banner 728x90

2.113 Lebih Meninggal, GENEWA WADUK Dirikan Posko Bantuan Palu Donggala

GENEWA WADUK bersama Kepala Desa Waduk Saat Salurkan Bantuan Palu Donggala Melalui Relawan TIDAR ERME Kab.Magetan (21/10/2018)

Magetan Peduli Bencana, Mearindo.com-Bencana besar melanda Sulawesi Tengah tepatnya di Palu, Gili dan Donggala akhir September 2018 lalu mengguncang duka Nasional. Musibah itu menggugah semua lapisan masyarakat yang memiliki empati kemusiaan untuk bergerak saling meringankan para korban bencana. Sebagaimana yang dilakukan puluhan pemuda dan remaja yang menamai diri GENEWA turut menyalurkan bantuan untuk korban bencana. (21/10/2018)

GENEWA yang memiliki akronim Generasi Waduk beramatkan di Desa Waduk Kec.Takeran Kab. Magetan Prop. Jawa Timur itu sebelumnya juga telah mendirikan Posko Penyaluran Bantuan Kebencanaan dengan menghimpun dan menampung bantuan dari masyarakat.

Penyerahan bantuan tersebut dilakukan pada Minggu, 21 Oktober 2018 melalui Posko Induk Penyaluran Bantuan Masyarakat Magetan Bersama TIDAR ERME Kabupaten Magetan dan dihadiri Kepala Desa Waduk beserta aparat kepolisian Polsek Takeran.

Ketua GENEWA disela sela acara penyerahan bantuan untuk korban bencana Palu Gili Dan Donggala mengatakan bahwa bantuan berupa beras, sembako dan berbagai barang kebutuhan pengungsi tersebut dikumpulkan dari masyarakat yang secara sukarela menitipkan bantuan melalui beberapa Posko GENEWA di lingkungan Desa Waduk.

Lihat Vidop. Lengkapnya tentabng GENEWA

“Relawan dari perkumpulan GENEWA ini juga melakukan gerakan SIAP AMBIL BANTUAN dengan menyebar informasi disertai nomor telpon, sehingga kami juga menjemput bantuan yang dihimpun masyarakat Magetan,” tandasnya

Hingga Sabtu (20/10/2018), dampak bencana di Sulawesi Tengah tercatat 2.113 orang meninggal dunia, sebanyak 1.309 orang hilang, 4.612 orang luka-luka dan sebanyak 223.751 orang mengungsi di 122 titik.

Sebaran 2.113 orang korban meninggal dunia adalah Kota Palu 1.703 orang, Donggala  171 orang, Sigi 223 orang, Parigi Moutong 15 orang, dan Pasangkayu 1 orang. Semua korban meninggal dunia telah dimakamkan, baik pemakaman massal maupun pemakanan keluarga.

Dari 2.113 orang korban meninggal dunia, sudah termasuk 1 orang warga Korea Selatan yang meninggal dunia di reruntuhan Hotel Roa-Roa Kota Palu. Tidak benar, adanya berita yang memberitakan 2 orang warga Belanda yang juga menjadi korban meninggal dunia akibat tertimpa reruntuhan Hotel Roa-Roa. Tim Posko Kementerian Luar Negeri dan Basarnas sudah menelusuri berita tersebut, bahwa berita tersebut tidak benar. Tim SAR gabungan yang dikoordinasikan oleh Basarnas hanya menemukan 1 jenasah warga negara asing yaitu warga negara Korea Selatan pada 4/10/2018. Tidak ada warga negara Belanda. Pencarian korban di Hotel Roa-Roa juga sudah dihentikan sejak 8/10/2018.

Sementara itu Kordinator Relawan TIDAR ERME mengatakan pihaknya bersama seluruh relawan Tidar Erme sebelumnya juga menjadikan rumah rumah mereka sebagai posko dan kantong2 kemanusiaan & kebencanaan. Namun untuk gerakan meringankan beban Palu Donggala ia mendirikan Posko Induk Penyaluran Barang Bantuan Kemanusiaan Dan Kebencanaan.

“Untuk Sulawesi Tengah ini relawan kami membuka Posko Induk penyaluran bantuan khusus barang dari masyarakat dan akan disurkan pada akhir Oktober bertepatan tanggal Hari Sumpah Pemuda yang sudah kami ajuka untuk dilepas dan disalurkan oleh Pemkab Magetan melalui TNI AU di Lanud Iswahyudi” kata Jito (Gesang)

banner 468x60

No Responses

Tinggalkan Balasan

eighteen − ten =