banner 728x90

Budi Djarot Dilaporkan Aktifis 212 Ke Polisi

Mearindo.com – Sekretaris Jenderal Gerakan Jaga Indonesia Budi Djarot yang pernah mendatangi Polda Metrojaya pada 26 November 2018 lalu yang meminta polisi agar tidak memberikan izin acara reuni 212 Ahad beberapa waktu lalu, kini di laporkan ke Bareskrim Mabes Polri.

Adik kandung seniman dan mantan politisi PDIP Eros Djarot ini di laporkan dengan pasal ujaran kebencian dalam UU Nomor 19/2016 tentang perubahan UU Nomor 11/2008 tentang Informasi dan transaksi elektronik (ITE).

Seperti di ketahui dalam video Budi Djarot yang viral di media sosial, budi dalam konferensi persnya di Polda mengatakan, reuni Alumni 212 akan digelar pada Minggu 2 Desember mendatang itu tidak menutup kemungkinan tersimpan agenda terselubung Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) yang sudah jelas dilarang keberadaanya di Indonesia.

“Saya melihat ini kekuatan HTI masih tetap hidup walaupun sudah dibubarkan dan mereka tetap berdakwah tentang negara khilafah, untuk itu sebelum terjadi yang lebih parah, kami minta agar Polda Metro mencegah aksi atau Reuni 212 itu,” kata Budi di Polda Metro Jaya, Jakarta, Senin (26/11/2018).

Budi Djarot di laporkan sejumlah orang Aktifis 212 yang berasal dari Koordinator  Pelaporan Bela Islam (Korlabi) dan Aliansi Anak Bangsa (AAB) pada Jumat (30/11/2018) ke Bareskrim Mabes Polri.

“Iya, hari ini kami laporkan Budi Djarot ke Bareskrim Mabes Polri” tegas Musa Marasabessy Pengurus DPP Persaudaraan Alumni (PA) 212 saat di temui di Mabes Polri Gambir Jakarta Pusat.

Menurut mantan mujahidin Ambon itu, kelompoknya tidak mau berbalas pantun dengan Budi Djarot.
“Ini negara hukum maka kami ambil langkah hukum dan kami serahkan kepada pihak kepolisian untuk memproses aduan kami ini soal ujaran kebencian Budi Djarot kepada ummat Islam ini”, tegas Musa.

Ia berharap polisi cepat merespon laporannya karena sangat sensitif dan membahayakan persatuan nasional, merusak kebhinekaan serta eksistensi NKRI sebagai negara yang plural.

Unit aduan masyarakat di Bareskrim Polri menerima laporan ini dengan LP nomor : LP/B/1565/KI/2018/BARESKRIM. Laporan di buat atas nama Soni Pradhana Putra dan dua orang saksi yakni Musa Marasabessy dari pengurus DPP PA 212 dan Beni Nainggolan serta didampingi Kadiv Hukum PA. 212  Damai Hari Lubis selaku kuasa hukum dari PA 212 dan advokat Azam, wakil ketua Aliansi Anak Bangsa (AAB).

Sebelumnya, Ketua Presidium Gerakan Jaga Indonesia untuk wilayah Indonesia timur, DEKI MATULESI mengatakan pihaknya bersama ribuan masa siap terbang ke Jakarta dan bertabrakan dengan masa 212 apabila nantinya ada bendera Tauhid yang berkibar di tengah-tengah massa alumni 212 tersebut.

INILAH VIDIO ANCAMAN KERAHKAN RIBUAN MASA MENURUNKAN BENDERA TAUHID

“Jika di acara reuni Alumni 212 itu nanti ada bendera tauhid, jangan salahkan kami, akan turun ribuan orang juga ke Jakarta untuk mencopot dan berhadapan langsung, bertabrakan dengan alumni 212, karena kami sepakat untuk menjaga NKRI,” kata Matulesi kemarin dalam sebuh video yang viral di media sosial pada 26 November 2018 lalu. (Gun-Red)
Forum Jurnalis Buser Bhayangkara

banner 468x60

No Responses

Tinggalkan Balasan

16 + 20 =