banner 728x90

“Tantangan Bupati Baru Wujudkan Magetan Bersih”, Ormas OI Bersatu

Magetan – Jawa Timur
Mearindo.com – Pasca pelantikan Bupati dan Wakil Bupati Magetan terpilih pada 24 September 2018 di Gedung Grahadi Surabaya lalu menandai berawalnya kepemimpinan pasangan Suprawoto dan wakilnya di Pemerintahan Kabupaten Magetan pereode 2018 – 2023.

Bupati Magetan Suprawoto yang merupakan mantan Sekretaris Jenderal Kementerian Komunikasi dan Informatika (Sekjen Kekominfo) bersama wakilnya  Nanik Endang Rusminiarti merupakan pasangan kandidat yang memenangkan pilkada Magetan dengan mengalahkan kandidat dari pasangan Suyatni dan Mikratul Mukminin.

Dengan dilantiknya bupati dan wakil bupati baru Magetan itu tidak sedikit elemen masyarakat baik ormas dan tokoh masyarakat Magetan memberikan pesan dan warning kepada Suprawoto untuk dapat menjalankan amanah Bupati sesuai tugas fungsi pokoknya.

Seperti halnya, Syifaul anam Ketua Ormas Orang Indonesia Bersatu ketika dikonfirmasi media mengatakan ormasnya secara langsung sudah menyampaikan pesan dan peringatan kepada pasangan Bupati Suprawoto dan wakilnya untuk memperbaiki sistem yang tidak baik dipereode – pereode sebelumnya.

“Saya sampaikan langsung ke beliau Bupati Magetan bahwa masyarakat sangat berharap pemerintahan kedepan dapat dibenahi sistem administrasi anggaranya terkait dugaan budaya pungli baik fee proyek fisik maupun fee proyek program yang selama ini mungkin masih dilakukan satker satker birokrasi Magetan, sebab pemerintahan sebelumnya banyak pejabat sampai kepala desa yang masuk penjara karena model korupsi seperti itu”, kata Anam

Sebelumya, Anam juga menyampaikan dalam sebuah acara sarasehan bersama lintas aktifis dan masyarakat Magetan bertajuk “Wujudkan Magetan Bersih”, bahwa untuk mencita citakan pemerintahan yang baik diperlukan dukungan dari semua pihal elemen masyarakat disesuaikan dengan kapasitas dan fungsinya. Hingga pengawasan program anggaran ditingkatan desa pun perlu peran masyarakat setempat untuk memanfaatkan menggunakan sebaik – baiknya.

“Tantangan Bupati itu salah satunya merubah paradigma korup ditiadakan dan MEWUJUDKAN MAGETAN BERSIH. Kita berharap dipereode ini tidak ada lagi demo demo aktifis karena menemukan pejabat Magetan yang korupsi. Kan yang kemarin kemarin ormas demo itu juga nuntut hukum ditegakan sampai beberapa pejabat masuk penjara karena terbukti bersalah,” terang Anam

Selain itu Anam menambahkan,
harapan pemerintahan jujur disiplin dan bersih itu sebenarnya jauh sudah lama diharapkan masyarakat kalangan bawah, akan tetapi terkadang masyarakat hanya menerima ampas dari sistem yang buruk selama ini. Anam mencontohkan seperti banyaknya temuan dugaan pemotongan uang anggaran proyek atau lebih dikenal fee proyek yang praktiknya sangat rapi dan pejabat seolah – olah berlagak cuci tangan akan tetapi fakta dilapangan masih saja membudaya. Dan hal tersebut yang rugi masyarakat atau juga pengguna anggaran yang mau tidak mau dipaksakan setor upeti. (Asnawi)

banner 468x60

No Responses

Tinggalkan Balasan

1 × 3 =