menerjang kawasan Karesidenan Madiun Jawa Timur sejak 6 Maret 2019 masih bertahan dirumah. Warga yang enggan dievakuasi di posko pengungsian beralasan memilih tetap dirumah lantaran menjaga harta benda mereka. (08/03/2019)

Seperti halnya banjir yang terjadi di Kabupaten Ngawi akibat meluapnya Sungai Bengawan Madiun itu merendam rumah warga sebanyak 4.490 KK di 18 Desa, 6 Kecamatan di Kabupaten Ngawi dengan ketinggian 50 – 120 cm.

Kejadian banjir disejumlah wilayah tersebut menarik perhatian berbagai komunitas kemanusiaan mendirikan Posko – posko bantuan bencana. Seperti halnya masyarakat Kabupaten Magetan Jawa Timur yang turut peduli dengan menyalurkan berbagai bantuan mulai dari makanan ringan, Sarung, Selimut, juga sembako melalui posko kemanusiaan TIDAR – ERME dan Jaringan Relawan Independen Magetan.

Di Dusun Suren, Jenangan Kecamatan Kwadungan Ngawi, Sejumlah relawan kemanusiaan dari Jaringan Relawan Independen Magetan bersama TIDAR ERME turun melakukan penyaluran dengan menyusuri pemukiman warga yang tergenang dengan ketinggian mencapai 120 centy meter.

Para relawan membagikan bantuan logistik dari rumah ke rumah. Hal ini menurut Karjito selaku Kord Kedaruratan Relawan Tim Darurat – Emergency Response Mearindo (TIDAR – ERME) mengatakan tim nya berusaha mencari warga yang sampai saat ini tidak mau meninggalkan rumah. Sehingga para relawan harus memastikan kondisi mereka aman sehat dan terpenuhi logistik bantuan baik makanan maupun lainya.

“Saat ini Jaringan Relawan Magetan baik Tidar-Erme, Abdi Maospati, Bampram dan lainya terjun ke lokasi yang tergenang air setinggi 1.2 meter bersama Jaringan Relawan Independen Magetan untuk menyalurkan bantuan bagi warga yang tidak mengungsi,” ucap Karjito

Sebelumnya diberitakan akibat hujan deras yang terjadi beberapa hari di wilayah Propinsi Jawa Timur mengakibatkan sejumlah wilayah diterjang banjir. Sedikitnya banjir melanda di wilayah 15 Kota/ Kabupaten di Jawa Timur diantaranya menerjang kawasan Tuban, Ngawi, Madiun, Ponorogo dan lainya sejak Selasa, 06 Maret 2019 dini hari.

Sutopo Purwo Nugroho, Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB mengenai bencana air ini mengatakan adanya aktivitas Madden Julian Oscillation (MJO) di Samudera Hindia telah menyebabkan curah hujan tinggi di kawasan Indonesia.

Sutopo melalui rilis nya juga menyampaikan bahwasanya fenomena ini dapat bertahan hingga satu minggu.
“Selain itu, adanya sirkulasi siklonik di Samudera Hindia Barat Sumatera yang membentuk  daerah pertemuan angin cukup konsisten di wilayah Sumatera, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan dan Jawa menyebabkan curah hujan meningkat.” kata Sutopo

BMKG telah menyampaikan hal ini dan prakiraan hujan berpotensi tinggi untuk daerah-daerah di Indonesia telah disebarkan oleh BMKG kepada masyarakat luas. Pada 6/3/2019, curah hujan berintensitas tinggi dan berdurasi lama turun di beberapa daerah sesuai prakiraan BMKG sehingga menimbulkan banjir, longsor dan puting beliung.

Di Jawa Timur, hujan deras telah menyebabkan banjir melanda 15 kabupaten karena sungai-sungai dan drainase yang ada tidak mampu mengalirkan aliran permukaan sehingga banjir merendam di banyak tempat. Data sementara, banjir menyebab lebih dari 12.495 KK terdampak. Sebagian masyrakat mengungsi ke tempat yang lebih aman.

Berdasarkan laporan Pusdalops BPBD Provinsi Jawa Timur, 15 kabupaten yang mengalami banjir adalah Kabupaten Madiun, Nganjuk, Ngawi, Magetan, Sidoarjo, Kediri, Bojonegoro, Tuban, Probolinggo, Gresik, Pacitan, Tranggalek, Ponorogo, Lamongan dan Blitar. Daerah yang paling parah terlanda banjir adalah Kabupaten Madiun.

Kabupaten Madiun, Banjir akibat meluapnya sungai Jeroan yang merupakan anak sungai Madiun. Sebanyak 39 desa, 8 kecamatan di Kabupaten Madiun terendam banjir sehingga menyebabkan 4.317 KK atau 17.268 jiwa terdampak banjir. Rumah rusak berat  2 unit, sawah tergenang  253 Ha, tanggul rusak 3 titik, jembatan rusak 2 unit, gorong-gorong rusak 1 unit, dan ribuan ternak terdampak. Bupati Madiun telah menetapkan masa tanggap darurat banjir selama 14 hari yaitu tanggal 6 -19 Maret 2019.

Sedangkan Kabupaten Magetan, Banjir akibat meluapnya air sungai ke jalan desa dari RT 13 sampai dengan RT 17 Desa Ngelang Kecamatan Kartoharjo, Kabupaten Magetan. Ketinggian air mencapai 125 cm serta menggenangi rumah warga sejumlah 284 rumah.(Gesang/Red)

banner 468x60

No Responses

Tinggalkan Balasan