banner 728x90

Mahasiswa Tuntut Copot Beberapa Polisi Lantaran Dugaan Pungli

Mearindo.com– Menanggapi aksi unjukrasa Aliansi Mahasiswa Peduli Keadilan, senin, 03 desember 2018 siang di depan Kantor Mapolda Sulse, jalan Perintis Kemerdekaan Makassar. Berdasarkan tuntutan mereka sebagai berikut:

1. Mencopot Kasubdit Regident yang tidak mampu mengawasi, mengontrol dan mengevaluasi Jajaran Samsat terutama Samsat Kota Makassar sehingga terjadi Pungli dimana-mana diantaranya adalah proses pembayaran pajak dan STNK yang di luar PNBP serta proses penerbitan SIM dan Penerbitan BPKB yang lambat di daerah.

2. Copot Kasi STNK karena banyaknya keluhan dan Maraknya Pungli pada pungutan faktur Ranmor baru, cek fisik, mutasi masuk dan keluar serta duplikat STNK.

3. Copot Kasi SIM karena tidak mampu dan terkesan tutup mata dengan maraknya Pungli penerbitan SIM di Sulsel, Seperti yang terjadi di Polres Bone, untuk penerbitan SIM baru SIM A umum terdapat selisih sebesar Rp. 730.000,- dan di Polres Takalar untuk penerbitan SIM C terdapat selisih Rp. 170.000,- dan penerbitan SIM C di Polrestabes Makassar terdapat selisih dari PNBP sebesar Rp. 350.000,-.

4. Copot Kasat Lantas Polrestabes Makassar karena banyaknya Pungli yang ada di SIM keliling, SIM yang ada di SPN Batua serta adanya keluhan Masyarakat menggunakan akses jalan masuk dalam proses penerbitan SIM dan maraknya Pungli penindakan tilang di lapangan oleh Oknum-oknum Jajaran Satlantas Polrestabes Makassar, Polres Pelabuhan.

5. Copot Kasat Lantas Polres Takalar karena banyaknya pungutan tak berdasarkan yang tidak sesuai dengan PNBP pada penerbitan SIM baru serta deskriminasi pelayanan.

6. Meminta Kasi BPKB untuk mengevaluasi kinerja Jajarannya dalam proses penerbitan BPKB, karena banyaknya keluhan Masyarakat di daerah jika penerbitan BPKB sangat lambat yang memakan waktu hingga 6 bulan, sementara Direktorat Lalulintas proses penerbitan BPKB sangat cepat hanya memakan waktu kurang lebih 1 bulan.

Menurut Direktorat Lalu Lintas lewat Kasubdit Regident, AKBP. Ferdi mengatakan bahwa pihaknya terbuka akan saran dan masukan dari masyarakat.

“Ditlantas Polda sulsel selalu terbuka akan saran dan masukan dari masyarakat terutama di bidang Pelayanan SIM, STNK dan BPKB, dan senantiasa. Berupaya memberikan layanan yang terbaik kepada masyarakat dengan cara memberikan layanan cepat, mudah dan sesuai PNBP. Senantiasa memberikan arahan kepada jajaran agar pedomani prinsip-prinsip pelayanan sesuai aturan yang berlaku,” kata Ferdi, via Whatsapp.

Diketahui dalam aksinya. Para Mahasiswa ini menyerahkan secara resmi tuntutan mereka kepada pihak Polda Sulsel sebagai laporan untuk ditindaklanjuti. (Red)
Forum Jurnalis

banner 468x60

No Responses

Tinggalkan Balasan

three + fifteen =