banner 728x90

67 Ribu Rumah Palu Donggala Rusak, LPI HIDAYATUL UMMAH Magetan Salurkan Bantuan

LPI HIDAYATUL UMMAH Pojok – Kawedanan – Magetan Salurkan Bantuan

Jawa Timur, Mearindo.com –
Sedikitnya 67 ribu rumah huni milik warga Palu Dan Donggala dinyatakan rusak akibat bencana gempabumi dan tsunami yang terjadi pada 28 September 2018 lalu. Penyataan jumlah korban material tersebut secara resmi dikeluarkan Badan Nasional Penganggulangan Bencana (BNPB) mengenai jumlah bangunan rumah rusak akibat bencana gempabumi dan tsunami yang terjadi di Palu dan Donggala mencapai lebih dari 67 ribu unit.

Pernyataan itu dirilis Sutopo Purwo Nugroho, Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB sebagai berikut : “2.037 Jiwa meninggal dunia, 671 Jiwa dilaporkan hilang, 152 Jiwa masih tertimbun, 4.084 Jiwa luka sedang dan berat, 74.044 Jiwa mengungsi
Sedangkan 67.310 Unit rumah dilaporkan mengalami kerusakan berat dan sedang, sampai hari ini masih dilakukan pencarian dan asesmen data”.urai Sutopo (10/10/2018)

Musibah besar menimpa Sulawesi Tengah tersebut menarik mata dunia dan mendatangkan simpati keprihatinan yang teramat mendalam bagi seluruh masyarakat Indonesia. Berbagai gerakan kemanusiaan turut terjun seketika itu bergerak sesuai kapasitas dan bidangnya demi memberikan mafaat pada proses pencarian korban, maupun penanganab korban hidup akibat bencana itu.

Lembaga Pendidikan Islam (LPI) Hidayatul Ummah sebuah lembaga pendidikan baik formal SDIE, SMPIE ataupun non formal (pesantren Tahfidzul Qur’an) yang berada di Kawedanan, Magetan, Jawa Timur kembali lakukan kegiatan gerak peduli bencana dengan menyalurkan berbagai bahan kebutuhan untuk korban bencana alam gempabumi dan tsunami di Sulawesi Tengah. (Sabtu, 13/10/2018)

Sebelumnya, LPI Hidayatul Ummah baik SDIE maupun SMPIE nya membuka posko kemanusiaan dan kebencanaan Palu dan Donggala dan berhasil mengumpulkan berbagai barang kebutuhan para korban bencana seperti Beras, Gula, sembako, Alat ibadah dan terpal. Selanjutnya barang bantuan tersebut disalurkan ke korban bencana di Sulawesi Tengah melalui Posko Induk Penyaluran Bantuan Kebencanaan Masyarakat Magetan bersama Tidar ERMe (Tim Darurat – Emergency Response Mearindo) .

“Sebelumnya kami menggelar doa bersama atas musibah yang menimpa bangsa Indonesia kita, kami beserta keluarga besar lembaga yang berada dibawah naungan LPI Hidayatul Ummah adalah TKIT Hidayatul Ummah, SDIE Hidayatul Ummah, dan SMPIE Hidayatul Ummah membuka posko bantuan yang hari ini kita salurkan dengan harapan dapat memberikan manfaat bagi saudara kita yang beduka”, harap Sindu Arif Rizai selaku Kepala Sekolah SDIE Hidayatul Ummah.

Karjito Kord Posko Penyaluran Bantuan Kemanusiaan Dan Kebencanaan TIDAR ERMe saat penyerahan bantuan dari Kartar Krowe mengatakan untuk penyaluran bantuan korban bencana di Sulawesi akan lebih diprioritaskan pada pendistribusian barang bantuan yang sifatnya darurat atau segera guna mempercepat pengondisian para pengungsi pasca bencana. (Sugianto)

banner 468x60

No Responses

Tinggalkan Balasan

one × 1 =