banner 728x90

Korban Meninggal Palu Donggala Lebih 2 Ribu, Karang Taruna Krowe Lembeyan Salurkan Bantuan

Karang Taruna Krowe Lembeyan Salurkan Bantuan

Jawa Timur, Mearindo.com –
Badan Nasional Penganggulangan Bencana (BNPB) sampai 10 oktober 2018 merilis sejumlah korban jiwa meninggal akibat bencana gempabumi dan tsunami yang terjadi di Palu dan Donggala mencapai lebih dari 2 ribu jiwa. Pernyataan itu dirilis Sutopo Purwo Nugroho, Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB.

“2.037 Jiwa meninggal dunia
671 Jiwa dilaporkan hilang
152 Jiwa masih tertimbun
4.084 Jiwa luka berat dan sedang
74.044 Jiwa mengungsi
Sedangkan 67.310 Unit rumah dilaporkan mengalami kerusakan berat dan sedang, sampai hari ini masih dilakukan pencarian dan asesmen data”.urai Sutopo (10/10/2018)

Musibah besar menimpa Sulawesi Tengah tersebut direspon dengan cepat oleh berbagai lapisan masyarakat di Indonesia dengan serentak menggelar aksi tanggap bencana dengan menyalurkan bermacam – macam bantuan yang dibutuhkan pengungsi korban bencana.

Aksi peduli korban bencana juga dilakukan perkumpulan pemuda Karang Taruna Desa Krowe, Kacamatan Lembeyan, Kabupaten Magetan dengan menyalurkan bantuan untuk korban bencana di Palu, Donggala Sulawesi Tengah pada Sabtu, 13 Oktober 2018. Aksi Tanggap Bencana tersebut merupakan salah satu bagian road show kemanusiaan yang dilakukan Karang Taruna Kabupaten Mageyan.

Bantuan yang dihimpun Kartar dari warga masyarakat Krowe Lembeyan tersebut disalurkan melalui Posko penyaluran bantuan korban kebencanaan Tidar ERMe Kabupaten Magetan. Penyerahan berbagai bantuan secara langsung oleh pengurus Kartar dan Kepala Desa Krowe di Balai Desa Krowe sekitar pukul 09
30 Wib.

Taufik Selaku penanggung jawab kegiatan bakti amal kebencanaan oleh Kartar Krowe saat penyerahan bantuan didampingi Handik selaku pengurus Karang Taruna Kabupatemengatakan bahwa bantuan tersebut dihimpun dari warga setempat dengan tujuan dapat segera didistribusikan ke posko pengungsian yang ada di lokasi bencana.

” Kami salurkan lebih 120 Kg beras, puluhan karung pakaian bagus dan sejumlah uang empat belas juta enam ratus enam puluh ribu lima ratus rupiah dari masyarakat Krowe untuk dapat segera digunakan membantu kebutuhan saudara kami korban bencana Palu dan Donggala, ” harap Taufik NA

Sementara itu, Sujak selaku Kepala Desa Krowe mengaku sangat mendukung atas inisatif pemuda desanya yang bergerak untuk memperhatikan nasib sesama anak bangsa yang tertimpa musibah.

” Kami selaku Pemerintah Desa akan selalu mendukung kegiatan positif kemasyarakatan terlebih persoalan sosial kemanusiaan”. Kata Sujak
VIDIO PELAPORAN PENYALURAN BANTUAN OLEH KARTAR KROWE

Karjito Kord Posko Penyalur Bantuan Kemanusiaan Dan Kebencanaan TIDAR ERMe saat penyerahan bantuan dari Kartar Krowe mengatakan untuk penyaluran bantuan korban bencana di Sulawesi akan lebih diprioritaskan pada pendistribusian barang bantuan yang sifatnya darurat atau segera guna mempercepat pengondisian para pengungsi pasca bencana.

Sedangkan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Willem Rampangilei bersama Jaksa Agung H.M. Prasetyo telah menandatangani Nota Kesepahaman atau MoU (Memorandum of Understanding) untuk bekerjasama dalam penanggulangan bencana di Indonesia.

“Melalui nota kesepahaman dan perjanjian kerjasama ini tentunya kita berharap dapat meningkatkan koordinasi pelaksanaan tugas dan fungsi dari BNPB dan Kejaksaan Agung Republik Indonesia,” ujar Willem di Kejaksaan Agung, Jalan Sultan Hasanuddin No 1, Jakarta Selatan, Rabu (10/10/2018). Menindak lanjuti Inpres No 4 Tahun 2017 tentang percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi pasca Gempabumi Kab Pidie, Kab Pidie Jaya dan dan Kab Bireun, serta Inpres Nomor 5 Tahun 2018 tentang percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi pasca gempabumi provinsi NTB, dimana dalam inpres tersebut sudah diatur tugas dan fungsi masing-masing K/L termasuk tugas-tugas Kejaksaan Agung RI dan BNPB. Untuk itu dibutuhkan pendampingan hokum bidang perdata dan tata usaha Negara dan juga pendampingan dalam mengawal dan mengamankan pembangunan baik di tingkat pusat maupun di daerah agar penyelenggaraan penanggulangan bencana dapat berjalan dengan cepat, tepat dan transparan, “lanjut Willem.

Willem juga menambahkan bahwa kerja sama yang dituangkan dalam Nota kesepahaman diharapkan dapat meningkatkan koordinasi pelaksanaan tugas dan fungsi dari BNPB dan kejaksaan RI. Kita dapat mensinergikan kapasitas sumberdaya untuk pemenuhan kebutuhan masyarakat yang semakin meningkat, seiring peningkatan frekuensi, intensitas, dan dampak bencana yang permasalahannya semakin kompleks. (Sugianto)

banner 468x60

No Responses

Tinggalkan Balasan

8 + twelve =