banner 728x90

Kartar Sekar Taji Salurkan Bantuan Ringankan 16 Ribu Pengungsi


Mearindo, Tanggap bencana Selat Sunda, 11 Januari 2019 Karang Taruna “Sekar Taji” kembali salurkan bantuan untuk pengungsi korban bencana alam yang menimpa Kabupaten Pandenglang, Serang, Lampung Selatan, Pesawaran dan Tanggamus pada 22 Desember 2018 lalu.

Penyaluran bantuan untuk korban bencana alam Selat Sunda yang digalang komunitas Desa gorang Gareng Taji, Kecamatan Nguntoronadi, Magetan Jawa Timur itu diperoleh melalui posko bantuan yang mereka dirikan, kemudian untuk penyuran akan dilaksanakan secara langsung ke lokasi bencana pada 14 Januari 2019 bersama relawan Tidar Erme Magetan.

Kordinator Sekar Taji untuk aksi peduli bencana, Moegun mengatakan pihaknya bersama anggota Sekar Taji sampaikan turut berduka atas musibah tsunami Selat Sunda.

“Kita prihatin atas musibah terus menerus tejadi di wilayah Indonesia, dan semoga apa yg kita bantukan dari masyarakat ini dapat sedikit meringankan pengungsi,” harap Sugeng

Sebelumnya Sutopo Purwo Nugroho, Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB merilis informasi pasca tsunami yang menerjang lima kabupaten di sekitar Selat Sunda masih menyisakan banyak pekerjaan. Hingga Sabtu (5/1/2019) jumlah korban tercatat 437 orang meninggal dunia, 9.061 orang luka, 10 orang hilang dan 16.198 orang mengungsi.

“Penanganan darurat masih dilakukan. Sudah banyak pengungsi yang kembali ke rumahnya. Mereka adalah pengungsi yang rumahnya tidak rusak,” Sutopo Purwo Nugroho

Sementara itu di Kabupaten Pandeglang terdapat 296 orang meninggal dunia, 3 orang hilang, dan 7.972 orang mengungsi. Sebanyak 1.071 rumah rusak berat dan rusak sedang, dan 457 rumah rusak ringan.

Berdasarkan rapat koordinasi yang dipimpin Gubernur Banten disepakati bahwa selesainya masa tanggap darurat pada 4/1/2019 maka dilanjutkan dengan periode transisi darurat menuju peralihan selama 2 bulan yaitu 6/1/2019 hingga 6/3/2019. Selama masa transisi darurat ini akan dibangun hunian sementara (huntara).

Sutopo Purwo Nugroho juga menambahkan bahwa Huntara dibangun untuk menampung pengungsi yang rumahnya rusak berat dan rusak ringan.

“Diperlukan waktu selama 2 bulan untuk membangun huntara sebelum dilakukan pembangunan hunian tetap yang waktunya lebih panjang. Pemda Pandeglang akan mengajukan dana siap pakai ke BNPB untuk pembangunan huntara. Pengerjaan fisik huntara akan dilakukan oleh TNI,” pungkas Sutopo.

Lampung Selatan
Sedangkan untuk penanganan darurat di Kabupaten Lampung Selatan masa tanggap darurat diperpanjang selama 2 minggu yaitu 6/1/2019 hingga 19/1/2019. Korban tsunami di Lampung Selatan tercatat 120 orang meninggal dunia, 8.304 orang luka, dan 6.999 orang mengungsi.

Sebanyak 543 rumah rusak berat, 70 rumah rusak sedang dan 97 rumah rusak ringan. Sesuai kesepakatan dan rapat koordinasi tidak ada pembangunan huntara di Lampung Selatan. Namun dengan pembangunan hunian tetap untuk relokasi.

Sudah tersedia lahan seluas 2 hektare untuk pembangunan huntap. Balai Besar Wilayah Sungai Kementerian PU Pera akan melakukan land clearing, Dinas PU Kabupaten Lampung Selatan akan menyiapkan siteplan, desain dan rencana anggaran. Bupati Lampung Selatan akan mengajukan dana siap pakai BNPB untuk pembangunan huntap dan fasilitasnya dalam relokasi. (G-Sank)

banner 468x60

No Responses

Tinggalkan Balasan

nineteen + 20 =