banner 728x90

Ditebar Fitnah. Yusril Dan PBB Masih Konsisten Berjuang Digaris Masyumi

Mearindo.com – Pasca didaulatnya Yusril Ihza Mahendra selaku Advokat dan sekaligus Ketua Umum Partai Bulan Bintang sebagai penasehat hukum pasangan Capres Cawapres nomor urut 1 Jokowi Makruf Amin menimbulkan kegaduhan persepsi publik terkait kemana arah dukungan resmi PBB pada Pilpres 2019.

Tidak sedikit tokoh masyarakat yang menyayangkan langkah Yusril ini ikut dalam lingkaran paslon nomor 1. Hal ini dilatar belakangi selama ini PBB dibawah komando Yusril selalu menjadi gerbong oposisi dan berjuang keras dalam menyeimbangkan pemerintahan JK.

Pertanyaan dan keraguan publik terkait sikap Yusril dan PBB dibantah dengan tegas sebagaimana disampaikan DPP PBB dalam pertemuan saat pembekalan Caleg PBB di Sumatera Barat beberapa hari lalu.

Lihat Vidio Selengkapnya
Berikut kesimpulan disampaikan Yusril melalui DPP PBB disela sela pembekalan Caleg PBB di Sumatera Barat.

  1. Prof. Yusril tidak sebagai Teamses, tidak sebagai pendukung salah Satu Pasangan capres. Kesediaan beliau menjadi Advocad sebagai tugas professional disamping pertimbangan lain utk mengangkat PBB.
  2. Keputusan 1 diambil setelah mempertimbangkan dengan para Habib Karena Prabowo tidak mengajak PBB dalam koalisi Walau sudah direkomendasi oleh HRS dan bahkan didekati dengan.berbagai cara oleh segenap DPP PBB. Bahkan Sandiaga Uno yang telah bertemu langsung dengan Prof. Yusril juga tidak memfollow up hasil pertemuan.
  3. Prof. Yusril tidak ada maminta kompensasi jabatan atau uang sebagai syarat koalisi hanya mengusulkan pembagian kosentrasi wilayah agar PBB bisa lolos Ke Senayan. Jadi, fitnah jika dikatakan Yusril minta jabatan, uang atau sejenisnya.
  4. Beberapa Habib masih berusaha mempertemukan Prof. Yuaril dengan Prabowo Tapi Prabowo masih belum terbuka hatinya.
  5. Silahkan nilai sendiri ijtima’ ulama yg ikut kemauan Prabowo atau Prabowo yg ikut hasil ijtima’. Dalam hal ini prof. Yusril selalu komunikasi dengan Habib Riziq Syihab (HRS) setiap adanya perkembangan.
  6. Target PBB adalah masuk parlemen, caleg PBB dibebaskan untuk mendukung capres manapun denga harapan mengutamakan keterpilihan PBB.
  7. Walau PBB masih Partai kecil Tapi Partai lain berusaha menghancurkan satu-satunya Partai yang berazaskan Islam dan yang selalu Bela Islam dan Bela ulama dengan segala cara. Sudah 3 kali Donegal melalui KPU kita selalu menang. Propaganda yang dibangun oleh pihak lain untuk menjatuhkan PBB harus dihadapi oleh caleg PBB dengan cerdas, sedang bagi caleg PBB yang merasa tidak puas diharapkan membahasnya sesuai struktur.
  8. Jika masih ada fitnah maka PBB akan mengambil langkah hukum!

Meskipun demikian publik masih menunggu keputusan Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) PBB oleh pengurus pusat (DPP) dan pengurus wilayah (DPW) yang akan digelar pada bulan Januari 2019 terkait pilihan dukungan calon presiden dan calon wakil presiden di pemilu tahun depan. (Faul Lana)

banner 468x60

No Responses

Tinggalkan Balasan