banner 728x90

Anaku Lumpuh Setelah Suntik Imunisasi

Tulungagung, Jawa Timur– Nasib memilukan. Seorang wali santri asal Tulungagung menggelar aksi unjuk rasa tunggal menuntut pemerintah bertanggung jawab atas kelumpuhan yang dialami anaknya pasca imunisasi Measles Rubella (MR) di Kediri. Dengan mengalungkan poster bertuliskan ‘Anakku Korban Rubella’, pria bernama Suyanto yang tercatat sebagai warga Desa Suberjo Kulon, Kecamatan Ngunut, Kabupaten Tulungagung itu menyuarakan tuntutannya dengan berjalan kaki dari rumahnya hingga ke Kediri.

Suyanto menjelaskan, kejadian yang menimpa anaknya, W (12), santri Pondok Pesantren Lirboyo, Kota Kediri itu bermula pada hari Rabu (24/10/2018) seusai mendapatkan suntikan imunisasi Rubella dari Puskesmas Campurejo Kediri di pondok pesantren tersebut. “Padahal beberapa hari sebelumnya dia baru saja mengalami sakit gejala tipus dan dirawat di Tulungagung. Saat itu badannya belum pulih sempurna, tapi kenapa langsung disuntik (Rubella),” kata Suyanto.

Setelah diimunisasi, W beristirahat, namun pada siang harinya kondisi tubuh remaja malang ini drop dan kedua kakinya sulit untuk digerakkan. Kondisi korban semakin memburuk hingga akhirnya lumpuh total pada hari Jumat. “Kemudian hari Jumat itu karena kondisi darurat akhirnya dibawa ke Puskesmas, karena hari Jumat waktunya mepet pihak Puskesmas sempat meminta agar besok saja, tapi istri saya terus memaksa,” ujarnya.

Setelah mendapatkan pemeriksaan, akhirnya korban dirujuk ke RSUD dr Iskak Tulungagung. Namun saat proses perujukan, W hanya dibawa dengan sepeda motor oleh ibunya dan tidak diantar menggunakan ambulans. “Karena posisi saya saat itu masih ada acara, kemudian saya jemput pakai mobil berpapasan di Jeli Tulungagung. Ya Allah, anak saya kakinya kepleh (lemah),” tutur Suyanto terbata-bata.

Suyanto menambahkan, proses perawatan anaknya di RSUD dr Iskak juga tidak berlangsung lama. Ia kemudian dirujuk ke Rumah Sakit Saiful Anwar (RSSA) Malang. “Kakinya lumpuh, selain itu tangannya juga lemas, kekuatannya sekitar 10 persen saja,” lanjutnya.

Hingga kini W masih menjalani perawatan di rumah sakit milik Pemerintah Provinsi Jawa Timur tersebut. Namun biaya perawatan di rumah sakit juga tidak sepenuhnya ditanggung oleh BPJS. Dari lima kali tahap perawatan, hanya satu kali yang ditanggung BPJS. “Totalnya itu butuh Rp 120 juta dan itu BPJS hanya bisa membantu Rp 17 juta,” jelas Suyanto.

Pihaknya meminta pemerintah bertanggungjawab atas kejadian yang dialami anaknya sebab menurutnya Dinas Kesehatan Kota Kediri dinilai lepas tangan. “Dinas Kesehatan Kediri datang ke Malang dan menyatakan kalau itu bukan akibat suntikan Rubella,” tandasnya.

Reporter : Defi MH
Metro hukum Forum Jurnalis

banner 468x60

No Responses

Tinggalkan Balasan

8 − 5 =