banner 728x90

MA Putus Baiq Nuril Dihukum 6 Bulan Penjara Dan Denda 500 Juta

Mearindo.com – Menanggapi putusan Mahmakah Agung Republik Indonesia yang menghukum Baiq Nuril Maknun 6 bulan penjara dan denda 500 juta rupiah, Sekjen LBH Master Indonesia, Slamet, menyampaikan kritik kepada Mahkamah Agung (MA). Lembaga peradilan tertinggi di negeri ini dinilai tidak berpihak pada keadilan.

“Seharusnya Mahkamah Agung menimbang secara utuh seluruh kejadian tentang penyebaran berita yang bermuatan asusila oleh bu guru Nuril, majelis kasasi tidak hanya menjamin kepastian hukum tetapi juga menjamin keadilan,” ujar Sekjen LBH Master Indonesia, Slamet, Jumat (15/11).

Tindakan yang dilakukan Nuril tidak berdiri sendiri dan apalagi dengan niat jahat, tapi hanyalah bentuk pembelaan atas dirinya yang dilecehkan oleh kepala sekolah, tambah Slamet. “Jika majelis hakim kasasi hanya menimbang ketentuan Pasal 27 ayat (1) Jo Pasal 45 ayat (1) UU ITE, maka hakim hanya mengedepankan kepastian hukum saja, tapi melupakan azas keadilan,” ungkap Fitrijansjah Toisutta, ketua LBH Master Indonesia.

Menurutnya, dalam kasus ini, Baiq Nuril Maknun juga harus ditimbang bahwa ia juga korban pelecahan seksual dan apa yang ia lakukan hanyalah caranya untuk membela diri.

Sebagaimana diketahui bahwa pada tanggal 26 September 2018 Majelis Hakim Kasasi mengabulkan permohonan kasasi yang diajukan jaksa dengan menghukum bu guru Baiq Nuril Maknun dengan hukuman 6 bulan penjara dan denda Rp. 500 juta rupiah berdasarkan putusan kasasi dengan nomor 574K/Pid.Sus/2018.

Pengadilan Negeri Mataram dalam putusannya membebaskan Baiq Nuril Maknun perkara tersebut dan menyatakan Nuril tidak terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan perbuatan tindak pidana sebagaimana didakwakan penuntut umum.

Putusan ini dikritik banyak pihak karena mencederai rasa keadilan masyarakat. (red)

Jurnal Reporte Forum Jurnalis

banner 468x60

No Responses

Tinggalkan Balasan

eighteen − 15 =