banner 728x90

Ini Baru Mahasiswa, Ratusan Massa Demo Perjuangkan Harga Kopra

Mearindo.com – Gabungan mahasiswa tiga kampus menggelar aksi tuntutan kenaikan harga kopra di Ternate Maluku Utara, pada Senin (19/11/2018) pagi.

Aksi gabungan mahasiswa tiga kampus di Ternate terdiri dari mahasiswa Universitas Muhammadiyah (UMMU), Universitas Khairun (Unkhair), dan STIKIP Kieraha.

Selaku koordinator aksi Bahrun Ibrahim kepada wartawan mengatakan bahwa kopra tidak hanya menjadi komoditi tapi juga menjadi identitas masyarakat di Maluku utara

“Masyarakat terutama bagian Halmahera hidup mereka menggantungkan dari hasil penjualan kopra, ternyata dengan kondisi sekarang harga kopra anjlok saat ini banyak membuat petani kopra rugi”ucapnya.

Mahasiswa yang kuliahnya di Ternate orang tuanya merupakan petani kopra,sehingga mereka sangat merasakan biaya kuliah karena anjloknya harga kopra.

Diketahui, harga kopra Kabupaten Halmahera Selatan di kecamatan Gane Barat hanya Rp.2.300 per kilogram, sementara di wilayah Kabupaten Halmahera Utara harga Rp.3.000-4.000 per kilogram.

“Maka kami sangat mengharapkan pemerintah mulai daerah hingga pusat untuk memperhatikan nasib petani kopra dengan menaikan harga kopra yakni dapat mengikuti harga secara nasional yaitu Rp 7.000 hingga Rp 8.000 per kilogram” Lanjut Bahrun.

Massa aksi dalam pernyataan sikapnya meminta pemerintah harus menyediakan pabrik kopra,mobil dan kapal untuk pengangkutan kopra, mahasiswa juga mengutarakan kekecewaan mereka dengan sikap anggota DPRD Provinsi Maluku Utara dianggap tidak mendukung dan peduli dengan anjloknya harga kopra.

Selain itu juga kami sudah minta kepada DPRD agar biaya perjalanan dinas mereka sebagian disisipkan kepada petani kopra namun tidak respon dan ditolak.

Menurut aksi mahasiswa bahwa kali ini tuntutan kami tidak diakomodir sehingga massa aksi ke pintu masuk Bandara Babbullah namun ternyata di hadang oleh pihak Polres Ternate yang melakukan pengamanan.

Massa aksi saling mendorong dengan aparat hingga terjadinya ricuh antara massa aksi dengan pihak aparat, massa melempari botol air mineral hingga batu.

Melihat tindakan massa, aparat kepolisian melakukan tembakan gas air mata yang akhirnya massa membubarkan diri.

Kapolres Ternate AKBP Azhari Juanda saat ditemui usai aksi menjelaskan kericuhan karena massa aksi mendorong dan melempar batu, tindakan ini sangat membahayakan petugas dan masyarakat setempat, sehingga pihak kepolisian mengambil tindakan tegas dengan membubarkan dengan melakukan tembakan gas air mata, lantaran akses jalan Bandara Babbullah Ternate selama dua jam diblokir oleh massa, dan ini sangat mengganggu arus lalu lintas yang menuju bandara.

Usai aksi tersebut, ada beberapa mahasiswa diamankan oleh pihak kepolisian. (ilon).

Forum Jurnalis Nias Time

banner 468x60

No Responses

Tinggalkan Balasan

4 + 3 =