banner 728x90

Bendera Tauhid Tidak Dilarang. Menko Polhukam Gelar Dialog Kebangsaan

Bendera tauhid tidak dilarang Secara Konstitusi

Habib Muhammad Hanif bin Abdurrahman Al-athos mengatakan pemerintah Indonesia dan organisasi masyarakat (ormas) Islam sepakat bahwa bendera tauhid tidak dilarang di Tanah Air. Kesepakatan itu berdasarkan hasil dari dialog kebangsaan yang dilaksanakan di Kementerian Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan.

“Hasilnya kita sepakat bahwa kita akan menjaga persatuan dan kesatuan, mengedepankan dialog dalam segala hal dan yang terpenting terkait masalah bendera tadi sudah dijelaskan, ditegaskan lagi di hadapan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan, Menteri Agama, Sekretaris Jenderal pengurus Besar Nahdlatul Ulama PBNU), perwakilan Banser (Barisan Ansor Serbaguna) dan ketua organisasi-organisasi masyarakat bahwasanya yang tidak boleh bendera HTI (Hizbut Tahrir Indonesia) tapi yang ini  (bendera tauhid) tidak pernah di larang di Indoneisa,” ujarnya usai dialog kebangsaan di Jakarta, Jumat.

Hanif mengatakan, ke depan bendera tauhid dengan warna apa pun boleh. Bendera tauhid itu tidak boleh dilarang, dikucilkan apalagi dibakar, yang sudah menjadi kesepakatan dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Dia mengatakan bendera tauhid adalah legal, tidak boleh diganggu gugat, dan tidak dilarang di Indonesia. “Insya Allah mudah-mudahan dengan adanya kesepakatan ini, bendera ini wajib untuk dihormati dan dimuliakan. Dari PBNU, Banser sudah minta maaf, Insya Allah, mudah-mudahan keutuhan NKRI bisa selalu terjaga,” ujarnya.

Hanif juga mengatakan agar bendera tauhid tidak dibentur-benturkan dengan benderah merah putih Bangsa Indonesia atas kepentingan dan maksud apapun.  “Bendera ini tidak pernah dilarang dan wajib dijunjung tinggi dan jangan dibentur-benturkan dengan bendera merah putih. Kita bangga dengan bendera merah putih sebagai negara kita dan kita bangga dengan tauhid sebagai keyakinan umat Islam,” tuturnya.

Lebih lanjut dia mengecam orang yang menyalahgunakan atau tidak menghormati bendera tauhid seperti tindakan yang memakai bendera tauhid sebagai alas duduk. “Orang yang bela tauhid harus jadi orang yang paling pertama memuliakan tauhid. Kami selalu mengingatkan dalam acara tabligh akbar, demonstrasi dan sebagainya, kita ingatkan jangan ada tertaruh di bawah, jangan sampai yang tertulis di baju itu di bawah masuk ke kamar mandi, itu tidak boleh. Jadi kalimat tauhid apapun siapapun itu yang memakainya, itu wajib untuk dimuliakan, tidak boleh dihinakan, tidak boleh ditaruh di bawah,” katanya

Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin mengatakan, semua lapisan masyarakat harus mengedepankan rahmat dalam melihat dan memahami kemajemukan yang merupakan anugerah Tuhan yang harus dijaga dan dipelihara. Menag mengatakan, Indonesia merupakan negara agamais di mana nilai-nilai agama telah menyatu dalam kehidupan sehari-hari, kehidupan kemasyarakatan serta kehidupan berbangsa dan bernegara.

“Saya tentu belajar dari para guru-guru saya, guru-guru kita juga pada dasarnya, para orang tua kita juga yang selalu menekankan bahwa dalam melihat keragaman, dalam melihat kemajemukan perbedaan-perbedaan yang ada marilah lebih mengedepankan rahmat,” katanya dalam sambutan di acara dialog kebangsaan di Kementerian Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Polhukam), Jakarta, Jumat.

Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) pun terus berupaya meredam gejolak nasional pascakasus pembakaran bendera bertuliskan kalimat tauhid di Garut beberapa waktu lalu. Salah satu langkahnya dengan mengonsolidasikan berbagai ormas Islam.

Direktur Jenderal Politik dan Pemerintahan Umum, Kemendagri, Soedarmo mengatakan upaya meredam gejolak dianggap penting karena panasnya situasi politik nasional. Bila tak diredam, ia khawatir kasus pembakaran bendera akan terus berlanjut.

“Begitu ada persoalan harus kita selesaikan. Jangan sampai persoalan itu menjadi besar. Ini kan masalahnya masalah tahun politik,” katanya Jumat, (9/11).

Foto. Sumber  Front TV

Forum Jurnalis Bersatu

banner 468x60

No Responses

Tinggalkan Balasan

15 + 10 =