banner 728x90

223.751 Mengungsi, Perguruan Tenaga Dalam Sintek Sajail Salurkan Bantuan Kebencanaan

Hingga Sabtu (20/10/2018), dampak bencana di Sulawesi Tengah tercatat 2.113 orang meninggal dunia, sebanyak 1.309 orang hilang, 4.612 orang luka-luka dan sebanyak 223.751 orang mengungsi di 122 titik.

Sebaran 2.113 orang korban meninggal dunia adalah Kota Palu 1.703 orang, Donggala  171 orang, Sigi 223 orang, Parigi Moutong 15 orang, dan Pasangkayu 1 orang. Semua korban meninggal dunia telah dimakamkan, baik pemakaman massal maupun pemakanan keluarga.

Dari 2.113 orang korban meninggal dunia, sudah termasuk 1 orang warga Korea Selatan yang meninggal dunia di reruntuhan Hotel Roa-Roa Kota Palu. Tidak benar, adanya berita yang memberitakan 2 orang warga Belanda yang juga menjadi korban meninggal dunia akibat tertimpa reruntuhan Hotel Roa-Roa. Tim Posko Kementerian Luar Negeri dan Basarnas sudah menelusuri berita tersebut, bahwa berita tersebut tidak benar. Tim SAR gabungan yang dikoordinasikan oleh Basarnas hanya menemukan 1 jenasah warga negara asing yaitu warga negara Korea Selatan pada 4/10/2018. Tidak ada warga negara Belanda. Pencarian korban di Hotel Roa-Roa juga sudah dihentikan sejak 8/10/2018.

Bencana besar itu menggugah semua lapisan masyarakat yang memiliki empati kemusiaan untuk bergerak saling meringankan para korban bencana. Sebegaimana yang dilakukan murid dan anggota Perguruan Tenaga Dalam (PTD) SINTEK SAJAIL yang berada di Kabupaten Magetan, tepatnya di Desa Mangu Kelurahan/ Kec.Takeran Kab. Magetan Jawa Timur.

Minggu, 21 Oktober 2018 Sejumlah pengurus dan murid Padepokan Sintek Sajail menyalurkan berbagai barang bantuan untuk korban benca alam gempabumi dan tsunami Palu Donggala melalui Posko Induk TIDAR ERME Kabupaten Magetan. Sebelumnya para murid Sintek Sajail membuka posko penyaluran barang bantuan yang dihimpun dari warga sekitar padepokan.

Arifin atau yang biasa disapa Kang Ipin selaku Guru Sintek Sajail saat penyaluran bantuan menyanpaikan agar para korban tetap bersabar tabah menerima ujian dan tetap menjaga ukhuwah sehingga seberat apapun ujian ini akan dapat dilalui dengan ikhlas.
Lihat vidio selengkapnya Padepokan PTD Sintek Sajail

“Setiap ada bencana maka padepokan ini kami jadikan juga sebagai posko kemanusiaan. Sehingga selain para anggota Sintek ini dibekali ilmu ilmu kanuragan spiritual juga diwajibkan terjun aktif dalam kegiatan darurat kemanusiaan sebagai salah satu metonde menumbuhkan rasa tanggung jawab bahwa kita semua adalah satu bangsa sehingga jika ada sauadara lain yang mengalami kesulitan tentu kita akan berusaha sesuai kemampuanya, terang Ipin.

Sementara itu Kordinator Relawan TIDAR ERME mengatakan pihaknya bersama seluruh relawan Tidar Erme sebelumnya juga menjadikan rumah rumah mereka sebagai posko dan kantong2 kemanusiaan & kebencanaan. Namun untuk gerakan meringankan beban Palu Donggala ia mendirikan Posko Induk Penyaluran Barang Bantuan Kemanusiaan Dan Kebencanaan.

“Untuk Sulawesi Tengah ini relawan kami membuka Posko Induk penyaluran bantuan khusus barang dari masyarakat dan akan disurkan pada akhir Oktober bertepatan tanggal Hari Sumpah Pemuda yang sudah kami ajuka untuk dilepas dan disalurkan oleh Pemkab Magetan melalui TNI AU di Lanud Iswahyudi” kata Jito (Gesang)

banner 468x60

No Responses

Tinggalkan Balasan

1 × 5 =