banner 728x90

WASPADA NYATA! Diamankan 6 Aktifis Partai Komunis Cina Sebagai Survey PT SINOHYDRO GRAHA PERSADA 2.

Dari keenam warga Cina diamankan dokumen Buku Bergambar PALU ARIT (lambang Komunis) yang hanya dimiliki oleh orang penting di partai Komunis.

Karawang – Jawa Barat
Mearindo, Sejumlah enam (6) orang Warga Cina tim survey dari PT. Sinohydro Graha Persada 2 diamankan pihak aparat kemanan pada Senin, 17 September 2018 sekitar pukul 21.00 Wib. Mereka diamankan dan dibawa ke kantor imigrasi Karawang setelah diambil paksa dari Hotel Amaris Jl. Interchange Tol Karawang barat Kab. Karawang, Jawa Barat.

Dari ke 6 warga asing asal Cina yang digelandang ke pihak Imigrasi Karawang tersebut diketahui bernama : Mr. Fu Zhibo – Mr. Wu Min – Mr. Shen Li – Mr. Tan Yunbo – Mr. Lan Zhibing – Mr. Tian Zhi Guo. Dari keenam warga Cina diamankan dokumen Buku Bergambar PALU ARIT (lambang Komunis) yang hanya dimiliki oleh orang penting di partai Komunis.

Selain itu petugas juga meminta keterangan dua warga Indonesia yang mengaku sebagai pendamping dan asiaten survey diantaranya: Umar (umur 30 tahun) warga Yogyakarta dan Aris (34 tahun) asal Bogor yang bekerja sebagai sopir.

Ke enam warga asing asal Cina tersebut mengaku sebagai utusan dari PT. Sinohydro Graha Persada 2 yang berlokasi di Bekasi Selatan Kab. Bekasi Prov. Jabar. Melalui asistenya, diketahui mengaku sedang melakukan Survei Pengukuran Lokasi Proyek Kereta Cepat Jakarta – Bandung, mulai dari SDN Tegallega I s.d Jl. Batu Bubulah Desa Tegallega Kec. Ciampel Kab. Karawang.

Informasi yang didapatkan mearindo, warga asing anggota partai komunis cina tersebut melakukan Cek’in di Hotel Amaris (Lantai III No. 309,310,314,316) dengan menggunakan nama NASIRUDIN dengan nomor NIK 3513072607930xxx sejak Sabtu, 15 September 2018 Sekitar Pkl. 18.00 Wib.

Ketika itu Senin, 17 September 2018, pukul 20.00 Wib, warga asing tersebut mendatangi tempat Spa & Massage di belakang Ruko Bizpark Interchange Tol Karawang barat dan diketahui oleh warga, warga yang melihat mereka pun menegut di tegurnya tetapi setelah mengetahui merela tidak bisa menjawab dengan bahasa Indonesia, spontanitas warga mendatangi Hotel Amaris dgn maksud mempertanyakan kembali asal usul warga asing itu. Hingga tiba anggota Unit Intelkam Polres dan Babinsa setempat kemudian membawanya ke Kantor Imigrasi Karawang.

Hingga Selasa dini hari tanggal 18 September 2018 pada pukul 01.20 Wib, YOUKA selaku penterjemah dari PT.Sinohydro menerangkan bahwa barang dan dokumen yang diamankan dari keenam WNA Cina tersebut ialah : Paspor, Visa dan Buku Bergambar Palu Arit.

YOUKA menjelaskan dalam buku yang bersampul gambar PALU ARIT tersebut menerangkan tentang Regulasi Partai Komunis China, di dalam buku dijabarkan keterangan Aturan, Pasal dan Norma serta menyatakan bahwa pemegang Buku tersebut merupakan orang penting yang mempunyai/berkompeten di Negara China/Partai Komunis China.

“Enam warga asal China yang dibawa kekantor tadi merupakan Tim Survei Lokasi Proyek Kereta Api Cepat Jakarta – Bandung dari PT. Hinohydro Graha Persada 2 bergerak di Bid. Konstruksi”, tambah YOUKA

Sementara itu Umar (umur 30 tahun) warga Yogyakarta sebagai Asisten Survey mengaku sudah bekerja di PT itu selama 2 tahun, namun dirinya tidak mengetahui kalau mereka membawa atau menyimpan buku berlogo Partai Komunis.

“Saya sudah bekerja selama 2 tahun di PT. Sinohydro Graha Persada 2, tapi selama ini tidak mengetahui adanya dokumen bawaan WNA yaitu Buku bergambar Palu Arit”, jawab Umar

Setelah dilakukan pemeriksaan dikantor Imigrasi Karawang terhadap surat2 dinyatakan ke enam warga Cina yang diduga aktifis Partai Komunis Cina tersebut terdaftar dan memiliki ijin tinggal di Indonesia. Selanjutnya ke 6 WNA asal China di tempatkan di Savehouse PT. Hinohydro Bekasi Selatan Kab. Bekasi dgn Penjamin Sdr. Youka dari PT. Hinohydro Graha Persada 2 dan kedua Buku bergambar Palu Arit diamankan di Mapolres Karawang.

Syifaul Anam, S.PdI selaku ketua Ormas Orang Indonesia Bersatu Menangggapi informasi atas diamankanya buku Palu Arit asal Cina tersebut mengaku tidak heran dan tidak kaget lantaran pihaknya beberapa tahun lalu sudah mengingatkan kepada masyatakat untuk mewaspadai adanya indikasi masuknya aktifis Partai Komunis Cina melalui TKA yang masuk ke Indonesia.

“Saya masih suka mengatakan bahwa ancaman PKI akan hidup lagi bukan sekedar isu saja, kan kami sering demo juga bawa bukti untuk mengingatkan warga kita dan mengultimatum Presiden agar jangan meng Amiini apa yang sekarang ini diperjuangkan simpatisan PKI seperti tuntutan kompensasi dan permintaan maaf serta lainya itulah”. Kata aktifis yang biasa dipanggil Anam OI.

Anam juga menambahkan bahwa “patut diduga ke 6 orang WNA China tersebut merupakan orang penting dan berkompeten pada negara maupun partai komunis China, Sehingga kami kuatir sekali jika ternyata mereka di kirim ke Indonesia dengan misi tertentu menggunakan modus sebagai petugas survei dari PT. Hinohydro Graha Persada 2 yang bergerak dalam bidang kontruksi dan mereka tidak ada satupun yang bisa berbahasa Indonesia ini kan sangat aneh”, pungkas Anam mengaku resah. (Hed)

Pencarian terkait:

- sinohydro graha persada
banner 468x60

No Responses

Tinggalkan Balasan

12 + nine =