banner 728x90

1.407 Meninggal Korban Palu Donggala, Jumlah Bertambah

Mearindo.com – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), telah mencatat korban gempa dan tsunami Palu & Donggala, Sulawesi Tengah mencapai 1.407 jiwa, (03/10/2018).

Namun pihak BNPB belum memastikan jika korban jiwa pasca musibah terjadi yang berkekuatan 7,7 SR pada Jumat (28/10/2018) lalu, akan terus bertambah.

Korban jiwa 1.407 orang tersebut terdiri dari wilayah Kota Palu, Donggala, Sigi, dan Parigi Moutong. Dari data 1.407 orang meninggal, sebanyak 1.177 orang ditemukan di Palu sementara itu di Parigi Moutong ditemukan 12 orang dan Sigi 65 orang.

Kepala Pusat Data, Informasi, dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho mengaku pihaknya sampai saat ini masih melakukan pencarian korban jiwa.

“2.549 orang dilaporkan luka berat dan 113 orang hilang. Korban tertimbun dilaporkan 152 orang. 70.821 orang dilaporkan mengungsi di 141 titik dan 65.733 rumah rusak,” katanya

Sementata itu, Posko Relawan TIDAR ERMe juga telah melansir nama dan foto lebih dari 123 orang yang dilaporkan hilang oleh keluarganya melalui jaringan Relawan Dan Info Korban Bencana Palu Donggala.

Syifaul Anam, dokumentasi pada saat diklat brigadir ormas Orang Indonesia Bersatu di Gunung Lawu Jawa Timur

Menurut Anam salah satu anggota relawan tersebut mengatakan bahwa data tersebut diperlukan atas permintaan relawan yang sampai hari ini bersatangan dari luar Palu guna mempermudah identifikasi korban.

“Temuan di lapangan sampai hari ke 3 pasca bencana masih banyak jenazah yang belum bertuan, dan kawan relawan yang dilokasi juga kesulitan sehingga kita buka jaringan iformasi korban bencana Palu untuk kemudian disebarkan korban masih hidup barangkali akan lebih cepat identifikasi ratusan jenazah yg belum dimakamkan sampai H+3”, kata Anam

Anam juga menambahkan bahwa sampai berita ini diterbitkan Posko Kemanusiaan Dan Kebencanaan TIDAR ERMe masih melakukan kordinasi dengan relawan yang saat ini berada dilokasi bencana guna membantu evakuasi korban bersama SAR Nasional dan relawan kemanusiaan dari luar Indonesia.

“Saat ini pihak manapun kami sarankan tidak apdet data jumlah korban baik meninggal luka maupun hilang juga angka kerusakan. Dalam hal ini BNPB adalah legitimasi data itu. Namun rakyat perlu memahami bahwa setiap waktu detik menit dan tambah jam maka data akan berubah pula. Oleh sebab itu mari untuk sementara kita semua berdoa segera diberi kemudahan proses evakuasi dan identifikasi korban dan pemerintah membuatkan kebijakan menerjunkan tim medis tambahan sebagaimana usulan kami kemarin”, pungkas Anam. (Gesang)

banner 468x60

No Responses

Tinggalkan Balasan

twelve − nine =