banner 728x90

Disebut Ngawur Intruksi Mendagri Ngatur Jilbab PNS. Akhirnya Dicabut Setelah 10 Hari Dihujat Masyarakat

Sifaul Anam Ketua Ormas Orang Indonesia Bersatu Sebut Ngawur Intruksi Mendagri Ngatur Jilbab PNS

Mearindo.com – Baru 10 hari diberlakukan ketentuan seragam ASN, Kemendagari sudah mencabutnya karena ada kritikan soal pemakaian jilbab ASN yang dimasukan ke dalam kerah.

Instruksi Menteri Dalam Negeri Nomor 225/10770/SJ Tahun 2018 tentang Tertib Penggunaan Pakaian Dinas dan Kerapihan diteken Mendagri Tjahjo Kumolo pada 4 Desember 2018.

Jumat (14/12), Sekretaris Jenderal Kemendagri, Hadi Prabowo, menyampaikan pencabutan ketentuan tersebut dalam konferensi pers di kantornya, Jakarta, seperti yang dilansir Mearindo bersama Forum Jurnalis

“Tujuannya biar ada keseragaman dan Bapak Menteri merespon adanya masukan secara positif hari ini dinyatakan dicabut tidak berlaku lagi agar tidak timbul persepsi yang berbeda,” ujar Hadi.

Dalam Imendagri itu memuat salah satu aturan untuk ASN perempuan berjilbab, jilbabnya harus dimasukkan ke dalam kerah pakaian.  Ketentuan ini mendapat sorotan keras bahkan hujatan dari warganet diberbagai media sosial.

Hadi menjelaskan, Imendagri Nomor 225/10770/SJ Tahun 2018  diterbitkan semata-mata bertujuan membuat rapih para ASN saat bekerja melayani masyarakat dan juga saat upacara.

“Peraturan khusus karyawan ASN Kemendagri dan upacara-upacara khusus untuk perempuan bagi yang berjilbab agar dimasukkan jilbabnya ke kerah pakaian agar rapi dan Kemendagri bukan melarang karena ada kata agar itu sunah atau himbauan,” terang Hadi.

Sementara itu Ketua Ormas Orang Indonesia Bersatu Sifaul Anam menanggapi apa yang dilakukan kementrian Dalam Negeri dibawah komando Cahyo Kumolo itu sudah ngawur. Menurut Anam seharusnya kementerian sebelum mengeluarkan kebijakan aturan perlu kordinasi dan memahami urusan Jilbab atau penutup aurot itu dengan kementerian agama atau Majelis Ulama Indonesia. Sehingga tidak terkesan ngawur mencampuri urusan akidah keseharian rakyat Indonesia yang bekerja sebagai ASN.

“Ngawur saja Kementrian bisa – bisanya mengeluarkan intruksi urusan mengatur Jilbab ASN tanpa memahami fungsi dan kedudukan jilbab itu sendiri didalam hukum agama Islam,” keluh Anam.

Anam juga mengingatkan pemerintah agar jangan mengkebiri hak kewajiban rakyat Indonesia yang beragama Islam dan menerapkan syaria’at atau hukum Islam dalam berkehidupan sehari – hari. (Msi/Lana/Red)

banner 468x60

No Responses

Tinggalkan Balasan