banner 728x90

Bupati Magetan Lepas Lebih 279 Juta Bantuan Korban Bencana Di Posko Tidar ERMe

Jawa Timur, Magetan – Bupati Magetan Suprawoto melepas bantuan korban bencana alam Palu Donggala di Posko Induk Penyaluran Bantuan Kemanusiaan Dan Kebencanaan Bersama Relawan TIDAR ERME (Tim Darurat – Emergency Response Mearindo) pada Minggu, 28 Oktober 2018.

Posko Relawan TIDAR ERME Kabupaten Magetan sebelumnya telah membuka posko penyaluran barang bantuan korban bencana kurang lebih selama enam belas hari sejak tanggal 12 Oktober 2018 atau dua minggu pasca gempabumi dan tsunami yang menerjang wilayah Palu Sigi dan Donggala pada 28 September 2018 lalu.

Acara pelepasan bantuan dari masyarakat Magetan untuk korban bencana itu tampak hadir.
Acara pelapasan bantuan kemanusiaan tersebut Cahaya Wijaya Camat Kawedanan, Kapoksek dan Danramil Kawedanan, Kepala Desa dan perangkat, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Magetan, Karang Taruna Magetan, tokoh agama dan masyarakat serta berbagai relawan kemanusiaan dan kebencanaan yang ada di Magetan.

Suprawoto, saat pelepasan bantuan menyampaikan apresiasi kepada relawan kemanusiaan di seluruh Kabupaten Magetan yang mengetuk hati masyarakat dan menampung bantuan untuk disalurkan ke lokasi bencana Palu, Sigi dan Donggala.

“Sepertinya Indonesia itu ditakdirkan Tuhan menjadi Mall nya bencana sehingga bencana apa saja ada di Indonesia. Oleh sebab itu kepedulian masyarakat sangat diperlukan guna meringankan para korban,” tambah Suprawoto.

Dalam rilis laporan data bantuan yang dihimpun oleh relawan TIDAR ERME, Anam menyebutkan posko relawan TIDAR ERME menyalurkan bantuan masyarakat Magetan berupa barang senilai lebih dari Rp. 279.960.400.- (Dua ratus tujuh puluh enan juta sembilan ratus enam puluh ribu empat ratus rupiah).

Relawan Tidar ERME membagi barang bantuan dari masyarakat tersebut dalam empat program kemanusiaan diantaranya :

1. Gerakan 1000 Sarung dan Terpal hunian sementara. Yang mana sarung baru dari masyarakat Magetan dan didukung kuat oleh keluarga besar PGRI Magetan mencapai 2.280 biji dengan nilai rupiah Rp. 102.600.000.-. Selain itu relawan juga menerima 147 Sepatu baru dan 160 sendal baru untuk korban bencana, juga ribuan meter luas terpal untuk program rumah hunian sementara.

Kemudian program yang ke – 2 yakni Gerakan Beras Segelas Asal Ikhlas peduli korban bencana yang dikumpulkan relawan kemanusiaan tersebar di Magetan baik Karang Taruna, komunitas kepemudaan dan masyarakat serta didukung Camat Kawedanan Cahaya Wijaya melalui road show peduli bencana mencapai 6.517 Kg.

Program kemanusiaan melalui posko induk TIDAR ERME yang ke-3 selanjutnya ialah bantuan Sembako Dan Peralatan Rumah Tangga seperti peralatan sekolah, pakaian baru, alat mandi, peralatan bayi, obat dan alat kesehatan serta bahan bahan makanan lainya mencapai Rp. 47.930.000,-. Sedangkan gerakan ke-4 yang diluncurkan relawan TIDAR ERME yakni Gerakan Seribu Karton Mie Instan terkumpul 465 karton.

Anam juga menjelaskan bahwa kebiasaan menyumbang pakaian bekas juga masih banyak diminati masyarakat sebagai pilihan dalam menyumbang para korban bencana. Sedangkan menurut Anam seharusnya masyarakat bisa membedakan bantuan juga didasarkan pada lokasi bencana itu sendiri. Seperti bencana alam di Sulawesi Tengah kali ini maka selayaknya masyarakat yang berada di luar Sulawesi Tengah tidak memilih menyumbang pakaian bekas dikarenakan jauh dari manfaat. Dilihat dari biaya angkut bantuan dan barang yang disumbangkan berupa pakaian bekas jauh dari sesuai.

Acara pelepasan bantuan dari masyarakat Magetan bersama tersebut juga diisi parade kemanusiaan dengan konser band Seni Jatilan dari SMK PSM Kawedanan, Reog Petungrejo Nguntoronadi yang dipelopori oleh Karang Taruna Jana Bakti Rejosari Kawedanan Magetan. (Gesang)

banner 468x60

No Responses

Tinggalkan Balasan

one × 4 =